Soal Hasil Investigasi KNKT, Ini Kata Airasia

Ardi Mandiri

Rabu, 02 Desember 2015 | 06:03 WIB
Soal Hasil Investigasi KNKT, Ini Kata Airasia
Penyebab Jatuhnya AirAsia QZ8501

Suara.com - Direktur Utama AirAsia Indonesia Sunu Widyatmoko mengaku pihaknya telah melakukan pelatihan penanganan kondisi kritis penerbangan sebelum keluar rekomendasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terkait hasil investigasi kecelakaan Pesawat AirAsia QZ8501.

"Kami juga melakukan beberapa inisiatif 'safety' (keselamatan) sebelum laporan KNKT dikeluarkan, termasuk menambahkan pelatihan 'upset recovery' (penanganan kondisi kritis) ke dalam silabus recurrent training (pelatihan)," kata Sunu dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa.

Sunu mengatakan pihaknya juga menambahkan sesi pelatihan simulator dalam pelatihan awal, dan implementasi sistem "airman" yang akan memberikan pengawasan secara "real time" terhadap "aircraft fault messages"(pesan kesalahan sistem di pesawat).

Selain itu, dia mengaku pihaknya juga telah merekrut konsultan mantan regulator Federal Aviation Administration (FAA) dan Bureau Veritas untuk meningkatkan standar keselamatan penerbangan maskapainya agar tidak terulang kembali kejadian serupa dengan pesawat AirAsia QZ8501 pada setahun lalu.

"Setelah tragedi QZ8501, kami menggandeng mantan regulator FAA dan Bureau Veritas untuk memberikan rekomendasi dalam peningkatan standar keselamatan AirAsia," katanya.

Sunu mengatakan sesuai dengan yang tercantum dalam laporan investigasi tersebut, pihaknya berjanji akan lebih meningkatkan dan mengutamakan standar keselamatan penumpang serta awak pesawat.

Komite Nasional Keselamatan Transportasi merekomendasikan kepada seluruh maskapai agar dilakukan pelatihan untuk para pilot agar bisa menangani kondisi kritis dalam suatu penerbangan.

Pelaksana Tugas Kepala Sub Komite Investigasi Kecelakaan Transportasi Penerbangan KNKT Nurcahyo Utomo mengatakan rekomendasi tersebut menyusul hasil investigasi kecelakaan Pesawat AirAsia QZ8501, yang salah satu penyebabnya adalah pilot tidak berkoordinasi untuk pengambilalihan penanganan kondisi kritis atau "upset conditions".

"KNKT merekomendasikan agar seluruh pilot dilatih untuk pengambilalihan kendali masa kritis, sehingga bukan dua-duanya (pilot dan co-pilot) yang mengambil alih (kendali) pesawat," katanya.

Dia mengatakan rekomendasi tersebut juga ditujukan kepada Biro Keselamatan Penerbangan Prancis (BEA) dan Airbus.

"Untuk Airbus agar membuat suatu metode untuk pilot dalam mengatasi maslah yang berulang. Intinya, ada metode yang membatasi kreativitas pilot di luar prosedur," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Penyebab Jatuhnya AirAsia QZ8501

Penyebab Jatuhnya AirAsia QZ8501

Foto | Selasa, 01 Desember 2015 | 17:45 WIB

Gerry Soejatman: Aturan Penerbangan Terlalu 'Jawa Sentris'

Gerry Soejatman: Aturan Penerbangan Terlalu 'Jawa Sentris'

wawancara | Senin, 12 Oktober 2015 | 07:00 WIB

Tambah 8 Pesawat, AirAsia X Penuhi Ketentuan Kemenhub

Tambah 8 Pesawat, AirAsia X Penuhi Ketentuan Kemenhub

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2015 | 12:41 WIB

Keselamatan Penerbangan di Indonesia Dipertanyakan

Keselamatan Penerbangan di Indonesia Dipertanyakan

News | Rabu, 19 Agustus 2015 | 08:02 WIB

Terkini

6 Serum Anti-Aging untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Intip Rekomendasinya

6 Serum Anti-Aging untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Intip Rekomendasinya

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 19:43 WIB

Dari Gaya Hidup hingga Cek Kesehatan, Langkah Preventif Bisa Dimulai dari Kebiasaan Sehari-hari

Dari Gaya Hidup hingga Cek Kesehatan, Langkah Preventif Bisa Dimulai dari Kebiasaan Sehari-hari

Health | Selasa, 03 November 2026 | 19:41 WIB

Pertalite Viral Disebut Tercampur Air, Ini Tanggapan Pertamina

Pertalite Viral Disebut Tercampur Air, Ini Tanggapan Pertamina

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 19:38 WIB

Tim Freeport Indonesia Raih Juara Umum IFRC 2026

Tim Freeport Indonesia Raih Juara Umum IFRC 2026

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 19:35 WIB

Menguliti Sisi Gelap Dunia Kerja di Novel Kami (Bukan) Jongos Berdasi

Menguliti Sisi Gelap Dunia Kerja di Novel Kami (Bukan) Jongos Berdasi

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 19:35 WIB

Penerima Bansos Punya Tabungan Rp100 Juta, Kemensos Dalami Data

Penerima Bansos Punya Tabungan Rp100 Juta, Kemensos Dalami Data

News | Selasa, 03 November 2026 | 19:34 WIB

Duit Kripto Rp85 Triliun di Binance Kabur!

Duit Kripto Rp85 Triliun di Binance Kabur!

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 19:34 WIB

Promo 11.11 Gadget Day Blibli Histeria, Kenali iPhone 18 Pro Max dengan Fitur Premium!

Promo 11.11 Gadget Day Blibli Histeria, Kenali iPhone 18 Pro Max dengan Fitur Premium!

Sumsel | Selasa, 03 November 2026 | 19:28 WIB

Dari Pekarangan ke Pasar, Perempuan Ganesha Mukti Membangun Kemandirian Pangan

Dari Pekarangan ke Pasar, Perempuan Ganesha Mukti Membangun Kemandirian Pangan

Sumsel | Selasa, 03 November 2026 | 19:23 WIB

9 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas

9 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 19:21 WIB

×