Memburu Kelompok Santoso di Poso

Ardi Mandiri

Jum'at, 04 Desember 2015 | 05:39 WIB
Memburu Kelompok Santoso di Poso
Ilustrasi (Antara)

Suara.com - Operasi gabungan TNI/Polri dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersandi Operasi Camar Maleo IV segera berakhir 9 Januari 2016, namun perburuan terhadap kelompok terduga teroris pimpinan Santoso alias Abu Wardah di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, belum tuntas.

Sebaliknya, kelompok bersenjata itu menembak mati seorang prajurit dari Tim Bravo 15 Operasi Camar Maleo IV Serka Zainuddin yang juga prajurit organik dari Batalyon Infanteri 712/Wiratama Manado dalam jajaran Kodam VII Wirabuana.

Prajurit itu gugur dalam kontak senjata di Dusun Gayatri, Desa Meranda, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso, pada 29 November lalu.

Bahkan Santoso menyebarkan video yang berisi ancaman menghancurkan Markas Polda Metro Jaya dan Istana Merdeka.

Kepala Polri Jenderal Polisi Badrodin Haiti optimistis kelompok bersenjata yang disebutnya tinggal tersisa 40 orang itu akan ditumpas akhir tahun ini atau sebelum tenggat waktu Operasi Camar Maleo IV berakhir.

"Doakan saja, semoga Santoso dan jaringannya ini bisa ditemukan segera," kata Kapolri.

Ia memastikan aparat sudah mengetahui keberadaan Santoso namun masih dirahasiakan agar operasi berjalan lancar.

Ia tidak bersedia memberitahu lokasi pasti keberadaan kelompok Santoso. "Nantilah setelah kita tangkap," kata Badrodin.

Sebelumnya, pada 16 November lalu, seorang terduga teroris bernama Farouk, tewas tertembak dalam kontak senjata dengan aparat keamanan di wilayah Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Kepala Bidang Humas Polda Sulteng AKBP Hari Suprapto menyebutkan Kabupaten Parigi Moutong merupakan salah satu dari tiga daerah Operasi Camar Maleo IV.

Wilayah operasi TNI/Polri untuk membasmi kelompok Santoso itu terbentang di hutan pegunungan dan pesisir di Kabupaten Poso hingga ke Sausu di Kabupaten Parigi Moutong. Polda Sulawesi Tengah memperkirakan luas wilayah pencarian mencapai sekitar 160 kilometer persegi.

Sejumlah anggota TNI/Polri telah gugur dalam upaya memburu kelompok Santoso.

Perwira Brimob Iptu Brian Theophani Tatontos gugur dalam kontak senjata di Poso pada 19 Agustus lalu.

Sejumlah prajurit TNI telah menjadi korban dalam upaya memburu kelompok Santoso, seperti lima prajurit, Praka Ahmad Darman, Praka Sulaiman, Praka Muktar, Praka Makmur, dan Serda Junaedi, dari Satuan Tugas Yonif Linud 433/JS/Brigif 3/Kostrad Maros, Sulawesi Selatan, dalam kecelakaan setelah truk yang mereka tumpangi masuk jurang di Pegunungan Padeha, Desa Sedoa, Kecamatan Lore Utara, Poso, Sulawesi Tengah.

Sedangkan korban luka ringan dan berat yakni Serma Rohani, Praka Efendi, Pratu Sainal, Praka Dedi S, Praka Salam, Prada Abd Aziz, Sertu Asalaudi, Praka Kadek, Kopda Sulaiman, Kopka Risman M, Praka Rismani, Sertu Hagani, Kopda Ruslin, dan sopir truk Syaiful Lalu Serka Zainuddin yang gugur dalam kontak senjata dengan kelompok Santoso.

Meskipun demikian, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo memastikan tidak akan menambah jumlah personel dalam Operasi Camar Maleo IV.

Terkait prajurit TNI yang menjadi korban dalam upaya memburu kelompok teroris itu, Panglima TNI menyatakan "Kita selalu mengevaluasi setiap apa yang terjadi, seperti apa yang sedang terjadi di sana, apakah itu bagian patroli atau masuk markas kelompok teroris di Poso," kata Gatot.

Dalam kelompok Santoso terdapat sejumlah warga negara asing. Kapolri Badrodin Haiti mengatakan terdapat lima warga Uyghur, Tiongkok, yang diduga terlibat jaringan Santoso.

Ia menuturkan beberapa warga Uyghur lainnya sudah ditangkap dan menjalani vonis hukumannya, sedangkan lainnya, sekitar lima orang masih buron.

Data BNPT menyebutkan para teroris asal Xinjiang termasuk jaringan teroris internasional yang bermain di Kabupaten Poso. Mereka menggunakan jalur imigrasi melalui Myanmar, Thailand Selatan, dan Malaysia selanjutnya menggunakan paspor Turki masuk wilayah Indonesia, diawali dengan Medan dengan dalih mencari suaka.

Sementara itu, Daeng Koro, salah satu pimpinan dalam kelompok Santoso, telah tewas pada 3 April lalu dalam baku tembak dengan Densus 88 Antiteror Polri di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Hanya Santoso dan sejumlah pengikut lainnya yang kini masih hidup dan terus diburu.

Kapolri memastikan sebelum dinyatakan berakhir pada 9 Januari 2016, operasi tersebut masih akan terus digiatkan untuk menangkap Santoso dan kelompoknya.

"Kegiatan ini masih tetap jalan, kita kerja sampai dapat," katanya.

Ia menuturkan hingga saat ini tim gabungan antara Polri dan TNI tetap melakukan pengintaian, pengejaran, hingga penangkapan kelompok teroris yang kerap melancarkan serangan mereka di wilayah Sulawesi tersebut.

Aparat keamanan juga membangun pos-pos keamanan untuk mempersempit ruang gerak dan menutup masuknya pasokan logistik kelompok teroris.

Operasi Camar Maleo IV juga membina masyarakat yang tinggal di sekitar kaki gunung yang menjadi wilayah operasi, dengan melakukan karya bakti sosial dan pemberian bantuan untuk masyarakat setempat.

Kapolri perlu memperkuat strategi untuk menangkap para anggota kelompok teroris pimpinan Santoso.

"Kita sudah melakukan evaluasi di sana, ada beberapa hal yang harus dipertajam untuk melakukan pengejaran terhadap Kelompok Santoso," ujarnya.

Ia menjelaskan salah satu strategi yang perlu diperkuat adalah menyiapkan langkah taktis untuk memperlemah kekuatan para teroris.

Selanjutnya, data-data mengenai strategi, markas, atau potensi serangan, serta jumlah anggota mereka juga butuh didorong oleh para intelijen, agar informasi mengenai kelompok tersebut lebih akurat dan dapat disiapkan penangkapan yang tepat.

"Ini juga dilakukan untuk mencapai target kita, yakni menangkap Santoso," katanya.

Penguatan langkah, kata Kapolri, sudah dikoordinasikan dengan Panglima TNI dan perkembangan situasi di Poso telah dilaporkan ke Menkopolhukam Luhut Binsar Panjaitan dalam rapat kerja antisipasi teroris pada Kamis 19November lalu, bahkan dilaporkan pula kepada Presiden Jokowi. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BNPT Tak Main-main dengan Video Ancaman "Pesan Sang Komandan"

BNPT Tak Main-main dengan Video Ancaman "Pesan Sang Komandan"

News | Selasa, 01 Desember 2015 | 18:40 WIB

BNPT Susun Strategi Tangkap Teroris Penembak Anggota TNI

BNPT Susun Strategi Tangkap Teroris Penembak Anggota TNI

News | Selasa, 01 Desember 2015 | 17:38 WIB

Prajurit TNI Tewas Ditembak Teroris Bagian dari Risiko Operasi

Prajurit TNI Tewas Ditembak Teroris Bagian dari Risiko Operasi

News | Senin, 30 November 2015 | 22:30 WIB

Terkini

Jakmania Boikot Launching Persija Jakarta, Bung Ferry Sampaikan Peringatkan

Jakmania Boikot Launching Persija Jakarta, Bung Ferry Sampaikan Peringatkan

Bola | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 21:33 WIB

Diwarnai Aksi Boikot Jakmania, Persija Kenalkan 29 Pemain dan Jersey Baru Merah Menyala

Diwarnai Aksi Boikot Jakmania, Persija Kenalkan 29 Pemain dan Jersey Baru Merah Menyala

Bola | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 20:38 WIB

Rilis Skuad dan Jersey Musim 2026/2027, Bhayangkara Presisi Lampung FC Bidik Tiga Besar Super League

Rilis Skuad dan Jersey Musim 2026/2027, Bhayangkara Presisi Lampung FC Bidik Tiga Besar Super League

Bola | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 20:35 WIB

Ini 5 HP Bekas Murah 2-4 Jutaan dengan Skor AnTuTu 11 Tembus Sejuta, Main Game Berat Lancar!

Ini 5 HP Bekas Murah 2-4 Jutaan dengan Skor AnTuTu 11 Tembus Sejuta, Main Game Berat Lancar!

Tekno | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 20:19 WIB

SE Menkomdigi soal Perlindungan Kuota Internet Sudah Tepat, Tak Perlu Tergesa Revisi Aturan

SE Menkomdigi soal Perlindungan Kuota Internet Sudah Tepat, Tak Perlu Tergesa Revisi Aturan

Tekno | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 20:11 WIB

RUU Perampasan Aset Segera Disahkan, Akademisi: Kewenangan Besar Tanpa Pengawasan Bisa Jadi Bumerang

RUU Perampasan Aset Segera Disahkan, Akademisi: Kewenangan Besar Tanpa Pengawasan Bisa Jadi Bumerang

Jogja | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 19:59 WIB

5 Rekomendasi Bedak Touch-Up Praktis dengan Kaca dan Spons untuk Aktivitas Seharian

5 Rekomendasi Bedak Touch-Up Praktis dengan Kaca dan Spons untuk Aktivitas Seharian

Lifestyle | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 19:58 WIB

4 Shio Paling Beruntung 30 Agustus 2026: Siap-Siap Panen Rezeki di Akhir Bulan

4 Shio Paling Beruntung 30 Agustus 2026: Siap-Siap Panen Rezeki di Akhir Bulan

Lifestyle | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 19:49 WIB

Tragedi Drag Race Jadi Alarm, IMI Sebut Tak Semua Daerah Punya Venue Layak

Tragedi Drag Race Jadi Alarm, IMI Sebut Tak Semua Daerah Punya Venue Layak

Jogja | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 19:48 WIB

Siswa di Kampar Diduga Dianiaya Senior, Sempat Dilarikan ke RS karena Hidung Patah

Siswa di Kampar Diduga Dianiaya Senior, Sempat Dilarikan ke RS karena Hidung Patah

Riau | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 19:46 WIB

×