PBSI Mendukung Dilakukannya Tes Kesehatan untuk Para Atlet

Arsito Hidayatullah

Selasa, 08 Desember 2015 | 02:59 WIB
PBSI Mendukung Dilakukannya Tes Kesehatan untuk Para Atlet
Ilustrasi latihan bulutangkis. (Shutterstock)

Suara.com - Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) mendukung pelaksanan tes kesehatan kepada atlet yang akan dilakukan Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) yang merupakan salah satu program peningkatan prestasi olahraga Indonesia.

"Kami setuju dengan program itu. Dengan adanya tes maka kita akan mengetahui secara detail kondisi atlet," kata Kabid Binpres PP PBSI Rexy Mainaki di sela workshop Satlak Prima "Program Performa Tinggi dengan Implementasi Sport Science" di Bandung, Jawa Barat, Senin.

Tes kesehatan secara keseluruhan bagi atlet, kata dia, memang perlu dilakukan karena akan berkaitan dengan penanganan masing-masing atlet baik saat mengalami cedera maupun saat memberikan materi latihan.

"Kita akan jadi lebih tahu porsi yang harus diberikan pada atlet. Misalnya, atlet A lemah di sini, maka kita harus mencari formula untuk meningkatkannya. Jika atlet B sudah kuat bagaimana biar lebih kuat lagi," katanya menambahkan.

Satlak Prima di bawah pimpinan Ahmad Sucipto langsung membuat gebrakan dengan akan melakukan tes kesehatan dan screening bagi atlet Indonesia. Tes ini dilakukan untuk mengetahui profil detail atlet yang sudah terakreditasi dan nantinya akan menjadi database yang dipegang oleh lembaga bentukan pemerintah itu.

Sesuai dengan rencana, tes kesehatan dan screening kepada atlet akan dilakukan Januari 2016. Semua data dari tes atlet tersebut diharapkan tuntas dalam pendataannya hingga Februari. Tes ini akan melibatkan banyak pihak mulai ahli fisik, psikologi hingga nutrisi.

Bagi Satlak Prima, mengetahui kondisi kesehatan dan data atlet sangat penting. Hal ini dilakukan untuk menerapkan program performa tinggi dengan implementasi sport science yang saat ini terus digalakkan.

"Satlak Prima hanya membina atlet elite. Jadi untuk menentukan program harus disesuaikan dengan profil masing-masing atlet. Makanya semua atlet harus melakukan tes kesehatan," kata Ketua Satlak Prima Ahmad Sucipto di sela workshop.

Menurut dia, untuk membina atlet meski sudah masuk level elite tidak bisa dilakukan sendiri namun harus ada juga kerja sama dengan pemangku kepentingan termasuk konsultan. Dengan program yang akan dijalankan ini diharapkan prestasi olahraga Indonesia meningkat.

Dalam workshop yang dihadiri semua perwakilan pengurus pusat/besar cabang olahraga ini juga dihadirkan konsultan olahraga asal Australia yaitu Stephen Bird yang menjelaskan tentang "performance profiling dan prediction". [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

PBSI Putuskan Atlet yang Main Rangkap Mulai 2016

PBSI Putuskan Atlet yang Main Rangkap Mulai 2016

News | Minggu, 29 November 2015 | 02:42 WIB

Pelatnas PBSI Berjanji Adil Gunakan Hak Istimewa Olimpiade

Pelatnas PBSI Berjanji Adil Gunakan Hak Istimewa Olimpiade

News | Sabtu, 28 November 2015 | 22:47 WIB

Ahok Tawarkan PBSI Kelola GOR di Jakarta

Ahok Tawarkan PBSI Kelola GOR di Jakarta

News | Kamis, 12 November 2015 | 20:44 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×