Polda Papua Tutup Sejumlah Akses Jalan Kaburnya Narapidana

Arsito Hidayatullah

Minggu, 10 Januari 2016 | 00:21 WIB
Polda Papua Tutup Sejumlah Akses Jalan Kaburnya Narapidana
Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw (tengah) saat laporan pilkada serentak via teleconference, Rabu (9/12/2015) lalu, di Distrik Towe, Kabupaten Keerom, Papua. [Antara/Indrayadi]

Suara.com - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw mengatakan, pihaknya telah menutup sejumlah akses jalan yang dicurigai akan digunakan oleh belasan narapidana atau tahanan yang lari dari Lapas Klas IIA Abepura pada Jumat (8/1) pagi.

"Tim (personil Polri dan TNI) di lapangan fokus untuk menutup sejumlah akses jalan, termasuk di Koya, Distrik Muara Tami menuju perbatasan RI-PNG bagi napi yang kabur itu," katanya usai mengikuti perayaan ibadah Natal bersama keluarga Polda Papua di GOR Cenderawasih, Kota Jayapura, Sabtu malam.

Ia menjelaskan ada dua jalan yang diduga bisa digunakan oleh para narapidana tersebut untuk mencapai daerah perbatasan RI-PNG.

"Pertama melalui jembatan Muara Tami lalu belok Koya Koso atau mereka (narapidana) bisa langsung lurus kearah perbatasan, namun sebelum sampai tujuan mereka belok ke sejumlah jalan alternatif, biasanya ada," katanya.

Namun, kata dia, akses jalan tersebut sudah ditutup oleh rekan-rekan TNI yang ada di perbatasan RI-PNG dan yang berada di Koramil Muara Tami.

"Mereka (TNI) langsung turun pada malam kemarin, saya juga langsung ke perbatasan memimpin dan melihat langsung bersama pasukan Brimob untuk kearah tanggul yang juga diduga bisa dilewati, ini juga langsung ditutup aksesnya," katanya.

Selain itu, kata dia, personil Polri dan TNI ada yang melakukan razia-razia dititik tertentu dan ada yang terus lakukan pengejaran.

"Ini memang cukup meletihkan, tapi anak buah dilapangan punya semangat yang tinggi dan tanggung jawab," katanya.

Mantan Kapolda Papua Barat itu juga mengungkapkan bahwa pengejaran terhadap belasan narapidana itu secara resmi belum diminta oleh Lapas Klas IIA Abepura, tapi pihaknya mempunyai inisiatif.

"Ingat bahwa dalam rangka pengajaran kita belum diminta oleh pihak Lapas Abepura secara resmi dengan surat kepada Polda Papua untuk membantu, tapi kami punya inisiatif dengan langsung ke TKP atau Lapas, dan perintah kepada jajaran untuk membantu pencarian," ungkapnya. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Penjelasan TNI soal Minimnya Kekuatan Militer di Perbatasan

Ini Penjelasan TNI soal Minimnya Kekuatan Militer di Perbatasan

News | Kamis, 07 Januari 2016 | 20:05 WIB

Butuh Dana Rp36,476 Triliun untuk Bangun Jalan Trans Papua

Butuh Dana Rp36,476 Triliun untuk Bangun Jalan Trans Papua

Bisnis | Rabu, 06 Januari 2016 | 23:50 WIB

Tahun Ini Pemerintah akan Bangun Jalur Kereta Api di Papua

Tahun Ini Pemerintah akan Bangun Jalur Kereta Api di Papua

Bisnis | Jum'at, 01 Januari 2016 | 21:16 WIB

Jokowi: 2018, Semua Kabupaten di Papua Dilintasi Jalan Darat

Jokowi: 2018, Semua Kabupaten di Papua Dilintasi Jalan Darat

Bisnis | Kamis, 31 Desember 2015 | 16:33 WIB

Terkini

AI Makin Banyak Dipakai Perusahaan, A10 Siapkan Satu Pusat Kontrol untuk Atur Model dan Biaya

AI Makin Banyak Dipakai Perusahaan, A10 Siapkan Satu Pusat Kontrol untuk Atur Model dan Biaya

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 08:40 WIB

Amerika Keluarkan Peringatan Darurat di Arab Saudi Usai Serangan Rudal Houthi

Amerika Keluarkan Peringatan Darurat di Arab Saudi Usai Serangan Rudal Houthi

News | Senin, 21 September 2026 | 08:35 WIB

Kuliah Makin Mahal, tapi Kenapa Gaji Fresh Graduate Tetap Segitu-gitu Aja?

Kuliah Makin Mahal, tapi Kenapa Gaji Fresh Graduate Tetap Segitu-gitu Aja?

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 08:30 WIB

SMGR Hadapi Banjir Semen, Tata Kelola Jadi Benteng

SMGR Hadapi Banjir Semen, Tata Kelola Jadi Benteng

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 08:26 WIB

Donald Trump Ancam Hancurkan Iran Jelang Pertemuan di Sidang PBB: Mereka Harus Jaga Sikap

Donald Trump Ancam Hancurkan Iran Jelang Pertemuan di Sidang PBB: Mereka Harus Jaga Sikap

News | Senin, 21 September 2026 | 08:24 WIB

Agar Warga Tinggalkan Mobil Pribadi, Tarif LRT Harus Terintegrasi dan Terjangkau

Agar Warga Tinggalkan Mobil Pribadi, Tarif LRT Harus Terintegrasi dan Terjangkau

News | Senin, 21 September 2026 | 08:24 WIB

Spesifikasi dan Harga Helm KYT Elsico, yang Nyaman Buat Perempuan Berhijab

Spesifikasi dan Harga Helm KYT Elsico, yang Nyaman Buat Perempuan Berhijab

Otomotif | Senin, 21 September 2026 | 08:20 WIB

Pengusaha Mau Genjot Ekonomi Daerah, UMKM Dipacu Naik Kelas

Pengusaha Mau Genjot Ekonomi Daerah, UMKM Dipacu Naik Kelas

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 08:19 WIB

Gak Bikin Iritasi! 5 Invisible Acne Patch yang Aman untuk Kulit Sensitif

Gak Bikin Iritasi! 5 Invisible Acne Patch yang Aman untuk Kulit Sensitif

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 08:10 WIB

Harga Emas Berpotensi Dijual Rp2,82 Juta per Gram

Harga Emas Berpotensi Dijual Rp2,82 Juta per Gram

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 08:10 WIB

×