Kronologis Tindakan Intoleransi Terhadap Ahmadiyah Bangka

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Minggu, 24 Januari 2016 | 16:24 WIB
Kronologis Tindakan Intoleransi Terhadap Ahmadiyah Bangka
Suasana demonstrasi kelompok antiAhmadiyah di Bangka. (dokumen JAI Bangka)

Suara.com - Minggu (24/1/2016) jemaat Ahmadiyah di Kabupaten Bangka diminta meninggalkan kampungnya. Mereka tinggal di Kelularan Srimenanti, Kecamatan Sungailiat.

Aksi pemaksaan pengusiran mereka dihadiri Bupati Bangka Tarmizi. Selain itu sekitar 100 orang berdemo di depan sekretariat JAI Bangka.

Salah seorang tim kuasan hukum JAI Bangka, Fitria menceritakan kronologi pengusiran terhadap warga Ahmadiyah itu. Aksi tuntutan itu dimulai sejak pukul 08.30 WIB.

Polisi berdatangan menggunakan sebuah truk dan mobil jenis pick up. Ada juga puluhan tentara yang berjaga. Setelah itu 100 orang yang mengaku warga setempat mulai berdatangan. Demo itu juga dihadiri Kapolres Bangka dan Bupati Bangka Tarmizi.

 Bupati dan Kapolres Bangka kemudian masuk ke sekretariat Jemaat Ahmadiyah Bangka. Mereka disambuut dua pengurus Ahmadiyah setempat, Farid dan Agus.

"Setelah berkenalan bupati langsung menerangkan bahwa masyarakat meminta bupati untuk memfasilitasi kepindahan Anggota Jemaat Ahmadiyah dari Srimenanti ke tempat lain di luar Srimenanti. Bupati menyatakan akan menyediakan tempat yang aman untuk anggota Jemaat Ahmadiyah dan menjamin transportasi ke tempat yang baru," kata Fitria kepada suara.com, Minggu siang.

Dalam perbincangan itu, Bupati Bangka Tarmizi memberi waktu 3 hari perpindahan JAI Bangka. Menanggapi permintaan itu Farid pun mengatakan akan meminta pendapat dari JAI Pusat.

"Bupati menanyakan kapan siap pindah? Pak Farid tetap menjawab akan koordinasi dulu dengan pusat, karena waktu tiga hari itu sangat singkat, karena surat menyurat dengan pusat tidak cukup dalam waktu tiga hari," kata Fitria menirukan obrolan mereka.

 "Bupati menyampaikan bahwa surat menyurat tidak perlu karena sekarang zaman sudah canggih bisa lewat internet, email atau telepon," lanjut Fitria.

Hal yang sama disampaikan Mubaligh JAI Bangka, Syafii Ahmad. JAI Bangka ingin berkoordinasi dengan pengurus pusat selama 1 pekan ke depan.

"Bupati menjawab kalau koordinasi ke pusat itu masih ngambang, pokoknya satu minggu itu sudah harus pindah. Kalau tidak pindah kami tidak menjamin keamanan bapak-bapak di sini," papar Fitria.

Setelah pertemuan itu, Bupati Tarmizi menemui 100-an massa itu. Dia menyerukan jika warga JAI Bangka di Kelularan Srimenanti, Kecamatan Sungailiat akan meninggalkan Srimenanti paling lambat 6 Februari. Massa pun membubarkan diri.

 Hanya saja menurut Syafii pernyataan bupati bertolak belakang dengan keinginan JAI Bangka.

"Pernyataan bupati yang disampaikan kepada massa itu adalah pernyataan yang sepihak bukan sebuah kesepakatan. Karena sejak dalam dialog kami sudah menegaskan bahwa waktu satu minggu itu adalah waktu untuk berkoordinasi dengan pusat," kata Fitria.

Sebelumnya aksi pengusiran warga Ahmadiyah di Srimenanti berdasarkan surat hasil rapat Pemerintah Kabupaten Bangka soal Jemaat Ahmadiyah. Rapat itu digelar 14 Desember tahun lalu. Dalam lembaran surat hasil rapat yang didapatkan suara.com tertulis ada 82 orang yang menghadiri. Di antaranya dari kalangan Nahdalatul Ulama (NU), FKUB Bangka, Muhammadiyah, MUI, pihak Pemkab Bangka, dan pihak kepolisian. Rapat tidak dihadiri Jemaat Ahmadiyah.

 Pertemuan itu menyepakati 4 hal. Di antaranya larangan aktivitas Ahmadiyah di sana. Warga Ahmadiyah pun diminta 'bertaubat' karena dianggap sesat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kiat Jelaskan Perbedaan Agama di Keluarga ke Anak

Kiat Jelaskan Perbedaan Agama di Keluarga ke Anak

News | Jum'at, 25 Desember 2015 | 17:27 WIB

Natal di Negeri Van Oranje Bersama Sahabat Muslim

Natal di Negeri Van Oranje Bersama Sahabat Muslim

News | Jum'at, 25 Desember 2015 | 16:26 WIB

Kamus Ini Diterbitkan untuk Jaga Kerukunan Umat di Indonesia

Kamus Ini Diterbitkan untuk Jaga Kerukunan Umat di Indonesia

News | Rabu, 02 Desember 2015 | 14:37 WIB

Datuk Sweida, Potret Toleransi Keturunan Raja Kesultanan Deli

Datuk Sweida, Potret Toleransi Keturunan Raja Kesultanan Deli

News | Selasa, 24 November 2015 | 06:34 WIB

Menag: Tolerasi Adalah Menghormati Tanpa Abaikan Keyakinan

Menag: Tolerasi Adalah Menghormati Tanpa Abaikan Keyakinan

News | Jum'at, 20 November 2015 | 05:45 WIB

Kemenag: Pendidikan Islam Indonesia Paduan Nilai Barat-Timteng

Kemenag: Pendidikan Islam Indonesia Paduan Nilai Barat-Timteng

News | Rabu, 04 November 2015 | 16:56 WIB

MUI Minta Pertahankan Toleransi Beragama di Manokwari

MUI Minta Pertahankan Toleransi Beragama di Manokwari

News | Minggu, 01 November 2015 | 18:20 WIB

Belajar dari Kerukunan Beragama di Maluku

Belajar dari Kerukunan Beragama di Maluku

News | Minggu, 18 Oktober 2015 | 14:44 WIB

MUI: Kerukunan Beragama di Indonesia Sangat Tinggi

MUI: Kerukunan Beragama di Indonesia Sangat Tinggi

News | Kamis, 15 Oktober 2015 | 01:25 WIB

Ahok Izinkan Ahmadiyah di Tebet Beribadah

Ahok Izinkan Ahmadiyah di Tebet Beribadah

News | Rabu, 15 Juli 2015 | 16:01 WIB

Terkini

Pemprov DKI Dukung PP Tunas, Atur Penggunaan Gawai pada Anak dan Perkuat Literasi Digital

Pemprov DKI Dukung PP Tunas, Atur Penggunaan Gawai pada Anak dan Perkuat Literasi Digital

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 18:27 WIB

Viral! Modus Uang Lewat' di Tanah Abang, Pelaku Palak Pemotor hingga Rp300 Ribu

Viral! Modus Uang Lewat' di Tanah Abang, Pelaku Palak Pemotor hingga Rp300 Ribu

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 18:14 WIB

Siapa Juwono Sudarsono? Profil Menhan Sipil Pertama dan Tokoh Reformis TNI

Siapa Juwono Sudarsono? Profil Menhan Sipil Pertama dan Tokoh Reformis TNI

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 17:20 WIB

Pengembang Game: Proteksi Belum Cukup, Anak Harus Diawasi 24 Jam

Pengembang Game: Proteksi Belum Cukup, Anak Harus Diawasi 24 Jam

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 17:02 WIB

Perang Klaim AS-Iran: Teheran Tepis Kabar Damai yang Digagas Trump

Perang Klaim AS-Iran: Teheran Tepis Kabar Damai yang Digagas Trump

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 16:56 WIB

Kabar Duka, Eks Menhan Juwono Sudarsono Meninggal Dunia di RSPI

Kabar Duka, Eks Menhan Juwono Sudarsono Meninggal Dunia di RSPI

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 16:39 WIB

Waspada Child Grooming, Pengamat Sebut PP Tunas Jadi Senjata Baru Lindungi Anak di Dunia Digital

Waspada Child Grooming, Pengamat Sebut PP Tunas Jadi Senjata Baru Lindungi Anak di Dunia Digital

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 16:32 WIB

PP Tunas Berlaku, Menag Tekankan Fondasi Agama dan Etika untuk Lindungi Anak di Ruang Digital

PP Tunas Berlaku, Menag Tekankan Fondasi Agama dan Etika untuk Lindungi Anak di Ruang Digital

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 16:26 WIB

Krisis Selat Hormuz Memanas, Negara Teluk Siapkan Jalur Alternatif

Krisis Selat Hormuz Memanas, Negara Teluk Siapkan Jalur Alternatif

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 16:12 WIB

Siap-Siap! Besok Puncak Arus Balik Kedua di Kampung Rambutan, 6 Ribu Orang Bakal Tiba di Jakarta

Siap-Siap! Besok Puncak Arus Balik Kedua di Kampung Rambutan, 6 Ribu Orang Bakal Tiba di Jakarta

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 15:30 WIB