Nasib Sopir Taksi, Tak Punya Uang Kalau Cuma Tunggu Perusahaan

Siswanto, Nikolaus Tolen

Selasa, 22 Maret 2016 | 18:27 WIB
Nasib Sopir Taksi, Tak Punya Uang Kalau Cuma Tunggu Perusahaan
Sebagian sopir taksi tidur-tiduran di Monas, seberang Istana Negara, saat demo menuntut tindakan tegas kepada Uber dan Grab Car [suara.com/Nikolaus Tolen]
Nasib sopir taksi konvensional sungguh miris. Pendapatan mereka kian tipis setelah muncul berbagai jenis transportasi berbasis pemesanan via online, terutama kendaraan plat hitam: Grab Car dan Uber.

Di satu sisi, mereka dituntut perusahaan masing-masing untuk memenuhi target setoran yang hampir setiap tahun naik.

Itu sebabnya, hari ini, mereka mogok dan demonstrasi menuntut pemerintah menutup aplikasi Grab Car dan Uber. 
 
Sebagian sopir mengungkapkan perusahaan tempat mereka bekerja terkesan tidak berpihak pada perjuangan mereka dan cenderung membiarkan sopirnya berjuang sendiri.

"Perusahaan memang tidak menyuruh kami karena perusahaan dapat setoran terus setiap hari. Kami kan sistemnya komisi. Sekarang, kalau pendapat kami sehari tidak lebih dari Rp550 ribu, maka kami pulang rumah dengan tangan kosong. Kalau begitu terus, nanti kami kerja hanya untuk perusahaan saja. Kalau tunggu mereka, kapan kami punya uang," kata Andri, salah satu sopir taksi, di tengah aksi di depan pintu utara Monas, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (22/3/2016).
Ketidakberpihakan perusahaan kepada sopir dirasakan Andri. Perusahaan meminta sopir tidak ikut demonstrasi agar setoran tetap lancar. 

"Gila kali itu operator ya, masa sopir taksi yang sedang ikut demo minta segera balik ke posnya atau tidak lanjut kerja. Saya bilang bodoh banget itu operatornya," kata Andri.

Andri mengatakan zaman sekarang untuk orang seperti dirinya tidak leluasa menari kerja. Itu sebabnya, melalui mogok dan unjuk rasa hari ini, diharapkan pemerintah mendengar aspirasi.
"Sekarang lapangan kerja itu sulit sekali. Seperti kami ini, hanya ini saja yang cocok, nanti mau lamar ke tempat lain, kami belum tentu diterima, makanya kami harapkan pemerintah saja, supaya adil," katanya.

Sopir taksi konvensional merasa pemerintah telah mendiskriminasi mereka. Pasalnya, mobil plat hitam seperti Uber dan Grab Car dibebaskan beroperasi dengan sistem online dan mengambil jatah mereka. Padahal, dalam sistem transportasi umum di Indonesia, hanya mobil plat kuning yang boleh beroperasi sebagai angkutan umum, sementara kendaraan plat hitam semata sebagai kendaraan pribadi.

Suara.com - Sejak muncul Uber dan Grab Car di Jakarta sekitar tujuh bulan yang lalu, penghasilan sebagian sopir taksi konvensional menurun drastis. 

Benni Hidayat (40), pengemudi taksi Express, mengatakan sekarang ini penghasilan sehari tidak cukup untuk menafkahi anak dan istri di rumah, bahkan dia sering nunggak setoran.

Padahal, kata dia, sebelum Uber dan Grab Car, paling sedikit, Benny bisa bawa pulang rata-rata 300 ribu rupiah sehari.

"Sengsara kami sekarang mas, ini sejak Uber dan Grab itu muncul, jarang bawa uang pulang, kalaupun bawa, biasanya uang setoran yang tidak kita setor, ngutang ke kantor. Padahal dulu, setidaknya saya bawa pulang 300 ribu rupiah," kata Benni kepada Suara.com di Monas. (Dian Rosmala)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Blue Bird Bantah Sengaja Biarkan Sopir Demo Anarkis

Blue Bird Bantah Sengaja Biarkan Sopir Demo Anarkis

News | Selasa, 22 Maret 2016 | 18:23 WIB

Sopir Taksi Masih Demo, Imbauan Polisi Agar Tak Terjebak Macet

Sopir Taksi Masih Demo, Imbauan Polisi Agar Tak Terjebak Macet

News | Selasa, 22 Maret 2016 | 18:04 WIB

Pemprov DKI Tak Main-main, Ini Surat Edaran Buat Para Bos Taksi

Pemprov DKI Tak Main-main, Ini Surat Edaran Buat Para Bos Taksi

News | Selasa, 22 Maret 2016 | 17:47 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×