Mabes Polri: Dulu, Keluarga Siyono Tolak Autopsi

Siswanto, Welly Hidayat

Selasa, 05 April 2016 | 17:21 WIB
Mabes Polri: Dulu, Keluarga Siyono Tolak Autopsi
Kepala Divisi Humas Markas Besar Polri Inspektur Jenderal Anton Charliyan menjelaskan kenapa jenazah Siyono (34) tidak diautopsi setelah meninggal dunia. [suara.com/Welly Hidayat]

Suara.com - Kepala Divisi Humas Markas Besar Polri Inspektur Jenderal Anton Charliyan menjelaskan kenapa jenazah Siyono (34) tidak diautopsi setelah meninggal dunia. Siyono, warga Dukuh Brengkungan, Desa Pogung, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, meninggal dunia setelah dibawa anggota Densus 88 Antiteror, pada Rabu (9/3/2016) lalu. Ketika itu, dia dicurigai anggota jaringan teroris.

Anton mengatakan ketika itu keluarga dan tokoh masyarakat setempat menolak autopsi terhadap jenazah Siyono.

"Tidak autopsi saat itu karena keluarga dan masyarakat sekitar, bahkan pak lurah tempat tinggal Siyono tidak inginkan autopsi, termasuk orang tuanya, bahkan termasuk istrinya. Bahkan istrinya menyerahkan urusan autopsi ke orangtuanya," kata Anton di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (5/4/2016).

Kemudian, Anton menunjukkan surat yang berisi lima pernyataan dari keluarga Siyono, salah satunya tidak setuju autopsi. Surat tersebut ditandatangani oleh orangtua Siyono, Marso Diyono.

Anton menyayangkan opini yang berkembang seolah-olah polisi yang tak setuju dengan autopsi.

Menurut Anton pernyataan kakak Siyono menolak autopsi juga terekam di video.

"Bertanya jangan hanya pada isterinya (Suratmi) saja. Kepada pak lurah di sana. Persyaratan autopsi ada persetujuan keluarga. Di RS keluarga sudah mengetahui bagaimana kondisi Siyono. Sekarang dibuka lagi dan autopsi, dan ternyata tidak ada luka tembak," ujar Anton.

Berikut isi lima pernyataan keluarga Siyono yang ditandatangani Marso Diyono :

Satu, menerima dengan ikhlas atas kematian almarhum. Dua, tidak menuntut secara hukum atas kematian almarhum. Tiga, tidak menerima atau menunjuk pengacara atau bantuan hukum dari pihak manapun atas kematian almarhum dan tidak akan melakukan upaya hukum. Empat, tidak mengizinkan atau tidak mau adanya autopsi terhadap almarhum oleh pihak manapun. Lima, saya dan keluarga akan konsentrasi untuk melakukan doa atas meninggalnya almarhum dan tidak akan menerima tamu dari manapun yang berkaitan dengan meninggalnya anak saya.

Belakangan, istri Siyono, Suratmi, bertekad untuk mencari keadilan. Suratmi ikhlas kalau nanti diusir aparat desa dari kampung halaman gara-gara berjuang mengungkap sebab kematian suami. Dia minta bantuan organisasi Muhammadiyah untuk mengusut.

"Saya sampaikan ke Bu Suratmi, jawabnya begini, 'Mas Dahnil, saya sedang mencari keadilan dan saya menitip usaha saya kepada Muhamadiyah. Kalaupun dalam usaha saya, saya harus terusir bumi Allah itu luas. Jadi Bu Suratmi menyatakan autopsi harus dilakukan untuk mencari keadilan.' Muhammadiyah menyambut baik dengan ikhlas dan bulat menampung dan menanggung keluarga Siyono jika diusir dari kampung halamannya," kata ujar Ketua Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Penjelasan Polri soal Status dan Kematian Siyono

Penjelasan Polri soal Status dan Kematian Siyono

News | Selasa, 05 April 2016 | 16:46 WIB

Siyono Tewas Usai Dijemput Densus, Ini Kekhawatiran Pimpinan DPR

Siyono Tewas Usai Dijemput Densus, Ini Kekhawatiran Pimpinan DPR

News | Selasa, 05 April 2016 | 15:46 WIB

Siyono Tewas Usai Dijemput Densus, Ulama: Densus Perlu Diaudit

Siyono Tewas Usai Dijemput Densus, Ulama: Densus Perlu Diaudit

News | Senin, 04 April 2016 | 16:39 WIB

Siyono Tewas Usai Dijemput Densus, Polisi Jangan Tutup Telinga

Siyono Tewas Usai Dijemput Densus, Polisi Jangan Tutup Telinga

News | Minggu, 03 April 2016 | 14:29 WIB

Terkini

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Sport | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:17 WIB

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Surakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:06 WIB

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:36 WIB

×