Kontras Nilai Rekonsiliasi untuk Melindungi Penjahat HAM

Pebriansyah Ariefana

Senin, 11 April 2016 | 10:18 WIB
Kontras Nilai Rekonsiliasi untuk Melindungi Penjahat HAM
Ilustrasi Hak Asasi Manusia (Shutterstock)

Suara.com - Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) menilai langkah rekonsiliasi terhadap pelaku kasus pelanggaran HAM masa lalu adalah upaya menyangkal kejahatan. Ini juga untuk melindungi penjahat HAM.

"Tawaran rekonsiliasi adalah sebagai upaya untuk menyangkal kejahatan dan melindungi para penjahat," ujar Kepala Divisi Pemantauan Impunitas Kontras Feri Kusuma di Jakarta, Senin (11/4/2016).

Feri menyampaikan saat ini, segelintir pihak-pihak yang menikmati kekuasaan di bawah pemerintahan Jokowi menawarkan rekonsiliasi tanpa proses hukum terhadap para pelaku sebagai solusi penyelesaian.

Menurut dia, tidak akan mungkin terjadi rekonsiliasi selama orang-orang bersalah tidak mengakui kesalahannya.

Kontras berharap Presiden Jokowi tidak menjauh dari cita-cita menghapus impunitas dan menyelesaikan kasus-kasus pelanggaran HAM masa lalu secara berkeadilan.

"Saatnya Presiden Jokowi membuktikan komitmennya menegakkan keadilan berbasis kebenaran," kata dia.

Feri menegaskan para penjahat kemanusiaan pantas disebut sebagai teroris, lantaran telah membunuh orang-orang dan menciptakan penderitaan dan traumatik bagi para korban serta keluarganya.

Sebelumnya pemerintah membuka kemungkinan menyelesaikan kasus pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang tergolong berat melalui pendekatan rekonsiliasi. Dengan demikian, penyelesaiannya tidak melalui jalur hukum atau yudisial. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dilarang, Pemutaran Film 'Pulau Buru' Pindah ke Komnas HAM

Dilarang, Pemutaran Film 'Pulau Buru' Pindah ke Komnas HAM

News | Rabu, 16 Maret 2016 | 14:33 WIB

Polisi Larang Pemutaran Film 'Pulau Buru'

Polisi Larang Pemutaran Film 'Pulau Buru'

News | Rabu, 16 Maret 2016 | 14:14 WIB

West Ham United Tahan Imbang MU di Old Traford

West Ham United Tahan Imbang MU di Old Traford

Bola | Senin, 14 Maret 2016 | 05:00 WIB

Terkini

Markas Judi Superketat di Malaysia Digerebek: 9 WNI Ikut Diciduk, 7 Paspor Indonesia Disita

Markas Judi Superketat di Malaysia Digerebek: 9 WNI Ikut Diciduk, 7 Paspor Indonesia Disita

News | Senin, 21 September 2026 | 14:35 WIB

Viral Aksi Tak Senonoh Dua Pria di Perbukitan Purasari, Polres Bogor Amankan Pelaku

Viral Aksi Tak Senonoh Dua Pria di Perbukitan Purasari, Polres Bogor Amankan Pelaku

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 14:34 WIB

Hujan Guyur Pekanbaru yang Tengah Dikepung Kabut Asap

Hujan Guyur Pekanbaru yang Tengah Dikepung Kabut Asap

Riau | Senin, 21 September 2026 | 14:33 WIB

Hasil Ekshumasi Sutrimo Diumumkan Pekan Ini!

Hasil Ekshumasi Sutrimo Diumumkan Pekan Ini!

News | Senin, 21 September 2026 | 14:32 WIB

Badai Dujuan Sapu Pesisir Jepang Hingga Lumpuhkan Penerbangan dan Kereta Api

Badai Dujuan Sapu Pesisir Jepang Hingga Lumpuhkan Penerbangan dan Kereta Api

News | Senin, 21 September 2026 | 14:31 WIB

Nusron Wahid Buka Suara Soal Isu Mundur dari Kepengurusan Golkar, Begini Katanya

Nusron Wahid Buka Suara Soal Isu Mundur dari Kepengurusan Golkar, Begini Katanya

News | Senin, 21 September 2026 | 14:31 WIB

Saat Pakar Disebut 'Goblok': Mengapa Pemimpin Negara Harus Berbicara Berbasis Data?

Saat Pakar Disebut 'Goblok': Mengapa Pemimpin Negara Harus Berbicara Berbasis Data?

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 14:31 WIB

Merangkul Keragaman dengan Komedi di Buku Pahlawan Tanpa Tanda Tangan

Merangkul Keragaman dengan Komedi di Buku Pahlawan Tanpa Tanda Tangan

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 14:30 WIB

Cara Hitung Weton Jodoh Berdasarkan Hari dan Pasaran, Lengkap Artinya

Cara Hitung Weton Jodoh Berdasarkan Hari dan Pasaran, Lengkap Artinya

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 14:29 WIB

AS Mendadak Hentikan Serangan ke Iran, Harga Minyak Langsung Turun?

AS Mendadak Hentikan Serangan ke Iran, Harga Minyak Langsung Turun?

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 14:28 WIB

×