Akhirnya, Pembocor Dokumen "Panama Papers" Buka Suara

Ruben Setiawan

Sabtu, 07 Mei 2016 | 15:12 WIB
Akhirnya, Pembocor Dokumen "Panama Papers" Buka Suara
Kantor Mossack Fonseca di Panama City, Panama. (Reuters)

Suara.com - Selama ini, identitas sosok pembocor dokumen "Panama Papers" yang mengungkap 'borok' keuangan kepala negara dan pejabat-pejabat publik di seluruh dunia tak pernah diungkap. Namun, baru-baru ini, si pembocor, masih dengan identitas yang dirahasiakan, buka suara soal alasannya membocorkan dokumen milik firma hukum Panama, Mossack Fonseca.

Melalui sebuah kolom artikel di surat kabar Jerman Suddeutsche Zeitung, sang "whistleblower" memberi penjelasan seputar "Panama Papers". Seperti diketahui, Suddeutsche Zeitung merupakan media jurnalisme pertama yang memuat dokumen rahasia tersebut sebelum akhirnya diteruskan kepada Komite Jurnalis Investigasi Internasional (ICIJ). Dirinya pun bersikeras bahwa ia dan pihaknya bukan mata-mata untuk negara manapun.

"Ketimpangan pendapatan adalah salah satu isu paling menonjol dewasa ini. Itu berdampak pada kita, juga dunia," katanya.

"Perusahaan cangkang (shell companies) kerapkali dikaitkan dengan kejahatan pengemplangan pajak, namun "Panama Papers" menguak fakta di balik bayang-bayang keraguan bahwa, meski perusahaan cangkang tidaklah ilegal secara definisi, namun perusahaan-perusahaan semacam ini dimanfaatkan untuk melakukan beragam kejahatan serius, lebih dari sekedar mengemplang pajak," lanjutnya.

"Saya memutuskan untuk membongkar Mossack Fonseca karena saya pikir para pendiri, karyawan, dan kliennya harus menjawab peran mereka dalam kejahatan ini, yang mana hanya sebagian yang terungkap sejauh ini. Ini akan memakan waktu bertahun-tahun, bahkan berpuluh-puluh tahun, untuk membongkar seluruh kebusukan firma tersebut," tambahnya.

Si pembocor rahasia juga mengkritisi profesi praktisi hukum secara keseluruhan. Ia menyebut, para praktisi hukum membantu Mossack Fonseca mendirikan ribuan perusahaan cangkang di negara-negara surga pajak, yakni negara yang memberlakukan pajak kecil, bahkan sama sekali tidak membebankan pajak.

Dirinya bersikeras, keputusan membagi dokumen rahasia tersebut kepada Suddeutsche Zeitung dan ICIJ tidak memiliki motif politik. Iapun menegaskan, tidak bekerja untuk pemerintahan maupun badan intelijen negara manapun.

Seperti diketahui, banyak sekali nama besar yang terseret dokumen "Panama Papers". Tak hanya Perdana Menteri Islandia, Sigmundur Gunnlaugsson, yang mundur setelah diketahui memiliki kekayaan di negara surga pajak, atau nama sejumlah rekan Presiden Rusia Vladimir Putin, sejumlah nama pejabat Republik Indonesia pun ikut tercantum dalam "Panama Papers", termasuk Menteri Koordinator Politik Hukum, Keamanan Luhut Pandjaitan, dan Ketua BPK Harry Azhar, serta sejumlah pengusaha kaya tanah air. (Independent)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

Dua Karung Tepung Jadi Mahar, Gadis Gaza 14 Tahun Dipaksa Nikah Demi Tidak Kelaparan

Dua Karung Tepung Jadi Mahar, Gadis Gaza 14 Tahun Dipaksa Nikah Demi Tidak Kelaparan

News | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

Eko Yuli Gagal Raih Medali di Asian Games 2026, Belum Mau Menyerah: Bidik Olimpiade 2028

Eko Yuli Gagal Raih Medali di Asian Games 2026, Belum Mau Menyerah: Bidik Olimpiade 2028

Sport | Kamis, 24 September 2026 | 21:54 WIB

Enam Dekade Menunggu, UU Reforma Agraria Disahkan: Akankah Tanah Kembali ke Petani?

Enam Dekade Menunggu, UU Reforma Agraria Disahkan: Akankah Tanah Kembali ke Petani?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:48 WIB

Tak Hanya Sopir, Pelaku Usaha Juga Dapet Sanksi Jika Truk Langgar ODOL

Tak Hanya Sopir, Pelaku Usaha Juga Dapet Sanksi Jika Truk Langgar ODOL

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:44 WIB

×