Cuaca Ekstrem Bayangi Tradisi Sambut Ramadan

Esti Utami

Minggu, 05 Juni 2016 | 08:45 WIB
Cuaca Ekstrem Bayangi Tradisi Sambut Ramadan
Tradisi balimau menyambut Ramadan. (Antara)

Suara.com - Masyarakat Sumatera Barat yang melaksanakan tradisi "Balimau" untuk menyambut Ramadan diimbau mewaspadai perubahan cuaca yang bisa terjadi secara mendadak.

"Informasi dari BMKG, cuaca saat ini sangat ekstrem dan bisa berubah secara tiba-tiba. Hal ini bisa mengancam keselamatan masyarakat yang melaksanakan balimau di pantai atau sungai. Kami imbau semuanya untuk waspada," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar Zulfiatno, di Padang, Minggu (5/6/2016).

Menurutnya, warga yang melaksanakan tradisi "Balimau" di laut diminta mewaspadai gelombang tinggi yang bisa muncul tiba-tiba. Begitupula dengan warga yang melaksanakan "balimau" di aliran sungai.

"Tetap waspadai kemungkinan air sungai tiba-tiba meluap karena hujan di hulu," katanya lagi.

Ia mengungkapkan, pihaknya juga telah meminta BPBD kabupaten/kota untuk menginventarisasi personel, peralatan dan data lokasi rawan bencana untuk memberikan rasa aman pada warga yang melaksanakan Balimau.

BPBD kabupaten dan kota, menurutnya, juga diminta untuk merapatkan barisan dengan relawan kebencanaan yang ada di setiap daerah karena peranan mereka sangat dibutuhkan dalam mengontrol para pengunjung agar tak melakukan hal yang membahayakan dirinya, dan orang lain saat "Balimau" itu.

Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Ketaping Padang Pariaman Budi Samiaji menyampaikan saat ini terjadi perubahan cuaca yang sangat ektrem, seperti angin kencang dapat datang tiba-tiba, termasuk gelombang laut yang cukup tinggi.

"Angin kencang dan hujan lebat ini kemungkinan masih akan terjadi hingga 10 hari pertama di bulan Juni. Sekarang musim peralihan, jadi cuaca kadang tak menentu dan perlu kesiapsiagaan masyarakat," imbuhnya.

Ia menjelaskan, angin kencang tersebut kemungkinan berada pada kisaran kecepatan 10-20 knot atau 20-30 kilometer per jam.

"Balimau" merupakan tradisi warga Sumbar dalam menyambut Ramadan. Selain diartikan untuk saling bermaaf-maafan, sebagian warga juga mengartikannya secara harfiah, yaitu membasahi tubuh dari kepala hingga kaki dengan air.

Saat pelaksanaan tradisi tersebut, objek wisata air seperti laut, danau dan sungai sangat ramai dikunjungi warga Sumbar satu hari menjelang puasa Ramadan. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal

Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?

Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:56 WIB

Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan

Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:38 WIB

Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim

Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:16 WIB

Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman

Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:06 WIB

Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus

Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:39 WIB

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:11 WIB

Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027

Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027

Bola | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!

Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!

Video | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:05 WIB

×