Setelah Hakim PN Bengkulu, Giliran Bupati Bengkulu Dilaporkan

Dythia Novianty, Nikolaus Tolen

Senin, 06 Juni 2016 | 15:59 WIB
Setelah Hakim PN Bengkulu, Giliran Bupati Bengkulu Dilaporkan
Lembaga Swadaya Masyarakat Solidaritas Nasional Anti Korupsi dan Makelar Kasus bersama dengan masyarakat Bengkulu, mendatangi Gedung KPK di Jakarta, Senin (6/6/2016). [Suara.com/Nikolaus Tolen]

Suara.com - Lembaga Swadaya Masyarakat Solidaritas Nasional Anti Korupsi dan Makelar Kasus bersama dengan masyarakat Bengkulu, mendatangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi pada Senin(6/6/2016) siang untuk melaporkan Bupati Kabupeten Lebong, Propinsi Bengkulu, Rosjonsyah Sahaili. Diduga, Sahili dan beberapa oknum perangkat daerah terlibat dalam penyalahgunaan anggaran pada Tahun 2013 -2016.

"Kami meminta KPK untuk segera memanggil dan memeriksa Bupati Kabupaten Lebong, Rosjonsyah Sahili, karena berdasarkan hasil audit investigasi Badan Pemeriksa Keuangan, telah terjadi dugaan korupsi melalui praktek mafia anggaran tahun 2013 hingga 2015," kata Kepala Divisi Bidang Hukum SNAK Markus, Romadhon Tri Saputra di Gedung KPK Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, bahwa pihaknya juga telah menemukan bahwa ada dugaan korupsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Lebong. Dan mengenai hal tersebut, sudah dilaporkan ke pihak Kepolisian dan Kejaksaan dan menahan dua orang, yaitu Adan Ferdinan, Kepala Bidang Bina Marga dan Hisbuan Alis dari pihak ketiga. Namun, keduanya dilepas kembali setelah 21 hari ditahan.

"Ini menunjukkan adanya permainan dari pihak penegak hukum di Propinsi Bengkulu," katanya.

Oleh karena itu, dia berharap, agar penangkapan kedua hakim Pengadilan Tipikor Bengkulu oleh KPK dapat membuka kebobrokan penegak hukum dengan pemerintah dan semua orang yang sedang bermasalah.

Dia pun menambahkan, Bupati juga telah menyelewengkan penggunaan dana bantuan sosial sebesar Rp5,3 miliar. Selain itu, terjadi juga pembengkakan anggaran untuk membangun masjid Agung Kabupaten Lebong sebesar Rp8,8 miliar. Ada juga dana sebesar Rp26,4 miliar untuk pembangunan 10 paket proyek. Namun, pada akhirnya protek tersebut tidak pernah selesai.

"Ada juga pembangunan Rumah sakit umum Kabupaten Lebong sebesar Rp2.334.035.000," kata Romadhon.

Selain itu, kasus lain yang mencuat adalah adanya deposito siluman Tahun anggaran 2014 dan Tahun 2015. Pada tahun, 2014 deposito siluman tersebut senilai Rp60 miliar dan Tahun 2015 sebsar Rp80 miliar.

"Anggaran tersebut terindikasi digunakan untuk kepentingan Pilkada dan tidak ada di tahun-tahun sebelemunya. Bahkan, daerah dirugikan dengan tidak jelasnya bunga yang didapatkan oleh pemerintah daerah," kata Romadhon.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ngotot Demo di Gedung Lama KPK, Ahmad Dhani Dkk Diusir

Ngotot Demo di Gedung Lama KPK, Ahmad Dhani Dkk Diusir

News | Kamis, 02 Juni 2016 | 15:12 WIB

Terkini

Anak Disabilitas Psikososial Alami Hambatan di Sekolah, Apa yang Salah?

Anak Disabilitas Psikososial Alami Hambatan di Sekolah, Apa yang Salah?

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 17:29 WIB

Dugaan Intimidasi Dokter Icha Dilakukan 3-4 Orang, Hasil Investigasi Diserahkan ke Polisi

Dugaan Intimidasi Dokter Icha Dilakukan 3-4 Orang, Hasil Investigasi Diserahkan ke Polisi

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 17:20 WIB

Kemenkes Soroti Lemahnya Sistem Perlindungan Nakes usai Dugaan Intimidasi dr. Icha

Kemenkes Soroti Lemahnya Sistem Perlindungan Nakes usai Dugaan Intimidasi dr. Icha

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 17:12 WIB

Tarif Transjakarta Diusul Rp 5.000, Transjabodetabek Rp 10.000

Tarif Transjakarta Diusul Rp 5.000, Transjabodetabek Rp 10.000

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 17:10 WIB

Bukan yang Pertama! Polisi Duga Ada Korban Penyekapan Lain di Percetakan Senen

Bukan yang Pertama! Polisi Duga Ada Korban Penyekapan Lain di Percetakan Senen

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:56 WIB

Dicap 'Lembek' Kritik Pemerintah, Said Didu: Saya Bukan Terwo!

Dicap 'Lembek' Kritik Pemerintah, Said Didu: Saya Bukan Terwo!

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:41 WIB

Usai Minta Maaf, Om Zein Diminta Komnas Perempuan Perbaiki Cara Pandang soal Perempuan

Usai Minta Maaf, Om Zein Diminta Komnas Perempuan Perbaiki Cara Pandang soal Perempuan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:40 WIB

Dulu Kontraktor Kini 'Gelandangan', Kisah Jafar Ali Setahun Bertahan di Trotoar Depan UNHCR

Dulu Kontraktor Kini 'Gelandangan', Kisah Jafar Ali Setahun Bertahan di Trotoar Depan UNHCR

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:32 WIB

Menhut Raja Juli Soal Pertemuan dengan Bupati Kuansing: Amplop Dikembalikan, Tak Ada Pelepasan Hutan

Menhut Raja Juli Soal Pertemuan dengan Bupati Kuansing: Amplop Dikembalikan, Tak Ada Pelepasan Hutan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:30 WIB

Ibu Hamil Tewas Tertembak di Papua, DPR Minta Diusut Transparan

Ibu Hamil Tewas Tertembak di Papua, DPR Minta Diusut Transparan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:24 WIB

×