YLKI: Vaksin Palsu Pembunuh Generasi Bangsa

Tomi Tresnady, Nikolaus Tolen

Senin, 27 Juni 2016 | 08:32 WIB
YLKI: Vaksin Palsu Pembunuh Generasi Bangsa
Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek menanggapi kasus vaksin palsu buat balita [suara.com/Kurniawan Mas'ud]
Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai perdaran vaksin palsu di Indonesia dapat  membunuh masa depan bangsa. Karenanya, YLKI sangat menyayangkan pembiaran peredaran vaksin palsu selama 13 tahun di Indonesia.
 
YLKI pun mendesak  Kementerian Kesehatan serta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) diminta segera melokalisir peredarannya, apalagi di Rumah Sakit.
 
"Vaksin palsu yang sudah 13 tahun beredar luas, secara tidak langsung sama saja membunuh generasi bangsa," kata Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi melalui pesan singkat, Senin (27/6/2016), 
 
Tulus menyatakan, persoalan ini harus menjadi catatan penting bagi Kemenkes dan BPOM. Menurutnya, beredarnya vaksin palsu sejak tahun 2003 itu merupakan bukti bahwa pengawasan tidak dijalankan secara optimal.
 
"Ini bukti nyata bahwa pengawasan yang dilakukan oleh Kemenkes dan BPOM sangat lemah,  tidak melakukan pengawasan optimal," katanya.
 
Sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Tipideksus) Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri telah menangkap 10 orang pemalsu vaksin tersebut.Atas hal tersebut, Tulus mendesak, aparat memberikan sanksi pada pelaku dengan hukuman seberat-beratnya sesuai dengan aturan yang berlaku. 
 
"Harus ada tindakan hukum yang tegas bagi pelaku dengan hukuman yang menjerakan,"kata Tulus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dokter: Masyarakat Bisa Bedakan Mana Vaksin Palsu

Dokter: Masyarakat Bisa Bedakan Mana Vaksin Palsu

Health | Senin, 27 Juni 2016 | 05:33 WIB

Beredar Vaksin Palsu, Ibu-ibu Selektif Pilih Rumah Sakit

Beredar Vaksin Palsu, Ibu-ibu Selektif Pilih Rumah Sakit

Health | Minggu, 26 Juni 2016 | 15:17 WIB

IDAI Imbau Orangtua Dapatkan Vaksin di Fasilitas Kesehatan Resmi

IDAI Imbau Orangtua Dapatkan Vaksin di Fasilitas Kesehatan Resmi

Health | Minggu, 26 Juni 2016 | 15:01 WIB

Ini Lima Merek Dagang Vaksin yang Sering Dipalsukan

Ini Lima Merek Dagang Vaksin yang Sering Dipalsukan

Health | Minggu, 26 Juni 2016 | 13:38 WIB

Beredar Vaksin Palsu, Para Ibu Kesal Pemerintah Kebobolan

Beredar Vaksin Palsu, Para Ibu Kesal Pemerintah Kebobolan

News | Minggu, 26 Juni 2016 | 13:15 WIB

KPAI Minta Pelaku Vaksin Palsu Dihukum Seberat-beratnya

KPAI Minta Pelaku Vaksin Palsu Dihukum Seberat-beratnya

News | Sabtu, 25 Juni 2016 | 18:56 WIB

Kemenkes Sebut Belum Ada Laporan Dampak Vaksin Palsu

Kemenkes Sebut Belum Ada Laporan Dampak Vaksin Palsu

News | Sabtu, 25 Juni 2016 | 16:28 WIB

Masuk Kejahatan Kemanusiaan, Pemalsuan Vaksin Harus Dituntaskan

Masuk Kejahatan Kemanusiaan, Pemalsuan Vaksin Harus Dituntaskan

News | Sabtu, 25 Juni 2016 | 13:49 WIB

Unair Siap Bantu Kepolisian Kaji Vaksin Palsu

Unair Siap Bantu Kepolisian Kaji Vaksin Palsu

News | Sabtu, 25 Juni 2016 | 06:32 WIB

BPOM: Pemalsu Vaksin adalah Pemain Lama

BPOM: Pemalsu Vaksin adalah Pemain Lama

News | Jum'at, 24 Juni 2016 | 17:57 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×