Kemenpar Genjot Kunjungan Wisman Timur Tengah

Madinah

Jum'at, 01 Juli 2016 | 00:07 WIB
Kemenpar Genjot Kunjungan Wisman Timur Tengah
Ilustrasi suasana pantai. [shutterstock]

Suara.com - Demi tujuan untuk menggenjot jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dari Timur Tengah, Kementrian Pariwisata (Kemenpar) merumuskan berbagai kebijakan. Salah satunya dengan menggelar kegiatan penyusunan rumusan kebijakan Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria (NSPK) yang dilaksanakan di Hotel Novotel Jakarta pada 21 - 23 Juni 2016, Jakarta, yang dikomandoi oleh Deputi Pengembangan Pasar Eropa, Timur Tengah, Amerika dan Afrika (ETTAA).

“Kami akan berdiskusi lebih detail dalam penyusunan pedoman strategi pencapaian target wisatawan, khususnya pasar Timur Tengah,” ujar Asisten Deputi ETTAA Kemenpar, Nia Niscaya, di Jakarta, baru-baru ini.

Menurut Nia, Timur Tengah merupakan region atau kawasan yang telah difokuskan Indonesia sebagai sasaran promosi wisata. Lantas yang kedua, masih kata Nia, penduduk di Timur Tengah pada beberapa negara sangat didominasi oleh expatriate (tenaga kerja asing) dan penduduk lokal, sehingga diperlukan strategi untuk menggarap segmen ini.

”Diantara negara-negara Timur Tengah, jumlah wisman terbesar berasal dari Saudi Arabia, yakni sebanyak 80 persen,” ujar perempuan asal Bandung, Jawa Barat ini.

Untuk tujuan tersebut, Nia mengatakan, pihaknya mengundang seluruh internal Kemenpar dari setiap bagian untuk bersedia mengirimkan tiga wakilnya dalam acara yang akan diselenggarakan tersebut. ”Kami akan membahas penyusunan norma, standar, dan pedoman tentang mengapa pasar Timur Tengah menjadi fokus di NSPK,” katanya.

Sementara itu, pihaknya telah menyiapkan beberapa nara sumber yang kompeten dalam upaya pengembangan pariwisata Indonesia, antara lain I Gde Pitana dan Yudi Rifajantoro, yang akan membahas Indonesia dari sudut aksesilibilitas. Ada juga Samsriyono Nugroho, yang akan mempresentasikan tema perkembangan wisatawan wilayah ETTAA ke Indonesia. 

Pada hari kedua akan ada nara sumber dari perusahaan marketing dan public relations, Ogilvy yang akan menjelaskan penerapan aktivasi pemasaran di pasar Timur Tengah. Selain itu, Adi Satria dari Accor Hotels, yang akan menjelaskan tentang penerapan strategi marketing mix untuk pencapaian target wisman Timur Tengah ke Indonesia.

Nia memaparkan, Ogilvy dipilih karena lembaga ini merupakan konsultan pemenang kegiatan public relations pariwisata Indonesia. Sementara, Accor group dipilih karena sudah ada Memorandum of Understanding (MOU) antara Kemenpar dengan Accor, selaku hotel chain internasional (sekelompok hotel yang memiliki nama yang sama secara internasional).

ETTAA sendiri sudah bekerja sama dengan Accor Hotels untuk menggarap pasar Saudi Arabia dan United Arab Emirates (UAE) sejak November 2015, yang dimulai dengan sales mission di Saudi, sales call ke retailers Saudi, hingga Kemenpar diizinkan menaruh banner pariwisata Indonesia di kantor-kantor travel agent di Saudi Arabia.

 “Accor juga melaksanakan famtrip (suatu perjalanan untuk lebih mengenal destinasi wisata) dengan pemilihan peserta yang tepat oleh Accor di Timur Tengah dan menyiapkan kamar gratis bagi peserta famtrip, sementara itu Kemenpar menyiapkan land arrangement (pengurusan segala sesuatunya),” tambah Nia.

Acara ini juga akan mengundang staf khusus menteri bidang infrastruktur pariwisata dan information technology (IT) pariwisata untuk menyusun pedoman bersama, yang diharapkan dapat menjadi panduan bagi strategi pencapain target di masing-masing pasar.

Pada kesempatan lain, Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya menyebut bahwa destinasi halal sudah makin berkembang dengan penuh kesadaran di Tanah Air. Lombok sudah semakin mantap dengan halal tourism dan halal destination (tujuan wisata halal).

"Lalu disusul Sumatera Barat, yang sudah mendapatkan komitmen dari gubernurnya (Irwan Prayitno). Aceh juga sudah mulai konsisten dengan berbagai atraksi dan even yang menjurus pada halal tourism," kata Arief beberapa waktu lalu.

Ketika promosi dan sales mission berlangsung cepat di Timur Tengah, maka destinasi atau produknya harus diperbaiki dan dibenahi. “Pemda sebagai pemilik destinasi akan menerima turis dengan serangkaian manfaat ekonomisnya. Di sinilah dibutuhkan Indonesia incorporated, kerja bareng, bersama-sama membangun pariwisata sesuai dengan porsinya. Ketika ini dilakukan secara simultan, maka potensi untuk sukses tidak akan terbendung," papar Arief.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Begini Cara Kemenpar Gaet Wisatawan Arab ke Indonesia

Begini Cara Kemenpar Gaet Wisatawan Arab ke Indonesia

Lifestyle | Kamis, 28 April 2016 | 08:25 WIB

Kemenpar Dorong Jabar Kembangkan Wisata Halal

Kemenpar Dorong Jabar Kembangkan Wisata Halal

Lifestyle | Kamis, 21 April 2016 | 02:21 WIB

Festival Pesona Tambora 2016: Lombok Sumbawa Kian Mendunia

Festival Pesona Tambora 2016: Lombok Sumbawa Kian Mendunia

Lifestyle | Senin, 11 April 2016 | 00:00 WIB

Terkini

Dorong Mitigasi Bencana Jabar, Iwan Suryawan Minta Kalkulasi Anggaran Realistis dan Nyata

Dorong Mitigasi Bencana Jabar, Iwan Suryawan Minta Kalkulasi Anggaran Realistis dan Nyata

Jabar | Kamis, 01 Oktober 2026 | 00:57 WIB

Bantu UMKM Hadapi Biaya Operasional Membengkak, Toco Academy Bagikan Strategi Pecah Telur di Bogor

Bantu UMKM Hadapi Biaya Operasional Membengkak, Toco Academy Bagikan Strategi Pecah Telur di Bogor

Jabar | Kamis, 01 Oktober 2026 | 00:45 WIB

Mengenal Praktik Bisnis Hijau: Tren Gaya Hidup Berkelanjutan yang Kini Merambah Dunia Industri

Mengenal Praktik Bisnis Hijau: Tren Gaya Hidup Berkelanjutan yang Kini Merambah Dunia Industri

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 23:57 WIB

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

News | Rabu, 30 September 2026 | 23:12 WIB

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 22:41 WIB

Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat

Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat

Sumsel | Rabu, 30 September 2026 | 22:34 WIB

Peringatan G30S di Medan, Masyarakat Sipil Soroti Pelanggaran HAM-MBG

Peringatan G30S di Medan, Masyarakat Sipil Soroti Pelanggaran HAM-MBG

Sumut | Rabu, 30 September 2026 | 22:20 WIB

JALA PRT Soroti Pengajuan JR UU PPRT, Minta Pemohon Pahami Proses Pembentukan UU

JALA PRT Soroti Pengajuan JR UU PPRT, Minta Pemohon Pahami Proses Pembentukan UU

News | Rabu, 30 September 2026 | 22:15 WIB

×