Buntut Penembakan Warga Kulit Hitam, 5 Polisi Dallas Tewas

Ruben Setiawan | Suara.com

Sabtu, 09 Juli 2016 | 00:40 WIB
Buntut Penembakan Warga Kulit Hitam, 5 Polisi Dallas Tewas
Kepolisian Minnesota berjaga di aksi demo menentang penembakan warga kulit hitam oleh polisi. (Reuters)

Suara.com - Lima petugas kepolisian Dallas, Amerika Serikat, pada Jumat (8/7/2016), tewas sementara enam lainnya luka-luka dalam unjuk rasa memprotes penembakan yang menewaskan dua lelaki kulit hitam oleh polisi di Oakland, pekan ini. Pelaku penembak polisi belum teridentifikasi.

Polisi menahan tiga orang sesudah penyergapan penembakan pada Kamis malam, yang polisi gambarkan direncanakan dan dilaksanakan dengan hati-hati.

Polisi berada dalam kebuntuan berkepanjangan hingga Jumat pagi dengan tersangka lain di garasi pusat kota, tempat terjadi baku tembak, kata pejabat.

Pejabat Gedung Putih berbicara dengan Wali Kota Dallas Mike Rawlings tentang penembakan itu, yang mengubah pusat kota salah satu kota terbesar Amerika Serikat itu menjadi tempat besar sebaran kejahatan dan membuka sepanjang jalan tempat perusahaan besar, rumah makan dan gedung pengadilan.

Presiden Barack Obama, yang mengunjungi Polandia, diberi tahu, kata juru bicara.

Belum ada keterangan tentang alasan serangan penembak gelap di unjuk rasa pusat kota itu, salah satu dari yang banyak diadakan di kota besar di seluruh Amerika Serikat pada Kamis.

Polisi New York melakukan lebih dari selusin penangkapan pada Kamis malam, sementara pengunjuk rasa secara singkat menutup salah satu jalan utama Chicago.

Kepala polisi Dallas, David Brown, menyatakan penembak itu, beberapa di ketinggian, menggunakan senapan penembak gelap dalam menyasar petugas dalam yang tampaknya serangan tergalang.

"Mereka bekerja dengan senapan, segitiga di ketinggian di titik berbeda di pusat kota tempat unjuk rasa berakhir," kata Brown dalam jumpa pers, dengan menambahkan bahwa satu warga juga terluka.

"Ini menjadi malam mengerikan. Kami dengan sedih melaporkan bahwa petugas kelima meninggal," kata polisi Dallas di Twitter.

Terburuk Wali Kota Rawlings menyarankan warga menjauh pada Jumat pagi saat polisi menyisir daerah tempat wilayah luas dikepung dan pengangkutan dihentikan. Pejabat pusat juga menghentikan lalu lintas udara niaga daerah itu ketika helikopter polisi melayang di atas tempat tersebut.

"Mimpi terburuk kami terjadi," kata wali kota itu, "Ini adalah saat memilukan bagi kota Dallas." Daerah kota besar Dallas-Fort Worth adalah salah satu tempat terpadat di negara itu dan ditinggali lebih dari tujuh juta orang.

Penggunaan kekerasan oleh polisi terhadap warga Amerika Serikat-Afrika di kota dari Ferguson, Missouri, ke Baltimore sampai New York memicu unjuk rasa, yang kadang-kadang keras, dalam dua tahun belakangan dan melahirkan gerakan Masalah Nyawa Hitam.

Kemarahan melonjak ketika petugas terlibat dalam kejadian seperti itu dibebaskan dalam pengadilan atau tidak diperkarakan sama sekali.

Penembakan itu terjadi saat unjuk rasa sebagian besar damai terjadi di seluruh Amerika Serikat sesudah penembakan Philando Castile, 32, oleh polisi di dekat St. Paul, Minnesota, Rabu malam. Pacarnya menayangkan video langsung adegan berdarah itu di Internet beberapa menit sesudahnya, yang ditonton secara luas.

Tersangka dalam ketegangan Texas itu mengatakan kepada polisi bahwa akhirnya datang dan lebih banyak polisi akan terluka dan tewas.

Brown mengatakan, tersangka itu juga mengatakan kepada polisi bahwa ada bom di semua tempat di garasi tersebut dan pusat kota.

Polisi mengatakan menanyai dua penumpang Mercedes, yang mereka berhentikan setelah kendaraan itu melesat di jalan pusat kota dengan seorang pria melemparkan tas disamarkan ke bagian belakang mobil itu. Seorang wanita juga ditahan di dekat garasi tempat kebuntuan itu berlangsung.

"Kami sangat berhati-hati dalam bertindak agar tidak melukai petugas kami atau menempatkan mereka dalam bahaya. Kami belum sepenuhnya nyaman dengan semua tersangka tertangkap," kata Brown.

"Kami terbuka bagi setiap alasan tentang mengapa ini terjadi dan bagaimana itu terjadi," kata Brown.

Rawlings kemudian mengunjungi yang terluka di rumah sakit Parkland, rumah sakit sama tempat Presiden John F Kennedy dilarikan sesudah ditembak di Dallas pada November 1963.

Tayangan televisi menunjukkan kehadiran besar polisi, dengan petugas berlindung di balik kendaraan di jalan.

Salah satu petugas tewas diketahui bernama Brent Thompson, 43, petugas di Angkutan Cepat Daerah Dallas. (Antara/Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah

Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:25 WIB

Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis

Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:21 WIB

Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan

Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:15 WIB

4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!

4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:08 WIB

Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran

Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:02 WIB

Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris

Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:00 WIB

Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah

Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:55 WIB

Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya

Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:49 WIB

Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?

Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:30 WIB

Sempat Ribut dengan Trump, Presiden Kolombia Dituduh AS Terima Dana dari Kartel Narkoba

Sempat Ribut dengan Trump, Presiden Kolombia Dituduh AS Terima Dana dari Kartel Narkoba

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:15 WIB