SMRC Sebut Isu Sara Hanya Berpengaruh Pada Ekstrem Minoritas

Adhitya Himawan, Ummi Hadyah Saleh

Kamis, 21 Juli 2016 | 18:38 WIB
SMRC Sebut Isu Sara Hanya Berpengaruh Pada Ekstrem Minoritas
Jumpa pers hasil rilis survei SMRC bertema Pemilih DKI dan Kinerja Petahana jelang Pilkada DKI 2017 mendatang di Jakarta, Kamis (21/7/2016) [Suara.com/Ummi Hadayh Saleh]

Direktur program lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Sirojudin Abbas menyebut isu SARA juga menjadi salah satu pertanyaan yang diberikan kepada responden.

Hal tersebut diungkapkan Sirojudin dalam jumpa pers hasil rilis survei yang bertema Pemilih DKI dan Kinerja Petahana jelang Pilkada DKI 2017 mendatang, di Kantor SMRC, Jalan  Cisadane, Cikini, Jakarta, Kamis (21/7/2016).

"Survei juga menguji seberapa penting isu SARA dalam kontestasi Gubernur DKI Jakarta. Mayoritas pemilih Jakarta cukup moderat dalam memandang asal usul agama dan etnik ketika menentukan dukungan terhadap calon gubernur,"ujar Sirojudin di Kantor SMRC, Jalan  Cisadane, Cikini, Jakarta, Kamis (21/7/2016).

Saat dilakukan survei soal SARA , penilaian masyarakat Jakarta terhadap calon gubernur petahana Basuki Thajaja Purnama atau Ahok turun. Menurutnya, mayoritas warga Jakarta beragama Islam.

"Dalam isu agama (muslim tidak boleh dipimpin oleh nonmuslim) dan etnis (etnis minoritas tidak boleh dipimpin oleh etnis mayoritas), cukup berpengaruh kepada Ahok. Semakin orang setuju dengan pandangan tersebut, maka semakin rendah dukungan kepada Ahok," ucapnya.

Meski demikian, masih ada pihak-pihak ekstrim yang setuju isu tersebut bisa mengalahkan Ahok.

"Namun yang penting dicatat, hanya yang ekstrim, yaitu yang menyatakan sangat setuju dengan pendapat tersebut bisa mengalahkan Ahok. Dan yang ekstrim tersebut cenderung mendukung Yusril Ihza Mahendra,"imbuh Sirojudin.

Dalam hasil survei SMRC, pihaknya menanyakan kepada responden terkait pandangan atau keyakinan, bahwa orang Islam tidak boleh dipimpin oleh orang yang beragama bukan Islam dalam sebuah pemerintahan seperti DKI Jakarta. Meskipun Indonesia walaupun  Indonesia atau DKI Jakarta bukan negara atau provinsi Islam melainkan negara atau provinsi berasas Pancasila dan UUD 45.

"Seberapa setuju dengan pandangan atau keyakinan itu, 48 persen responden menjawab tidak setuju, 12 persen mengaku sangat setuju, 29 persen setuju, 2 persen sangat tidak setuju dan 8 persen tidak tahu,"kata Sirojudin.

Sementara itu, ketika ditanya pandangan bahwa orang dari kelompok etnik atau suku bangsa minoritas tidak boleh memimpin orang-orang dari kelompok etnik lebih besar atau mayoritas di Pemerintahan DKI Jakarta, hanya empat persen yang menyatakan sangat setuju.

"4 persen menjawab sangat setuju, 20 persen setuju, 64 persen tidak setuju, 2 persen sangat tidak setuju dan 10 persen menjawab tidak tahu," jelasnya.

Meski begitu kata Sirojudin, faktor etnik kurang kuat dibanding faktor agama.

"Sebanyak 66 persen warga DKI tidak mempersoalkan satu etnik minoritas memimpin etnik -etnik lain yang membentuk kekuatan mayoritas,"ungkapnya.

Untuk diketahui, lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC ) merilis hasil survei peta kekuatan politik menjelang pemilihan Gubernur DKI Jakarta.

Adapun survei SMRC dilaksanakan pada 24 Juni hingga 29 Juni 2016 dengan jumlah sampel acak sebanyak 820 orang dan dipilih dengan metode multistage random sampling. Namun respon rate lebih rendah 646 responden atau 78, 8 persen yang dianalisis. Sementara margin of error +_ 3,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ahok Tetap Merajai Survei, Lawan Konsisten Posisi Buntut

Ahok Tetap Merajai Survei, Lawan Konsisten Posisi Buntut

News | Kamis, 21 Juli 2016 | 17:14 WIB

Survei: Mau Maju Independen atau Lewat Partai, Ahok Tetap Dipilih

Survei: Mau Maju Independen atau Lewat Partai, Ahok Tetap Dipilih

News | Kamis, 21 Juli 2016 | 16:14 WIB

Canda Tawa di Istana dengan Susi, Ahok: Teman Ya Teman

Canda Tawa di Istana dengan Susi, Ahok: Teman Ya Teman

News | Kamis, 21 Juli 2016 | 15:25 WIB

Mau Magang di Kantor Ahok? Gajinya Rp1 Juta sampai Rp4 Juta

Mau Magang di Kantor Ahok? Gajinya Rp1 Juta sampai Rp4 Juta

News | Kamis, 21 Juli 2016 | 12:34 WIB

Tunjuk Rizal Ramli, Ahok: Ini Kelas Menko Apa Kalau Begitu

Tunjuk Rizal Ramli, Ahok: Ini Kelas Menko Apa Kalau Begitu

News | Rabu, 20 Juli 2016 | 14:35 WIB

Pengamanan di Kantor Ahok Diperketat Lantaran Mau Pilkada

Pengamanan di Kantor Ahok Diperketat Lantaran Mau Pilkada

News | Rabu, 20 Juli 2016 | 13:58 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×