Kasus Vaksin Palsu, Direktur RS Elisabeth Dilaporkan ke Polisi

Adhitya Himawan, Ummi Hadyah Saleh

Sabtu, 23 Juli 2016 | 20:31 WIB
Kasus Vaksin Palsu, Direktur RS Elisabeth Dilaporkan ke Polisi
Perwakilan orangtua korban vaksin palsu Rumah Sakit Santa (ST) Elisabeth menyambangi Polda Metro Jaya, Sabtu (23/7/2016). [Suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

Perwakilan orangtua korban vaksin palsu Rumah Sakit Santa (ST) Elisabeth menyambangi Polda Metro Jaya. Kedatangan mereka untuk melaporkan Direktur RS ST Elisabeth Dr Antonius Yudianto terkait persediaan farmasi berupa vaksin palsu di RS ST Elisabeth

"Jadi hari kami membuat laporan polisi, kami melaporkan Direktur RS Elisabeth di Bekasi dan Dokter anak diantaranya Dokter Fiana dan Dokter Haris,"ujar kuasa hukum para orangtua korban vaksin palsu di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu, Polda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (23/7/2016).

Hudson menilai pemberian vaksin palsu merupakan bentuk kejahatan luar biasa yang harus di hadapan hukum. Pasalnya dirinya mewakili orangtua korban mempunyai cukup bukti untuk melaporkan pihak RS Elisabeth.

"Kita ingin kasus ini terang benderan, ini kejahatan luar biasa, Harus ada yang ditersangkakan,. pengakuan Direktur RS Elisabeth, dia mengaku menggunakan vaksin palsu sejak November 2015, dan merilis 150 an korban. Harusnya sudah cukup dibawa ke tahapan penyidikan,"ucapnya.

Dalam laporannya, Hudson membawa bukti-bukti seperti medical record, buku vaksin RS Elisabeth, uji laboratorium prodia bahwa hasil laboratoriumnya menyatakan nonreaktif anti HB atau non reaktif atau negatif.

Bukti lainnya kata Hudson yakni adanya surat pernyataan yang telah ditandatangani oleh Direktur RS ST Elisabeth, yang menyatakan rumah sakit bersalah dan akan bertanggungjawab atas segala konsekuensi atas penggunaan vaksin palsu di RS Elisabeth.

Selain itu dalam surat pernyataanya, Antonius Yudianto bersedia membiayai seluruh medical check up, terhadap pasien yang melakukan vaksin sejak 2006 hingga Juli 2016 di RS ST Elisabeth.

"Surat pernyataan yang di tulis Direktur RS ST Elisabeth juga menyatakan kalau terbukti setiap anak pakai vaksin palsu, RS Elisabeth memberikan asuransi  kesehatan full cover. Mulai berlaku Juli 2016. Korbannya ada 150-an,"kata Hudson.

"Tapi kami tak percaya, buktinya pasien vaksin 2014, saat di uji lab hasil antibodinya non reaktif atau negatif. Ada yang sudah melakukan medical check up, 2008 sampai dengan 2010 yang sama," sambungnya.

Oleh pengacara orangtua korban vaksin palsu RS ST Elisabeth disangkakan melanggar Pasal 196, 197 UU RI nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan dan 62 ayat 1 juncto Pasal 8 ayat 1 huruf A UU nomor 8 tahun 1999 tentang perlidungan konsumen.

Hal itu seperti tercantum di Laporan Polisi bernomor: LP/3503/VII/2016/PMJ/Dit Reskrimsus tertanggal 23 Juli 2016.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Manajemen RS Harapan Bunda Bungkam Tak Mau Beri Penjelasan

Manajemen RS Harapan Bunda Bungkam Tak Mau Beri Penjelasan

News | Sabtu, 23 Juli 2016 | 18:58 WIB

Marah Vaksin Palsu, Pendemo Sebut RS Harapan Bunda Palsu

Marah Vaksin Palsu, Pendemo Sebut RS Harapan Bunda Palsu

News | Sabtu, 23 Juli 2016 | 17:14 WIB

Alasan Orangtua Pilih Vaksin Impor

Alasan Orangtua Pilih Vaksin Impor

Health | Sabtu, 23 Juli 2016 | 07:30 WIB

Terkini

Promo BRI di Halal Indo 2026: Banjir Hadiah, Rekening Baru, dan Kartu Debit Eksklusif Barca

Promo BRI di Halal Indo 2026: Banjir Hadiah, Rekening Baru, dan Kartu Debit Eksklusif Barca

Bri | Selasa, 29 September 2026 | 15:27 WIB

Masinis Jadi Tersangka, Fakta Fatal di Balik Tragedi Kereta Bekasi: Rem Baru Ditekan Jarak 263 Meter

Masinis Jadi Tersangka, Fakta Fatal di Balik Tragedi Kereta Bekasi: Rem Baru Ditekan Jarak 263 Meter

News | Selasa, 29 September 2026 | 15:26 WIB

Coach Justin: Thom Haye Bruno Fernandes-nya Timnas Indonesia

Coach Justin: Thom Haye Bruno Fernandes-nya Timnas Indonesia

Bola | Selasa, 29 September 2026 | 15:20 WIB

Ulasan Psychopath Diary: Ketika Psikopat Palsu Bertemu Pembunuh Asli

Ulasan Psychopath Diary: Ketika Psikopat Palsu Bertemu Pembunuh Asli

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 15:20 WIB

Bergenre Dance Pop Hibrida! NCT Wish Ungkap Detail Lagu Comeback, I SPY

Bergenre Dance Pop Hibrida! NCT Wish Ungkap Detail Lagu Comeback, I SPY

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 15:20 WIB

Bagaimana Dongkrak Hidrolik Kecil Sanggup Mengangkat Mobil yang Berat Menurut Hukum Pascal?

Bagaimana Dongkrak Hidrolik Kecil Sanggup Mengangkat Mobil yang Berat Menurut Hukum Pascal?

Tekno | Selasa, 29 September 2026 | 15:20 WIB

IMSO ke-23 Digelar di Depok, 404 Siswa dari 23 Negara Ikuti Kompetisi Matematika dan Sains

IMSO ke-23 Digelar di Depok, 404 Siswa dari 23 Negara Ikuti Kompetisi Matematika dan Sains

Bogor | Selasa, 29 September 2026 | 15:18 WIB

BRI Hadirkan Cashback Spesial Pemesanan Hotel dan Penerbangan di Tiket.com

BRI Hadirkan Cashback Spesial Pemesanan Hotel dan Penerbangan di Tiket.com

Bri | Selasa, 29 September 2026 | 15:18 WIB

Terancam 12 Tahun Penjara! Masinis KA Argo Bromo Anggrek Terbukti Terlambat Rem Sebelum Tabrak KRL

Terancam 12 Tahun Penjara! Masinis KA Argo Bromo Anggrek Terbukti Terlambat Rem Sebelum Tabrak KRL

News | Selasa, 29 September 2026 | 15:18 WIB

Bagaimana Cara Memilih Ukuran Sepatu Lari yang Tepat? Ini Panduan agar Tak Salah Beli

Bagaimana Cara Memilih Ukuran Sepatu Lari yang Tepat? Ini Panduan agar Tak Salah Beli

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 15:15 WIB

×