Hendra Setiawan dan Target Genapkan Emas Olimpiade Demi Si Kembar

Arsito Hidayatullah

Kamis, 11 Agustus 2016 | 07:11 WIB
Hendra Setiawan dan Target Genapkan Emas Olimpiade Demi Si Kembar
Ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan. [PBSI]

Suara.com - Sosok Hendra Setiawan paling pas digambarkan dengan filosofi ilmu padi: semakin berisi, semakin merunduk. Artinya, semakin tinggi prestasinya, semakin rendah hatinya. Meskipun Hendra merupakan pebulutangkis yang sudah pernah menjuarai semua titel, namun ia tetap bersahaja.

Seluruh gelar juara perorangan sudah pernah diraih Hendra. Bersama Markis Kido, Hendra meraih medali emas di Olimpiade Beijing 2008, Juara Dunia 2007 dan emas di Asian Games Guangzhou 2010. Mulai berpasangan dengan Ahsan usai Olimpiade London 2012, Hendra kembali menunjukkan kualitasnya sebagai pemain kelas dunia dengan kembali naik tahta juara di World Championships 2013 yang kala itu berlangsung di Guangzhou, Tiongkok. Keduanya kembali menjadi juara dunia di tahun 2015.

Namun Hendra tak pernah sekalipun dicap sombong, baik oleh rekan-rekan sepelatnas, juniornya, pelatih, atau siapapun. Ia bahkan dijadikan panutan bagi para juniornya. Hendra tetaplah sosok yang sama seperti dulu, Hendra yang pendiam. Berbeda dengan pasangan mainnya, Mohammad Ahsan, yang memang lebih ekspresif di lapangan.

"Dari dulu saya memang begini orangnya, bukan yang ekspresif. Kalau diubah juga nggak bisa. Di luar lapangan, saya juga kayak gini. Padahal di keluarga saya orangnya ekspresif semua. Mungkin saya jadinya mengimbangi, ha ha ha," kata Hendra.

Bertahun-tahun menggeluti bulutangkis, pemain kelahiran Pemalang, Jawa Tengah, 25 Agustus 1984 ini mengaku sempat mengalami masa-masa jenuh. Padatnya pertandingan dan kerasnya sesi latihan memang membuat atlet tak dapat terhindar dari kejenuhan.

"Sebetulnya tidak ada rahasia gimana-gimana bisa bertahan sekian lama di bulutangkis. Mungkin dari latihannya saja yang dijaga, jangan sampai menurun. Misalnya waktu sesudah Olimpiade Beijing 2008, target saya kan emas, setelah dapat emas, latihannya jangan menurun, supaya performanya tetap diatas,” ungkap pemain dari klub Jaya Raya Jakarta ini.

"Memang habis olimpiade (Beijing 2008), saya sempat merasa jenuh dan bosan. Tetapi saya bisa mengatasinya, biasanya kalau bosan sih saya nonton film ke bioskop. Sesudahnya, saya merasa fresh lagi,” tambahnya.

Kini, Hendra bersama Ahsan tengah berkonsentrasi menghadapi pertandingan di Olimpiade Rio de Janeiro 2016. Demi mencapai target, Hendra yang sudah berkeluarga rela untuk meninggalkan keluarganya dan menginap di Pelatnas Cipayung agar lebih konsentrasi di persiapan jelang olimpiade. Tak tanggung-tanggung, Hendra bahkan menginap hingga empat hari dalam seminggu di pelatnas. Biasanya pada hari Senin, Selasa, Kamis dan Jumat, Hendra memilih untuk menginap di asrama.

Harapan besar untuk medali emas ada di pundak Hendra dan Ahsan. Hendra yang sudah pernah meraih emas, ingin menggenapkan dua emasnya untuk ia persembahkan kepada putra dan putri kembarnya : Richard dan Richelle.

"Pengennya dapat satu emas olimpiade lagi. Satu emas buat anak laki-laki, satu emas lagi buat anak perempuan, ha ha ha, Amien,” kata Hendra.

"Anak-anak saya adalah penyemangat terbesar, selain Sansan (Sandiani Arief, sang istri) dan orangtua saya. Setelah memiliki anak, saya lebih termotivasi. Sansan juga sering semangatin kalau mau tanding, pengetahuan bulutangkisnya sudah lumayan, kalau dulu sih nggak tahu blas, ha ha ha,” canda Hendra.

Menjawab pertanyaan para penggemarnya soal gantung raket usai Olimpiade Rio, Hendra mengisyaratkan bahwa dirinya masih jauh dari kata pensiun.

"Masih ada keinginan untuk main kok. Saya mau lihat hasil olimpiade di Rio, dari situ saya bisa tahu hati saya bagaimana. Main bulutangkis untuk cari prestasi atau bagaimana?” tutur Hendra. [PBSI]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:30 WIB

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:23 WIB

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 23:16 WIB

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:04 WIB

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:01 WIB

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:57 WIB

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Bola | Senin, 28 September 2026 | 22:46 WIB

Prabowo Audit Keuangan Haji, Ada Rp12,98 Triliun Nilai Manfaat Jemaah 2027

Prabowo Audit Keuangan Haji, Ada Rp12,98 Triliun Nilai Manfaat Jemaah 2027

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:44 WIB

×