Utusan PBB Desak Suriah Minta Gencatan Senjata di Aleppo

Dythia Novianty

Sabtu, 20 Agustus 2016 | 01:47 WIB
Utusan PBB Desak Suriah Minta Gencatan Senjata di Aleppo
Kepulan asap terlihat di atas Kota Aleppo, Suriah. (Reuters)

Suara.com - Warga terjebak di tengah peperangan di kota Aleppo, Suriah, tidak menerima bantuan sedikit pun pada bulan ini, kata utusan khusus PBB untuk Suriah, Staffan de Mistura. Dia juga menyatakan bahwa gerakan satuan tugas kemanusiaan untuk Suriah sudah dihentikan untuk sementara sebagai peringatan terhadap negara besar agar semakin memperhatikan kepentingan gencatan senjata di Aleppo.

"Saya, atas nama Sekretaris Jenderal PBB dan semua rakyat Suriah, sekali lagi meminta gencatan senjata 48 jam di Aleppo sebagai awal," kata de Mistura kepada wartawan di Jenewa.

"Gencatan senjata itu memerlukan kerja sama semua pihak, bukan hanya dua negara besar (Rusia dan Amerika Serikat), tetapi juga dari yang mempunyai pengaruh terhadap pelaku perang di lapangan," kata dia.

De Mistura menyampaikan hal tersebut setelah menutup rapat mingguan satuan gugus tugas humaniter hanya dalam waktu delapan menit. Dia menyatakan hal tersebut sebagai "isyarat ketidak puasan besar" atas kegagalan tercapainya gencatan senjata terbatas demi mengirimkan bantuan bagi warga yang terjebak perang.

Aleppo kini menjadi kota terbelah, antara wilayah dikuasai pemerintah dengan wilayah gerilyawan. Kota tersebut menjadi garis depan perang saudara di Suriah, yang telah berlangsung lima tahun.

Sekitar dua juta warga Aleppo, baik di wilayah gerilyawan maupun pemerintah, kekurangan akses terhadap air bersih setelah infrastruktur sipil kota hancur akibat pengeboman.

Peningkatan kekerasan di kota itu, yang pada masa damainya adalah wilayah perdagangan paling sejahtera di Suriah, membuat perundingan perdamaian di Jenewa berakhir dengan kegagalan.

Oposisi Suriah menuntut gencatan senjata terbatas di Aleppi dan juga akses bantuan kemanusiaan, sebelum perundingan damai dapat dimulai kembali.

Sekitar 590.200 orang kini terjebak di wilayah yang terkepung di Suriah, kata PBB.

Iringan bantuan berhenti pada bulan ini. Satu-satunya bantuan, yang berhasil dikirim, adalah dengan menjatuhkannya dari pesawat di Deir al-Zor, yang dikuasai pemerintah dengan penduduk 200.000 jiwa, yang kini dikepung IS.

"Di Suriah, apa yang kami dengan hanyalah pertempuran, serangan, balasan, roket, bom, mortar, kanon, klorin, penembak jitu, dan bom bunuh diri," kata de Mistura. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gencatan Senjata Diberlakukan di Suriah, Rusia Tetap Perangi ISIS

Gencatan Senjata Diberlakukan di Suriah, Rusia Tetap Perangi ISIS

News | Sabtu, 27 Februari 2016 | 07:54 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×