Giliran Novelis Turki yang Ditahan Pascakudeta Gagal

Esti Utami

Sabtu, 20 Agustus 2016 | 23:17 WIB
Giliran Novelis Turki yang Ditahan Pascakudeta Gagal
Bendera Turki berkibar di Istanbul (Shutterstock).

Pengadilan Turki menahan novelis Asli Erdogan, Jumat (19/8/2016), karena diduga terhubung dengan pegaris keras Kurdi. koran "Haberturk" memberitakan penahanan ini dilakukan tiga hari sesudah perempuan peraih sejumlah penghargaan itu beserta dua lusin pegawai koran pendukung Kurdi "Ozgur Gundem" ditangkap.

"Ozgur Gundem" ditutup atas perintah pengadilan karena menyebarkan propaganda Partai Buruh Kurdistan (PKK), yang dianggap sebagai teroris oleh pemerintah Turki, Amerika Serikat, dan Uni Eropa.

Turki menutup lebih dari 130 media sejak keadaan darurat ditetapkan pasca-kudeta gagal pada 15 Juli. Gerakan itu membuat sekutu Barat dan pegiat hak asasi khawatir atas penurunan kebebasan menyatakan pendapat bagi pers.

Pemerintah Turki menyangkal bahwa penutupan itu terkait keadaan darurat. Akan tetapi, pengawas media internasional beranggapan, hal itu bagian dari kebijakan pemerintah pascakudeta.

Asli Erdogan, novelis, adalah anggota dewan penasihat koran tersebut. Ia ditahan di penjara Istanbul atas tuduhan awal "terlibat dalam keanggotaan organisasi teroris" dan "ancaman bagi kesatuan nasional", kata "Haberturk", media pro-pemerintah, dalam lamannya.

Media lain turut memberitakan informasi serupa. Surat kabar itu menjelaskan, dua redaktur koran tersebut masih ditahan. Seluruh pegawai "Ozgur Gundem" berjumlah 25 orang ditahan pada Selasa karena dituduh mendukung PKK.

Suara.com - Aksi itu merupakan lanjutan dari penutupan koran dengan sirkulasi 7.500 eksemplar. Langkah tersebut menambah daftar pekerja media Turki yang ditahan hingga mencapai 100 orang, kata Federasi Wartawan Eropa (EFJ), lembaga pengawas media.

Jumlah itu menempatkan Turki sebagai negara pemenjara wartawan terbanyak di dunia. Namun, koran pro-pemerintah "Sabah" mengatakan, 22 pegawai "Ozgur Gundem" telah dibebaskan.

"Ozgur Gundem" banyak membahas kemelut PKK di Turki tenggara, yang dihuni sebagian besar suku Kurdi. Media itu banyak didenda, diselidiki, bahkan korespondennya ditangkap sejak 2014.

PKK menjadi oposan selama tiga dasawarsa, mewakili 15 juta warga Kurdi di Turki, menuntut otonomi lebih luas. Lebih dari 40 ribu orang tewas dalam kekerasan terkait kemelut tersebut. (Antara/Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Tari Jaipong Asal Surade Sukabumi Pukau Panggung Asian Games 2026 di Jepang

Tari Jaipong Asal Surade Sukabumi Pukau Panggung Asian Games 2026 di Jepang

Jabar | Minggu, 20 September 2026 | 22:43 WIB

23 Perusahaan Buang Limbah ke Sungai Cileungsi

23 Perusahaan Buang Limbah ke Sungai Cileungsi

Bogor | Minggu, 20 September 2026 | 22:35 WIB

Dua Legenda Liverpool Sambangi Jakarta, Antusiasme Fans Indonesia Bikin Sami Hyypia Terkejut

Dua Legenda Liverpool Sambangi Jakarta, Antusiasme Fans Indonesia Bikin Sami Hyypia Terkejut

Bola | Minggu, 20 September 2026 | 22:24 WIB

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:45 WIB

98 Resolution Network Kirim Ratusan Tenda dan Bantuan Pendidikan ke Lokasi Gempa NTT

98 Resolution Network Kirim Ratusan Tenda dan Bantuan Pendidikan ke Lokasi Gempa NTT

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:32 WIB

Denny Indrayana Tantang Gibran Hadir di Sidang MK soal Keabsahan Cawapres

Denny Indrayana Tantang Gibran Hadir di Sidang MK soal Keabsahan Cawapres

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:18 WIB

Houthi Ultimatum Arab Saudi: Serang Yaman, Bandara Bakal Hancur Lebur

Houthi Ultimatum Arab Saudi: Serang Yaman, Bandara Bakal Hancur Lebur

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:05 WIB

Prabowo Minta Sanksi Pembakar Hutan Masuk Kategori Terorisme Ekologi

Prabowo Minta Sanksi Pembakar Hutan Masuk Kategori Terorisme Ekologi

Video | Minggu, 20 September 2026 | 21:01 WIB

5 Alasan Tarik Tunai di ATM Masih Terasa Merepotkan di Era Digital

5 Alasan Tarik Tunai di ATM Masih Terasa Merepotkan di Era Digital

Jabar | Minggu, 20 September 2026 | 20:58 WIB

Gibran Sentil Pegawai SPPG yang Olok-olok Korban Keracunan MBG: Jangan Bully Anak-anak

Gibran Sentil Pegawai SPPG yang Olok-olok Korban Keracunan MBG: Jangan Bully Anak-anak

News | Minggu, 20 September 2026 | 20:51 WIB

×