Array

Ini Hasil Pertemuan Tim Pencari Fakta dengan Sitinjak Soal Freddy

Selasa, 06 September 2016 | 16:56 WIB
Ini Hasil Pertemuan Tim Pencari Fakta dengan Sitinjak Soal Freddy
Mantan Kepala Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan, Liberty Sitinjak, di kantor BNN [suara.com/Welly Hidayat]

Tim gabungan pencari fakta bentukan Mabes Polri telah menemui Liberty Sitinjak, mantan Kepala Lembaga Pemasyarakatan Batu, Nusakambangan di kantor wilayah Kementerian Hukum dan HAM Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) terkait testimoni Freddy Budiman, terpidana mati yang telah dieksekusi mati belum lama ini. Pertemuan terbatas itu meminta keterangan dari Liberty Sitinjak, untuk dicocokkan dengan fakta lain yang ditemukan sebelumnya mengenai testimoni Freddy kepada Haris Azhar Koordinator Kontras tentang ada sejumlah pejabat Mabes Polri, BNN dam TNI yang terlibat dalam bisnis narkoba.

"(hasil pertemuan dengan Sitinjak) Persis sama dengan yang disampaikan oleh semua yang hadir pada waktu itu. Bahkan secara tidak langsung terlihat bahwa Sitinjak itu melakukan hal-hal yang dianggap cukup keras terhadap mereka yang ada di LP Nusakambangan, yakni menegakkan disiplin," kata Effendi Ghazali anggota tim gabungan pencari fakta saat ditemui di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (6/9/2016). 

Kepada tim pencari fakta, Sitinjak juga mengakui bahwa dirinya selaku Kepala Lapas Nusakambangan ketika itu pernah hendak disuap oleh Freddy melalui pengacaranya supaya diberikan fasilitas khusus di dalam penjara. Namun Sitinjak menolaknya.

"Sitinjak juga mengakui bahwa dia pernah disogok oleh Freddy Budiman melalui lawyersnya tapi dia menolak. Dalam hal itu kami senanglah, datanya persis sama dengan yang dikumpulkan dari pihak-pihak yang hadir pada waktu itu. Sama persis dengan apa yang disampaikan oleh Freddy Budiman kepada Haris Azhar," ujar dia.

Namun Effendi tidak menjelaskan secara rinci fasilitas apa yang diminta Freddy kepada Sitinjak ketika itu.
 
"Ya macam-macamlah, misalnya supaya mendapatkan fasilitas khusus, tapi tidak pernah dilakukan Sitinjak," tutur dia.

Seperti diketahui, Polri membentuk tim independen untuk menelusuri kebenaran informasi Koordiator Kontras Haris Azhar dalam artikel berjudul cerita busuk dari seorang bandit.

Tim pencari fakta ini diketuai Inspektur Pengawas Umum Polri Komjen Pol Dwi Priyatno, yang beranggotakan 18 orang termasuk Ketua Setara Institut Hendardi, Anggota Komisi Kepolisian Nasional Poengky Indarti dan pakar komunikasi Universitas Indonesia Effendy Ghazali.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI