Buntut Polemik Haji, Saudi Khawatirkan Serangan Militer Iran

Madinah

Kamis, 15 September 2016 | 13:41 WIB
Buntut Polemik Haji, Saudi Khawatirkan Serangan Militer Iran
Gubernur Mekah Pangeran Khaled al-Faisal. [REUTERS/Amr Abdallah Dalsh]

Suara.com - Arab Saudi menyerukan Iran menghentikan kritik kepada negaranya terkait manajemen ibadah haji dan tak menggunakan kekuatan militer untuk menyerang.

Gubernur Mekah Pangeran Khaled al-Faisal mengatakan tuduhan tersebut adalah kebohongan dan fitnah terhadap kerajaan Saudi. Hal ini seperti diberitakan Biro Press Saudi (SPA) pada Rabu (14/9/2016) malam.

"Saya berdoa kepada Tuhan yang Maha Kuasa untuk membimbing mereka (Iran) dari dosa dan sikap buruk terhadap kaum Muslim Arab seperti di Irak, Suriah, Yaman dan seluruh dunia," kata Khaled kepada wartawan seperti dikutip laman Reuters.

"Tapi, jika mereka menyiapkan pasukan untuk menyerbu kami, kami tidak akan dengan mudah direbut oleh seseorang yang ingin memerangi kami," lanjutnya.

"Dengan bantuan Tuhan, kami akan melawan para penyerang dan akan mempertahankan Tanah Suci dan Tanah Air tercinta ini. Tak seorang pun berhak mengatur negara kami," ujarnya lagi.

Sebelumnya, pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei kembali memprotes Arab Saudi yang dinilai tak becus mengelola ibadah haji. Hal Ini terkait insiden tahun lalu yang menewaskan ratusan calon jamaah haji di Mina.

Ayatolla mengatakan sudah sepantasnya negara Muslim di seluruh dunia mempertimbangkan untuk mengakhiri kontrol Saudi dalam pelaksanaan ibadah haji.

"Penguasa Saudi menindas tamu Allah. Dunia Islam harus memikirkan manajemen dua tanah suci dan permasalahan haji," kata Ayatollah seperti dikutip laman Reuters.

"Mereka seharusnya tidak lari dari tanggung jawabnya atas kejahatan yang telah dilakukan kepada umat Islam," lanjutnya.

2015 lalu, sedikitnya 719 calon jamaah haji meninggal dunia dalam insiden saat akan melempar jumrah di Mina. Jumlah ini diklaim tertinggi sejak tahun 1990. Tercatat Lebih dari 2.000 orang meninggal dalam insiden haji di Saudi, 400 diantaranya adalah warganegara Iran. (Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Iran Ancam Tembak Jatuh Pesawat Patroli AL Amerika Serikat

Iran Ancam Tembak Jatuh Pesawat Patroli AL Amerika Serikat

News | Rabu, 14 September 2016 | 00:01 WIB

Terkini

Sinopsis Shadows of Desire, Dracin Daniel Zhou dan Zhao Qing di iQiyi

Sinopsis Shadows of Desire, Dracin Daniel Zhou dan Zhao Qing di iQiyi

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Langit Kuning Palangka Raya akibat Karhutla, Apa Dampaknya bagi Kesehatan?

Langit Kuning Palangka Raya akibat Karhutla, Apa Dampaknya bagi Kesehatan?

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 07:00 WIB

4 Shio Beruntung 16 Oktober 2026, Kelinci hingga Anjing Rasakan Perubahan Positif

4 Shio Beruntung 16 Oktober 2026, Kelinci hingga Anjing Rasakan Perubahan Positif

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 06:27 WIB

Stok Makanan di Supermarket Terancam Kosong Tahun Depan, Apa yang Sedang Terjadi Terjadi?

Stok Makanan di Supermarket Terancam Kosong Tahun Depan, Apa yang Sedang Terjadi Terjadi?

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 06:15 WIB

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

×