Nasri (58), pengelola kos-kosan di Jalan Bintara Jaya VIII, Kelurahan Bintara Jaya, Bekasi Barat mengaku tak curiga dengan pelaku terduga teroris berinsial DYN, yang menempati kamar 104. Dian ditangkap Densus 88 kedapatan menyimpan bom yang rencananya bom tersebut akan diledakkan di Istana Negara.
"Nggak mencurigakan. Biasa-biasa saja, "ujar Nasri saat dihubungi wartawan, Sabtu (10/12/2016).
Nasri pun menuturkan bahwa pelaku mau menempati kamar kosan-kosan tiga hari lalu, yakni pada 7 Desember 2016. Namun dirinya tak memesan kos-kosan jauh-jauh hari.
" Dateng sore langsung nginep. Sistemnya perbulan. Perbulan 750ribu. Kamar atas nama Novi Yulia. Ketemu langsung sama saya pas mau ngekos, "kata dia.
Lebih lanjut, Nasri mengatakan bahwa pelaku datang bersama pria yang mengaku suaminya.
"Pertama dateng bersama orang yang mengaku suaminya, lalu suami balik ke Jawa. Suaminya itu (kulitnya) hitam, kekar, jenggotan,"jelasnya
Sebelumnya diberitakan, Tim Densus 88 mengamankan tiga terduga teroris yang diamankan di dua kawasan yang berbeda di Sekitar Bekasi, Sabtu (10/12/2016) sekitar pukul 15.40 WIB.
Dua dari ketiga pelaku laki-laki berinisial NS dan AS. Sedangkan satu lagi berjenis kelamin perempuan berinisial DYN.
Rencananya bom tersebut akan disasarkan ke Istana Negara pada saat serah terima jaga Pasukan Pengamanan Presiden, pada Minggu (11/12/2016).