Skandal Kuota Haji Rp1 T: Dito Beberkan Obrolan Makan Siang Jokowi dan Pangeran MBS

Bangun Santoso, Dea Hardiningsih Irianto

Jum'at, 23 Januari 2026 | 18:03 WIB
Skandal Kuota Haji Rp1 T: Dito Beberkan Obrolan Makan Siang Jokowi dan Pangeran MBS
Eks Menpora Dito Ariotedjo tiba memenuhi panggilan KPK, Jumat (23/1/2026). (Suara.com/Dea)
baca 10 detik
  • Dito Ariotedjo diperiksa KPK terkait skandal korupsi kuota haji dan fokus pada kunjungan Jokowi ke Arab Saudi.
  • Pembicaraan Jokowi dan Pangeran MBS tentang haji terjadi santai saat makan siang, tanpa detail teknis kuota.
  • Kasus korupsi ini melibatkan dugaan kerugian negara dan kejanggalan pembagian 20.000 kuota haji tambahan.

Suara.com - Babak baru dalam penyelidikan skandal dugaan korupsi kuota haji di Kementerian Agama (Kemenag) menyeret perhatian publik ke sebuah pertemuan tingkat tinggi di Arab Saudi.

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Dito Ariotedjo, membeberkan isi pembicaraan antara Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dan Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS), usai menjalani pemeriksaan selama empat jam di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dito diperiksa sebagai saksi dalam kasus rasuah yang diduga merugikan negara lebih dari Rp1 triliun terkait penentuan kuota dan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2023-2024. Fokus utama penyidik ternyata tertuju pada detail kunjungan kerja Dito saat mendampingi Presiden Jokowi ke Arab Saudi.

"Alhamdulillah tadi sudah selesai diperiksa. Secara garis besar, memang yang ditanyakan lebih detail saat kunjungan kerja ke Arab Saudi. Waktu itu saya mendampingi Bapak Presiden Jokowi dan tadi saya sudah menceritakan semuanya detail," katanya usai pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (23/1/2026).

Menurut Dito, pembahasan mengenai penyelenggaraan ibadah haji memang sempat mengemuka dalam pertemuan bilateral tersebut. Momen krusial itu terjadi saat suasana santai dalam jamuan makan siang antara Presiden Jokowi dan Pangeran MBS.

"Seingat saya itu bagian dari pembicaraan waktu itu lagi makan siang Presiden Jokowi dengan MBS," ujarnya.

Meski demikian, Dito menegaskan bahwa obrolan tersebut tidak menyentuh aspek teknis atau spesifik mengenai angka kuota haji yang akan diberikan oleh Kerajaan Arab Saudi kepada Indonesia.

Ia menggambarkan suasana pertemuan yang sangat positif berkat diplomasi yang dibangun oleh Jokowi.

"Saat pertemuan itu tidak ada pembahasan spesifik tentang kuota, tetapi memang pertemuan bilateral waktu itu, saya ingat sekali, dari Putra Mahkota Perdana Menteri Mohammed bin Salman itu sangat senang dengan pertemuannya Pak Jokowi,” jelasnya.

baca juga

Lebih lanjut, Dito menjelaskan bahwa pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan di berbagai sektor lain, tidak hanya terbatas pada urusan haji.

Suasana positif yang terbangun justru membuka pintu bagi kesepakatan investasi hingga dukungan untuk Ibu Kota Nusantara (IKN).

"Tetapi itu secara garis besar raja yang mood-nya sedang baik dan happy atas diplomasi hebatnya Bapak Jokowi ya semuanya terlaksana dan itu tidak hanya terkait dengan haji. Ada investasi, ada juga IKN, jadi banyak," tuturnya.

Dito juga menambahkan bahwa agenda pembahasan dalam kunjungan kenegaraan semacam itu umumnya ditentukan oleh pihak tuan rumah.

"Kalau kunjungan itu kan itu biasanya ditentukan oleh tuan rumah. Apa sektor-sektor yang rasanya akan dibahas. Kebetulan mungkin tidak ada keterkaitan dengan untuk pembahasan haji dan juga apa namanya Kementerian Agama ya. Menurut saya, saya tidak tahu," ujar dia.

Kasus korupsi kuota haji ini sendiri telah disidik oleh KPK sejak 9 Agustus 2025. Lembaga antirasuah tersebut telah menetapkan dua tersangka, yakni mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (YCQ) dan mantan staf khususnya, Ishfah Abidal Aziz (IAA).

Keduanya, bersama pemilik biro haji Maktour Fuad Hasan Masyhur, juga telah dicegah bepergian ke luar negeri.

Akar masalah yang disorot KPK dan juga Pansus Hak Angket Haji DPR RI adalah kejanggalan dalam pembagian 20.000 kuota tambahan dari Pemerintah Arab Saudi.

Saat itu, Kemenag membaginya rata, 10.000 untuk haji reguler dan 10.000 untuk haji khusus. Kebijakan ini dinilai menabrak Pasal 64 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019, yang mengamanatkan alokasi kuota haji khusus hanya sebesar delapan persen, sementara 92 persen sisanya adalah hak jemaah haji reguler.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Eks Menpora Dito Ariotedjo Mengaku Tak Ada di Lokasi Saat Rumah Mertuanya Digeledah KPK

Eks Menpora Dito Ariotedjo Mengaku Tak Ada di Lokasi Saat Rumah Mertuanya Digeledah KPK

News | Jum'at, 23 Januari 2026 | 17:36 WIB

Eks Menpora Dito Akui Sempat Ditanya Penyidik KPK soal Mertua Sekaligus Bos Maktour

Eks Menpora Dito Akui Sempat Ditanya Penyidik KPK soal Mertua Sekaligus Bos Maktour

News | Jum'at, 23 Januari 2026 | 17:29 WIB

Eks Menpora Dito Ungkap Alasan Gus Yaqut Tak Ikut Jokowi ke Arab Saudi Saat Bahas Kuota Haji

Eks Menpora Dito Ungkap Alasan Gus Yaqut Tak Ikut Jokowi ke Arab Saudi Saat Bahas Kuota Haji

News | Jum'at, 23 Januari 2026 | 17:28 WIB

Penuhi Panggilan KPK, Dito Ariotedjo Diperiksa soal Kuota Haji

Penuhi Panggilan KPK, Dito Ariotedjo Diperiksa soal Kuota Haji

Foto | Jum'at, 23 Januari 2026 | 17:23 WIB

Geruduk Komnas HAM, Roy Suryo Lapor Dugaan Pelanggaran Hak Asasi Manusia di Kasus Ijazah Jokowi

Geruduk Komnas HAM, Roy Suryo Lapor Dugaan Pelanggaran Hak Asasi Manusia di Kasus Ijazah Jokowi

News | Jum'at, 23 Januari 2026 | 16:35 WIB

Dito Sebut Kemungkinan Diperiksa KPK Soal Kunjungan Jokowi ke Arab Saudi

Dito Sebut Kemungkinan Diperiksa KPK Soal Kunjungan Jokowi ke Arab Saudi

News | Jum'at, 23 Januari 2026 | 13:22 WIB

Eks Menpora Dito Ariotedjo Pastikan akan Penuhi Panggilan KPK Hari Ini

Eks Menpora Dito Ariotedjo Pastikan akan Penuhi Panggilan KPK Hari Ini

News | Jum'at, 23 Januari 2026 | 13:10 WIB

Terkini

Review Buku The Hate U Give: Suara Saksi Seseorang yang Tak Mau Diam

Review Buku The Hate U Give: Suara Saksi Seseorang yang Tak Mau Diam

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 12:00 WIB

7 Bedak Lokal untuk 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan dan Garis Halus

7 Bedak Lokal untuk 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan dan Garis Halus

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 11:52 WIB

Anime Our Last Crusade Season 3 Resmi Diumumkan, Tujuh Seiyuu Utama Kembali

Anime Our Last Crusade Season 3 Resmi Diumumkan, Tujuh Seiyuu Utama Kembali

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 11:30 WIB

O!Save Punya Siapa? Ini Pemilik Toko Retail Banjir Diskon yang Jadi Sorotan

O!Save Punya Siapa? Ini Pemilik Toko Retail Banjir Diskon yang Jadi Sorotan

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 11:24 WIB

Kronologi RANS Carnival Diboikot, Aksi 'Warga Jaga Warga' Selamatkan UMKM

Kronologi RANS Carnival Diboikot, Aksi 'Warga Jaga Warga' Selamatkan UMKM

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 11:22 WIB

Syarat Mengurus KTP Hilang 2026, Cek Dokumen dan Cara Menggantinya Gratis

Syarat Mengurus KTP Hilang 2026, Cek Dokumen dan Cara Menggantinya Gratis

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 11:22 WIB

Bela Dandhy Laksono, Menteri HAM: Seseorang Tak Boleh Dihukum karena Daya Cipta dan Karsanya

Bela Dandhy Laksono, Menteri HAM: Seseorang Tak Boleh Dihukum karena Daya Cipta dan Karsanya

News | Minggu, 01 November 2026 | 11:03 WIB

Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi

Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi

News | Minggu, 01 November 2026 | 11:03 WIB

Tren Soft Life dan Isu Mental Health: Bisakah Hidup Tenang Tanpa Harus Kaya?

Tren Soft Life dan Isu Mental Health: Bisakah Hidup Tenang Tanpa Harus Kaya?

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 11:00 WIB

Cara Membersihkan Kacamata yang Baik dan Benar, Boleh Dicuci Pakai Air?

Cara Membersihkan Kacamata yang Baik dan Benar, Boleh Dicuci Pakai Air?

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 10:46 WIB

×