Kasus Terorisme di Indonesia Meningkat pada 2016, Ini Penyebabnya

Rizki Nurmansyah, Bagus Santosa

Rabu, 28 Desember 2016 | 23:23 WIB
Kasus Terorisme di Indonesia Meningkat pada 2016, Ini Penyebabnya
Kapolri Jenderal Tito Karnavian seusai rapat koordinasi dengan Menkopolhukam di Gedung Kemenkopolhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (20/12/2016). [Suara.com/Nikolaus Tolen]

Suara.com - Jumlah penangkapan terduga kasus terorisme tahun 2016 meningkat 100 persen lebih ketimbang tahun 2015. Pada tahun 2015, penangkapan kasus terorisme mencapai 82 orang, sedangkan pada tahun ini mencapai 170 orang.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, peningkatan penangkapan tersangka terorisme dipengaruhi eskalasi yang terjadi di Suriah terkait kelompok ekstremis ISIS.

"Kenapa terjadi peningkatan jawabannnya gampang. Terorisme di Indonesia dan seluruh dunia, ini terjadi karena dinamika ISIS di Suriah," kata Tito ‎dalam acara Silaturahnmi dan Jumpa Pers Kapolri Akhir Tahun 2016, di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (28/12/2016)‎.
‎‎
Tito menerangkan, saat tahun 2015 ISIS sedang berstrategi memperkuat diri di Suriah. Setelah itu baru melakukan eskpansi secara perlahan.

"Tahun 2016 ini, semua negara besar seperti Rusia menekan ISIS, sehingga mereka tidak bisa bergerak dan daerah mereka mengecil karena dibombardir. Akibatnya yang mereka lakukan untuk mengalihkan perhatian. Jaringannya yang diluar negeri yang disuruh aktif bergerak," jelas Tito.

Karena ini pula, sambung Tito, yang membuat serangan teroris di sejumlah negara seperti Perancis, Turki, Pakistan bahkan Indonesia terjadi.

"‎Tidak heran terorisme di Indonesia pun meningkat karena ISIS ingin perhatian seluruh dunia tidak hanya di situ--Suriah," ujar mantan Kapolda Metro Jaya ini.
‎
Lebih jauh, Tito menerangkan, dari total 170 orang tersangka kasus terorisme yang ditangkap pada 2016, 40 orang diantaranya telah dijatuhi vonis oleh pengadilan.

Sementara, ada 6 orang yang dikembalikan ke pihak keluarga, 36 orang masih menjalani proses sidang, 55 orang masih dalam tahap penyidikan, dan 33 orang lainnya meninggal dunia.‎

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Cerita Teroris Jatiluhur Kebelet Pipis Sebelum Ditembak Mati

Cerita Teroris Jatiluhur Kebelet Pipis Sebelum Ditembak Mati

News | Rabu, 28 Desember 2016 | 14:34 WIB

Polda Dalami Warga Pekanbaru yang Diduga Hendak Gabung ke ISIS

Polda Dalami Warga Pekanbaru yang Diduga Hendak Gabung ke ISIS

News | Rabu, 28 Desember 2016 | 01:01 WIB

Tembakan ke Teroris Disangka Bunyi Petasan Hajatan

Tembakan ke Teroris Disangka Bunyi Petasan Hajatan

News | Selasa, 27 Desember 2016 | 18:28 WIB

Tak ada Penjagaan Khusus di Waduk Jatiluhur

Tak ada Penjagaan Khusus di Waduk Jatiluhur

News | Selasa, 27 Desember 2016 | 17:29 WIB

Pascapenangkapan Teroris, Warga Jatiluhur: Apa yang Ditakuti?

Pascapenangkapan Teroris, Warga Jatiluhur: Apa yang Ditakuti?

News | Selasa, 27 Desember 2016 | 17:09 WIB

Terkini

Ekonom Unsri Hitung Kerugian Karhutla Sumsel 2026 Capai Rp5,7 Triliun

Ekonom Unsri Hitung Kerugian Karhutla Sumsel 2026 Capai Rp5,7 Triliun

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 21:04 WIB

Merayakan Rindu dan Kegelisahan lewat Puisi di Buku Kidung Para Pencari

Merayakan Rindu dan Kegelisahan lewat Puisi di Buku Kidung Para Pencari

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 21:00 WIB

Fakta TPPO Modus Tentara Bayaran Rusia, Cuma Modal Latihan Sebulan Langsung Tempur

Fakta TPPO Modus Tentara Bayaran Rusia, Cuma Modal Latihan Sebulan Langsung Tempur

News | Senin, 02 November 2026 | 20:55 WIB

Santriwati Tidur Digeledah Polisi, KPAI Ungkap Dugaan Penodongan Senjata

Santriwati Tidur Digeledah Polisi, KPAI Ungkap Dugaan Penodongan Senjata

News | Senin, 02 November 2026 | 20:49 WIB

Direkrut Jadi Tentara Bayaran Rusia, Korban TPPO Cuma Dilatih Sebulan Sebelum ke Medan Perang

Direkrut Jadi Tentara Bayaran Rusia, Korban TPPO Cuma Dilatih Sebulan Sebelum ke Medan Perang

News | Senin, 02 November 2026 | 20:36 WIB

Wanita Diduga ODGJ Melahirkan di Pinggir Jalan Pematangsiantar, Bayi Meninggal Dunia

Wanita Diduga ODGJ Melahirkan di Pinggir Jalan Pematangsiantar, Bayi Meninggal Dunia

Sumut | Senin, 02 November 2026 | 20:26 WIB

Proteksi Double! 4 Sunscreen Lokal PDRN Ini Bikin Wajah Awet Muda dan Sehat

Proteksi Double! 4 Sunscreen Lokal PDRN Ini Bikin Wajah Awet Muda dan Sehat

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 20:25 WIB

Debut Sistem Skor 3x15 BWF, 707 Pebulu Tangkis dari 8 Negara Siap Bersaing di Superliga Junior 2026

Debut Sistem Skor 3x15 BWF, 707 Pebulu Tangkis dari 8 Negara Siap Bersaing di Superliga Junior 2026

Sport | Senin, 02 November 2026 | 20:24 WIB

Tergiur Bonus Ratusan Juta, 58 Korban TPPO Nyaris Dikirim ke Medan Perang Rusia

Tergiur Bonus Ratusan Juta, 58 Korban TPPO Nyaris Dikirim ke Medan Perang Rusia

News | Senin, 02 November 2026 | 20:21 WIB

Cara Mengaktifkan BPJS PBI yang Tidak Aktif, Ini Langkah Reaktivasi dan Syaratnya

Cara Mengaktifkan BPJS PBI yang Tidak Aktif, Ini Langkah Reaktivasi dan Syaratnya

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 20:20 WIB

×