Joanna Palani, "Ratu Sniper" Paling Ditakuti ISIS

Reza Gunadha

Senin, 13 Februari 2017 | 20:38 WIB
Joanna Palani, "Ratu Sniper" Paling Ditakuti ISIS
Joanna Palani, mahasiswi Ilmu Politik Kopenhagen, Denmark, yang ditakuti gerombolan ISIS.

Suara.com - Kaum perempuan, di banyak negara, kerapkali dianggap sebagai makhluk lemah. Namun, Joanna Palani, membuktikan pola pikir patriarkis tersebut harus diubah.

Joanna Palani, adalah perempuan penembak jitu paling ditakuti gerombolan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Namun, terdapat ironi dalam kisah perjuangannya, yakni ketika dia justru dianggap teroris dan dijebloskan ke dalam penjara setelah kembali ke tanah airnya sendiri.

Ironi dalam hidup Joanna dimulai pada tahun 2014 silam, tatkala masih berusia 19 tahun dan baru memulai kehidupannya yang nyaman sebagai mahasiswi Ilmu Politik di salah satu universitas di Kopenhagen, Denmark. Ketika itu, kehidupannya mulai terusik oleh berita-berita keganasan teroris ISIS di Irak dan Suriah.

"Saya adalah warga Denmark keturunan Kurdi. Berita-berita tentang ISIS itu membuat saya gelisah. Akhirnya, saya memutuskan diam-diam pergi ke Irak untuk membasmi ISIS," tutur Joanna dalam wawancara eksklusif dengan Dailymail, Rabu (8/2/2017) pekan lalu.

Tekad Joanna sudah bulat. Setelah berhasil membuat kontak dengan para militan Kurdi, Joanna berhasil masuk ke wilayah otonom Kurdi di Irak. Ia bergabung dengan Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) yang berafiliasi dengan Partai Pekerja Kurdi (PKK) berhaluan Marxis.

Dalam kamp pelatihan, Joanna ternyata menunjukkan keahlian menembak jitu. Setelah menyelesaikan masa pelatihan, ia lantas masuk dalam skuat penembak runduk YPG dan beroperasi di wilayah otonom Kurdi di Irak maupun Suriah.

Tak main-main, sejak tahun 2014, reputasi Joanna langsung melejit di berbagai palagan melawan ISIS. Berbekal dua senapan buatan Rusia, SVD Dragunov dan Kalashnikov, kesayangannya, Joanna mampu membunuh lebih dari 100 teroris ISIS.

Kelihaiannya menembak secara jitu titik-titik vital lawan, membuat Joanna dikenal di kalangan ISIS sebagai "Perempuan Kematian" (Lady Death). Bahkan, ISIS membuat sayembara bagi anggotanya yang bisa membunuh atau menangkap Joanna, bakal diberi imbalan 1 Juta Dolar AS atau setara Rp 13 miliar.

"ISIS bernafsu menangkap dan menjadikan saya sebagai budak seks. Tapi, seperti yang anda tahu, mereka tak pernah berhasil. Saya juga ditakuti oleh mereka. Sebab, dalam keyakinan mereka, setiap militan tak bisa masuk surga kalau dibunuh oleh seorang perempuan," tuturnya.

baca juga

Ketika ISIS semakin kehilangan kekuasaannya di kedua negara, Joanna memutuskan untuk pulang ke Denmark, akhir 2016.

Namun, keputusannya itu justru menjadi lembaran pilu kehidupannya. Joanna yang dielu-elukan rakyat Irak dan Suriah sebagai pahlawan, justru ditangkap aparat intelejen negaranya sendiri karena dianggap berbahaya.

Joana ditangkap badan intelejen Denmark, P.E.T, 7 Desember 2016. Kekinian ia berada dalam penjara dan diancam penjara 2 tahun.

"Ketika aku pulang, aku berpikir sudah bersumbangsih melindungi warga Eropa dari ancaman ISIS. Tapi ternyata, aku sendiri dianggap sebagai teroris. Apakah pemerintah Denmark menakuti pemikiran politik dan keahlianku menembak?" sindir Joanna.

Namun, karena desakan masyarakat, pemerintah Denmark akhirnya membebaskan Joana sebelum Natal 2016, tepatnya tanggal 23 Desember tahun lalu.

Tapi, itu bukan berarti Joanna bisa melanjutkan kehidupannya sebagai mahasiswi dan brelaku seperti para wanita sebayanya. Sebab, kekinian, ISIS kembali mengincarnya.

ISIS tampaknya emosi karena tidak bisa menangkap Joanna ketika masih di medan tempur. Kini, ISIS dikabarkan kembali memasang hadiah Rp 13 miliar bagi siapa pun anggota atau simpatisannya di luar negeri yang bisa memenggal kepala sang "Dewi Kematian".

"Saya tak takut. Saya siap mati kapan saja. Sebab, bagi saya, kehilangan kemerdekaan dalam kehidupan lebih menakutkan daripada kematian," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Militer Turki Kuasai Al Bab, ISIS Terkepung

Militer Turki Kuasai Al Bab, ISIS Terkepung

News | Minggu, 12 Februari 2017 | 19:42 WIB

Marak Aksi Korupsi, Program Petagon Gagal Perangi Propaganda ISIS

Marak Aksi Korupsi, Program Petagon Gagal Perangi Propaganda ISIS

News | Rabu, 01 Februari 2017 | 20:16 WIB

WNI Diduga Anggota ISIS Ditangkap Polisi Malaysia

WNI Diduga Anggota ISIS Ditangkap Polisi Malaysia

News | Rabu, 01 Februari 2017 | 00:00 WIB

Bos Algojo ISIS Tewas Ditusuk

Bos Algojo ISIS Tewas Ditusuk

News | Senin, 30 Januari 2017 | 19:10 WIB

Terkini

DPRD NTB Minta Seluruh Pimpinan dan Pengajar Ponpes Tes Kejiwaan

DPRD NTB Minta Seluruh Pimpinan dan Pengajar Ponpes Tes Kejiwaan

Bali | Rabu, 30 September 2026 | 12:50 WIB

Langkah Gibran Sambangi Korban MBG Disebut Belum Selesaikan Masalah, Cuma Cari Panggung Politik?

Langkah Gibran Sambangi Korban MBG Disebut Belum Selesaikan Masalah, Cuma Cari Panggung Politik?

News | Rabu, 30 September 2026 | 12:49 WIB

Targer 8% Buyar, Ekonomi Indonesia Diramal Hanya Mentok di Level 5,2%

Targer 8% Buyar, Ekonomi Indonesia Diramal Hanya Mentok di Level 5,2%

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 12:49 WIB

Strategi Toyota Indonesia Seimbangkan Otomatisasi Pabrik dan Tenaga Kerja Manusia

Strategi Toyota Indonesia Seimbangkan Otomatisasi Pabrik dan Tenaga Kerja Manusia

Otomotif | Rabu, 30 September 2026 | 12:48 WIB

Si Jago Merah Mengamuk di Petamburan Dini Hari, Tiga Rumah Ludes Terbakar

Si Jago Merah Mengamuk di Petamburan Dini Hari, Tiga Rumah Ludes Terbakar

News | Rabu, 30 September 2026 | 12:48 WIB

5 Rekomendasi Dompet Pria Lokal untuk Solusi Kado Ulang Tahun

5 Rekomendasi Dompet Pria Lokal untuk Solusi Kado Ulang Tahun

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 12:46 WIB

Diskon Tiket Masuk ARTSUBS 2026 Khusus Pengguna BRImo

Diskon Tiket Masuk ARTSUBS 2026 Khusus Pengguna BRImo

Bri | Rabu, 30 September 2026 | 12:45 WIB

8 Rekomendasi Parfum Pucelle dan Gatsby Terbaik di Minimarket untuk Harian

8 Rekomendasi Parfum Pucelle dan Gatsby Terbaik di Minimarket untuk Harian

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 12:44 WIB

Bukan Sekadar Flu, Kenali Tanda Bahaya Influenza A yang Bisa Berujung Rawat Inap di RS

Bukan Sekadar Flu, Kenali Tanda Bahaya Influenza A yang Bisa Berujung Rawat Inap di RS

Health | Rabu, 30 September 2026 | 12:44 WIB

Hentikan Plastik ke Laut Saja Tak Cukup, Sampah Lama Bisa Berubah Jadi Mikroplastik

Hentikan Plastik ke Laut Saja Tak Cukup, Sampah Lama Bisa Berubah Jadi Mikroplastik

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 12:43 WIB

×