Djarot Datangi Masjid yang Diisukan Tolak Urus Jenazah Pro Ahok

Siswanto, Dwi Bowo Raharjo

Jum'at, 24 Februari 2017 | 16:35 WIB
Djarot Datangi Masjid yang Diisukan Tolak Urus Jenazah Pro Ahok
Masjid Al Waqfiyah, Salemba I, RT 7, RW 8, Paseban, Jakarta Pusat [suara.com/Erick Tanjung]
Pekan lalu, beredar kabar yang menyebutkan pengelola Masjid Al Waqfiyah, Salemba I, RT 7, RW 8, Paseban, Jakarta Pusat, mengeluarkan pengumuman yang berisi penolakan mengurus kematian, salat, doa, warga yang memilih calon gubernur petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di pilkada Jakarta.

Untuk memastikan kabar tersebut, siang tadi, pasangan Ahok, Djarot Saiful Hidayat, datang ke sana.

"Ada satu pengumuman dari masjid Al Waqiyah ini yang menyatakan bahwa, bagi umat muslim yang memilih pasangan tertentu kalau meninggal dunia tidak disalati, tidak ditahlili, dan sebagainya," ujar Djarot di Masjid Al Waqfiyah.

Setelah bicara dengan ketua pengurus masjid ini, Muhamad Shodikin, Djarot mendapatkan penjelasan bahwa informasi tersebut tidak benar.

"Oleh sebab itu kami apresiasi dan beri penghargaan kepada pengurus masjid yang meluruskan berita itu, bahwa itu tidak benar," kata Djarot.

Djarot mengaku mengetahui kabar tersebut dari saudaranya di Blitar, Jawa Timur.

Djarot berharap warga Jakarta jangan pernah terpengaruh dengan informasi seperti itu.

"Kita diadu domba satu sama lain hanya gara gara pilkada. Please saya mohon jangan," kata Djarot di masjid yang berdiri tahun 1960.

"Mari di masjid ini kita behenti lakukan kegiatan yang mengumbar kebencian kemungkaran. Berhenti untuk sifat-sifat yang jahat," Djarot menambahkan

Selain selebaran, ada pula spanduk. Salah satu spanduk ditemukan Suara.com di Masjid Al Jihad, Gang BB, Kelurahan Karet, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan. Semalam, spanduk bertuliskan: Masjid Ini Tidak Mensholatkan Jenazah Pendukung dan Pembela Penista Agama, masih terpasang di depan masjid.
 
Tokoh masyarakat Habib Novel Chaidir Hasan Bamukmin mendukung sikap pengurus masjid dan musala di Jakarta menolak mengurus kematian warga yang mendukung pemimpin yang dianggap menistakan agama. Pesan tersebut diarahkan kepada Ahok, calon gubernur Jakarta petahana yang kini berstatus terdakwa kasus penodaan agama.

"Ini terlepas dari ormas apapun, terlepas dari urusan pilkada, ini adalah keputusan hukum daripada syariat Islam. Jadi banyak ulama, ustadz, dai, pengurus masjid mengambil sikap, termasuk saya juga. Saya pribadi imbau teman-teman di masjid atau musala jangan salatkan orang-orang yang telah mendukung gubernur yang menista agama karena haram. Mutlak," kata Novel kepada Suara.com.

Novel menegaskan bahwa sikapnya kali ini tidak mewakili Front Pembela Islam.

Novel menambahkan pesan tersebut juga akan dia sampaikan saat nanti menjadi khatib salat Jumat siang ini. Dia menekankan sikap ini dalam konteks kenegaraan di daerah mayoritas Islam.

"Jadi mereka ulama, ustadz, kyai, memberikan imbauan itu sangat tepat. Perlu dimaklumi dan perlu diketahui. Ini adalah hukum syariat, terlepas dari pilkada," kata dia.

Novel membantah pemasangan spanduk tersebut merupakan ide FPI.

"Perlu dijelaskan. Tidak ada hubungan dengan FPI. FPI justru tidak pernah mengeluarkan pendapat semacam ini," kata dia.

Novel mengungkapkan spanduk berisi pesan seperti itu ada di banyak masjid dan musala di Jakarta.

"Bukan di Al Jihad saja. Ada juga di daerah Jakarta Selatan, banyak. Di Jakarta Pusat di daerah Kota, Pekojan, juga," kata Novel.

Bahkan, Novel mengaku juga membuat selebaran sendiri dan menyebarkannya ke masjid dan musala.

"Saya bikin selebaran. Imbauan bahwa sanksi daripada memilih pemimpin kafir itu haram hukumnya. Dan sanksinya berat, tidak boleh disalatkan jenazahnya. Ini soal aqidah," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ada Spanduk Tolak Salatkan Jenazah Pro Ahok, Ini Reaksi Istiqlal

Ada Spanduk Tolak Salatkan Jenazah Pro Ahok, Ini Reaksi Istiqlal

News | Jum'at, 24 Februari 2017 | 16:19 WIB

Spanduk Tolak Salatkan Jenazah Pro Ahok, Timses: Itu Sakit Jiwa!

Spanduk Tolak Salatkan Jenazah Pro Ahok, Timses: Itu Sakit Jiwa!

News | Jum'at, 24 Februari 2017 | 15:30 WIB

Tolak Salatkan Jenazah Pro Ahok, Masjid Jangan Jadi Alat Politik

Tolak Salatkan Jenazah Pro Ahok, Masjid Jangan Jadi Alat Politik

News | Jum'at, 24 Februari 2017 | 14:56 WIB

Politisi PKB Desak Mendagri Cepat Tunjuk Pengganti Ahok Saat Cuti

Politisi PKB Desak Mendagri Cepat Tunjuk Pengganti Ahok Saat Cuti

News | Jum'at, 24 Februari 2017 | 14:42 WIB

Ahok Akui Dedikasi Kerja Pasukan Oranye

Ahok Akui Dedikasi Kerja Pasukan Oranye

News | Jum'at, 24 Februari 2017 | 14:32 WIB

Habib Novel Tolak Hadiri Majelis di Kampung yang Menangkan Ahok

Habib Novel Tolak Hadiri Majelis di Kampung yang Menangkan Ahok

News | Jum'at, 24 Februari 2017 | 13:21 WIB

Ahok: Tergantung Orang Jakarta Pilih Gubernur Baru atau Lama

Ahok: Tergantung Orang Jakarta Pilih Gubernur Baru atau Lama

News | Jum'at, 24 Februari 2017 | 13:18 WIB

Habib Novel akan Usir Jenazah Pendukung Ahok

Habib Novel akan Usir Jenazah Pendukung Ahok

News | Jum'at, 24 Februari 2017 | 11:50 WIB

Novel Setuju Spanduk Masjid Tolak Salatkan Jenazah Pendukung Ahok

Novel Setuju Spanduk Masjid Tolak Salatkan Jenazah Pendukung Ahok

News | Jum'at, 24 Februari 2017 | 11:29 WIB

Terkini

Lagu Om Zein Dinilai Lecehkan Perempuan, Dianggap Humor Pun Tidak Lucu!

Lagu Om Zein Dinilai Lecehkan Perempuan, Dianggap Humor Pun Tidak Lucu!

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:17 WIB

ICW: Prabowo Menormalisasi Rangkap Jabatan lewat Pengangkatan Nanik S. Deyang Cs

ICW: Prabowo Menormalisasi Rangkap Jabatan lewat Pengangkatan Nanik S. Deyang Cs

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:26 WIB

2.000 Taruna Diterjunkan ke Sekolah Rakyat, Pemerintah Bantah Ada Militerisasi

2.000 Taruna Diterjunkan ke Sekolah Rakyat, Pemerintah Bantah Ada Militerisasi

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:13 WIB

Kepala BGN Nanik S Deyang Dilaporkan atas Dugaan Rangkap Jabatan di BUMN

Kepala BGN Nanik S Deyang Dilaporkan atas Dugaan Rangkap Jabatan di BUMN

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:00 WIB

Indonesia-Belarus Sepakati 7 MoU dan Roadmap Kerja Sama hingga 2030

Indonesia-Belarus Sepakati 7 MoU dan Roadmap Kerja Sama hingga 2030

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 17:45 WIB

80 Tahun Polri: Reformasi Dinilai Jalan di Tempat, Pergantian Kapolri Dianggap Mendesak

80 Tahun Polri: Reformasi Dinilai Jalan di Tempat, Pergantian Kapolri Dianggap Mendesak

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 17:37 WIB

Sekolah Rakyat Permanen Sukoharjo Hampir Rampung, Siap Beroperasi 14 Juli

Sekolah Rakyat Permanen Sukoharjo Hampir Rampung, Siap Beroperasi 14 Juli

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 17:26 WIB

Tri Tito Karnavian Berharap Produk Kerajinan Indonesia Tembus Pasar Global di HUT ke-46 Dekranas

Tri Tito Karnavian Berharap Produk Kerajinan Indonesia Tembus Pasar Global di HUT ke-46 Dekranas

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 17:22 WIB

Terjerat Korupsi MBG, Begini Nasib Brigjen Lalu di Polri!

Terjerat Korupsi MBG, Begini Nasib Brigjen Lalu di Polri!

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 17:03 WIB

Kolaborasi Perkuat Layanan Jantung Anak di RSUD Tobelo

Kolaborasi Perkuat Layanan Jantung Anak di RSUD Tobelo

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 17:00 WIB

×