Khofifah, Menteri Pertama RI yang Injakkan Kaki di Puncak Jaya

Reza Gunadha

Senin, 27 Februari 2017 | 05:42 WIB
Khofifah, Menteri Pertama RI yang Injakkan Kaki di Puncak Jaya
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa saat kunjungan kerja ke Desa Nawin, Kecamatan Haruai, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, Minggu (26/2/2017). [Suara.com/Pebriansyah Ariefana]

Suara.com - Siapa sangka sejak Indonesia memproklamasikan kemerdekaan 72 tahun silam (1945-2017), hanya ada satu menteri yang menginjakkan kakinya ke Puncak Jaya, Papua. Orang itu adalah Khofifah Indar Parawansa, Menteri Sosial era Presiden Joko Widodo.

Khofifah menginjakkan kakinya di Puncak Jaya saat melakukan kunjungan ke daerah tersebut, Agustus 2015.

Khofifah menceritakan detil detik-detik kunjungannya ke kawasan yang marak terjadi penembakan gelap itu kepada suara.com, di sela-sela kunjungan kerja ke Desa Nawin, Kecamatan Haruai, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, Minggu (26/2/2017).

Mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan era Presiden Gus Dur itu mengakui, tidak mudah mendapatkan izin ke Puncak Jaya. Aparat keamanan kerap menolak memberikan izin karena menganggap kawasan itu berbahaya bagi petinggi negara.

"Di sana banyak sniper (penembak runduk) hebat," kata Khofifah merujuk gerilyawan Organisasi Papua Merdeka (OPM), saat berbincang santai dengan suara.com di mobilnya.

Tak putus asa, Khofifah mencoba menelepon Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmayanto dan Kepala Kepolisian Indonesia saat itu, Jenderal Badrodin Haiti.

"Mereka bilang, siap. Ya sudah saya siapkan berangkat," ceritanya.

Khofifah lantas menyiapkan berbagai hal, terutama membawa banyak poster Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla. Dia juga membawa bendera Merah Putih.

baca juga

"Saya bawa bendera dari yang kecil, sedang, dan besar. Saya juga bawa poster foto presiden dan wapres," kata dia.

Tokoh Nahdalatul Ulama itu akhirnya tiba di Puncak Jaya, Minggu (21/2/2016). Di sana, dia diterima tokoh adat setempat.

"Saya berikan poster itu. Saya bilang, bapak ini presiden Indonesia. Kalau bapak bersedia, bisa saya berikan poster ini ke bapak. Dia menerimanya," cerita Khofifah.

Menurut dia, Puncak Jaya aman untuk dikunjungi. Meski saat itu dia ketat dijaga oleh tentara dan polisi. Bahkan penjagaan sangat ketat.

"Saya ingin memastikan masyarakat di sana mendapatkan haknya sebagai warga negara," katanya. (Pebriansyah Ariefana)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Suku Dayak Beri Obat Mujarab ke Mensos Khofifah, Apa Itu?

Suku Dayak Beri Obat Mujarab ke Mensos Khofifah, Apa Itu?

News | Senin, 27 Februari 2017 | 00:44 WIB

Tembus Keterisolasian, Pemerintah Buka Jalan Pantai Utara Papua

Tembus Keterisolasian, Pemerintah Buka Jalan Pantai Utara Papua

Bisnis | Jum'at, 24 Februari 2017 | 17:07 WIB

Tahun 2017, Akses Jalan Waghete ke Timika Akan Terbuka

Tahun 2017, Akses Jalan Waghete ke Timika Akan Terbuka

Bisnis | Kamis, 23 Februari 2017 | 11:40 WIB

Kementerian PUPR Lakukan Ekspedisi Jalan Trans Papua

Kementerian PUPR Lakukan Ekspedisi Jalan Trans Papua

Bisnis | Kamis, 23 Februari 2017 | 11:06 WIB

Dengarkan Cita-cita Anak Suku Anak Dalam, Mensos Merasa Takjub

Dengarkan Cita-cita Anak Suku Anak Dalam, Mensos Merasa Takjub

News | Senin, 20 Februari 2017 | 07:10 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×