Jika Jenazah Pro Ahok Ditolak di Satu Masjid, Cari Masjid Lain

Siswanto, Bagus Santosa

Senin, 27 Februari 2017 | 13:59 WIB
Jika Jenazah Pro Ahok Ditolak di Satu Masjid, Cari Masjid Lain
Dengan nada bercanda, Direktur Imparsial Al Araf mengatakan tidak perlu khawatir jika ada masjid yang menolak mengurus jenazah karena dianggap semasa hidupnya mendukung Basuki Tjahaja Purnama di pilkada Jakarta periode 2017-2022. Keluarga almarhum bisa mencari masjid lain yang bersedia mendoakan.

"Menurut saya kalau nggak boleh di masjid itu lebih baik di masjid lain, karena masih banyak masjid lain yang bisa memperbolehkan mensalatkan," kata Araf di acara diskusi bertema Penebaran Kebencian, Problem Intoleransi, dan Peranan Penegak Hukum di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin (27/2/2017).
‎
Pernyataan Araf untuk menanggapi pemasangan spanduk di masjid yang bertuliskan "masjid ini tidak mensholatkan jenazah pendukung dan pembela penista agama." Spanduk tersebut muncul menjelang pilkada Jakarta putaran kedua pada 19 April 2017.

Araf menekankan penyelesaikan permasalahan tersebut dapat melalui dialog dengan masyarakat.

"Hal-hal seperti ini bisa dilakukan dengan ruang-ruang dialog dan pencegahan bisa dilakukan bahwa hal-hal yang sekiranya bisa membuka ruang tafsir-tafsir intoleransi dan sebagainya bisa diminimalisasi dengan cara-cara membuka ruang komunikasi supaya hal tersebut tidak terjadi," kata dia.

‎Lebih jauh, Araf menilai munculnya gerakan pemasangan spanduk semacam itu menjelang pilkada menunjukkan ada kalangan yang pemahaman politiknya masih dangkal.

"Masih menggunakan cara politik konservatif yang menjadikan SARA sebagai sarana politisasi. Ini yang menjadi ruang politik itu tidak sehat," ujarnya.

Araf mengatakan politik seharusnya berbicara tentang adu ide, bukan ‎menebarkan kebencian.

"Nah ruang seperti ini nampaknya digemari dari 2012 kemarin, ataupun sekarang dan juga mungkin nanti di 2019. Nah ini, sesuatu yang harus dilawan. Politisasi SARA itu suatu yang menunjukkan kedangkalan kita dalam berpolitik," kata Araf.

"Mudah-mudahan, ke depan masyarakat Indonesia lebih rasional dan dewasa dalam melakukan pemahaman dalam berpolitik. Dan saya rasa sebagian besar masyarakat Indonesia tidak mau terjerumus dalam politik yang dangkal dan ingin membangun politik yang sehat," Araf menambahkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Isu Boikot Jenazah Pro Ahok, Ini Bahaya Politik Praktis di Masjid

Isu Boikot Jenazah Pro Ahok, Ini Bahaya Politik Praktis di Masjid

News | Senin, 27 Februari 2017 | 13:41 WIB

Polisi Tunggu Laporan Kasus Boikot Jenazah Pendukung Ahok

Polisi Tunggu Laporan Kasus Boikot Jenazah Pendukung Ahok

News | Senin, 27 Februari 2017 | 13:00 WIB

Aksi Tolak Salatkan Mayat Pro Ahok, Alissa Wahid: Berbahaya

Aksi Tolak Salatkan Mayat Pro Ahok, Alissa Wahid: Berbahaya

News | Senin, 27 Februari 2017 | 12:41 WIB

Terkini

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Harga Barang Bisa Naik? Ini Kata idEA

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Harga Barang Bisa Naik? Ini Kata idEA

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:25 WIB

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:09 WIB

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Bukan Sekadar Glowing, Skin Longevity Ajak Kenali Kesehatan Kulit Lebih Dalam

Bukan Sekadar Glowing, Skin Longevity Ajak Kenali Kesehatan Kulit Lebih Dalam

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:38 WIB

Bukan Nekat! Emil Audero Bongkar Alasan Berani Ikut Menyerang saat Indonesia Hancurkan Bangladesh

Bukan Nekat! Emil Audero Bongkar Alasan Berani Ikut Menyerang saat Indonesia Hancurkan Bangladesh

Bola | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:35 WIB

Studi: Cara Orang Bepergian Kini Makin Personal, Pilihan Moda Transportasi Tak Lagi Seragam

Studi: Cara Orang Bepergian Kini Makin Personal, Pilihan Moda Transportasi Tak Lagi Seragam

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Persis Solo Tumbang di Manahan, Ricky Nelson: Saya Pribadi Bertanggung Jawab

Persis Solo Tumbang di Manahan, Ricky Nelson: Saya Pribadi Bertanggung Jawab

Surakarta | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Kirim 63 Duta Muda, Indonesia Siap Bersaing Lawan China dan Singapura di IMSO ke-23

Kirim 63 Duta Muda, Indonesia Siap Bersaing Lawan China dan Singapura di IMSO ke-23

Jabar | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:01 WIB

×