Manusia Gerobak Jalan Kaki dari Lampung ke Surabaya Bawa Balita

Pebriansyah Ariefana

Minggu, 12 Maret 2017 | 02:04 WIB
Manusia Gerobak Jalan Kaki dari Lampung ke Surabaya Bawa Balita
Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi. (suara.com/Pebriansyah Ariefana)

Suara.com - Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi memulangkan manusia gerobak yang berjalan kaki selama 20 hari dari Lampung menuju Surabaya, saat melintasi daerah sekitar Purwakarta, Sabtu (11/3/2017).

"Saya mendapat informasi (tentang manusia gerobak) dari sms center (0812-1297-775)," katanya dalam siaran pers di Purwakarta, Sabtu sore.

Manusia gerobak itu bernama Abdul Gani, warga Kelurahan Kembangan, Kota Surabaya, Jatim. Ia nekat membawa keluarga berjalan kaki dari Kampung Aren, Lampung Selatan untuk pulang ke daerahnya, Surabaya.

Berbekal gerobak berisi pakaian dan beberapa perlengkapan keluarga, ia menempuh perjalanan selama 20 hari sebelum akhirnya melintasi daerah sekitar Purwakarta.

Selama menempuh perjalanan, Abdul beserta istrinya, Nurhayati dan keempat anaknya, Dani (8), Fitra (5), Andi (4) dan Udin, balita yang baru berusia 10 bulan, hanya mengandalkan belas kasihan orang yang melintas di jalan untuk makan.

Di perjalanan, manusia gerobak itu memilih beristirahat di masjid atau kantor desa yang kebetulan dilintasi.

Abdul mengaku tidak memiliki cukup uang untuk membeli tiket pulang, hanya mempunyai Rp870 ribu. Jadi dirinya membelikan gerobak seharga Rp650 ribu, yang penting keluarganya bisa terangkut semua.

"Sudah 20 hari di perjalanan, untuk makan, sering ada yang memberi, kami jalan sekuatnya saja, biasanya istirahat di masjid atau kantor desa yang kami lewati," katanya.

Abdul sehari-hari bekerja sebagai buruh bakar arang di Lampung Selatan. Tinggal di mes kontrakan, ia hanya mendapat Rp5 ribu untuk satu karung arang bakar yang ia garap. Dalam sehari, rata-rata ia bisa menyelesaikan 12 karung arang bakar.

"Sudah satu tahun delapan bulan saya kerja di Lampung, sehari mendapat Rp60 ribu, untuk membeli gerobak itu pun saya harus menabung. Kalau bisa pulang, saya ingin buka usaha sendiri di Surabaya," katanya.

Dalam pertemuan dengan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, Abdul meminta agar dibantu biaya untuk pulang dengan menggunakan bus.

Sebelumnya, Dedi menawari Abdul agar manusia gerobak itu pulang dengan menggunakan pesawat atau kereta api. Tapi, karena ia dan keluarga tidak membawa identitas, tawaran itu diterima.

Akhirnya, manusia gerobak tersebut berkeinginan pulang ke Surabaya, naik kereta api atau bus.

Bupati Dedi mengaku mengetahui keberadaan manusia gerobak Abdul Gani dan keluarganya melalui laporan warga yang masuk melalui sms center selama dua hari terakhir ini.

Atas dasar laporan itu, Dedi meminta para camat dan petugas Satpol PP Purwakarta melacak keberadaan Abdul dan membawanya ke rumah dinas. Setelah ditemukan, manusia gerobak itu dibawa ke rumah dinas bupati. Selanjutnya bupati memberikan ongkos pulang manusia gerobak itu serta memberikan uang Rp5 juta untuk modal usaha.

Uang itu diharapkan untuk membuka usaha pembakaran arang di daerahnya, sedangkan gerobak miliknya akan dikirim melalui jasa pengiriman paket. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bupati Purwakarta Minta Ormas Islam Buat Parpol Agar "Fair"

Bupati Purwakarta Minta Ormas Islam Buat Parpol Agar "Fair"

News | Rabu, 08 Februari 2017 | 16:56 WIB

Dedi Mulyadi Menangis Ketika Bertemu Janda Kuli Tandur

Dedi Mulyadi Menangis Ketika Bertemu Janda Kuli Tandur

News | Minggu, 25 Desember 2016 | 13:29 WIB

Dedi Mulyadi Minta Maaf Gara-gara Foto Seakan Pegang Paha Siswi

Dedi Mulyadi Minta Maaf Gara-gara Foto Seakan Pegang Paha Siswi

News | Rabu, 30 November 2016 | 20:47 WIB

Aksi Bupati Purwakarta Ini Tuai Pujian

Aksi Bupati Purwakarta Ini Tuai Pujian

News | Senin, 24 Oktober 2016 | 17:00 WIB

Bupati Purwakarta: Camat Jemput Warga Pengikut Dimas Kanjeng

Bupati Purwakarta: Camat Jemput Warga Pengikut Dimas Kanjeng

News | Sabtu, 08 Oktober 2016 | 21:06 WIB

Bupati Purwakarta Dicegat Pelajar SMP

Bupati Purwakarta Dicegat Pelajar SMP

News | Selasa, 27 September 2016 | 23:58 WIB

Puluhan Pelajar Merokok Kocar-kacir Dihampiri Dedi Mulyadi

Puluhan Pelajar Merokok Kocar-kacir Dihampiri Dedi Mulyadi

News | Jum'at, 16 September 2016 | 23:05 WIB

Persib Gunakan "Jalak Harupat", Bupati Ini Siap Pasang Badan

Persib Gunakan "Jalak Harupat", Bupati Ini Siap Pasang Badan

Bola | Sabtu, 20 Agustus 2016 | 01:30 WIB

Bagian Bawah Fly Over Gondangdia Sepi dari Pemulung Bergerobak

Bagian Bawah Fly Over Gondangdia Sepi dari Pemulung Bergerobak

News | Selasa, 12 Juli 2016 | 11:37 WIB

Terobosan Purwakarta Kurangi Beban Sampah Jakarta

Terobosan Purwakarta Kurangi Beban Sampah Jakarta

News | Sabtu, 23 Januari 2016 | 02:01 WIB

Terkini

Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan

Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 21:35 WIB

Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan

Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:44 WIB

Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos

Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:41 WIB

Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban

Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:22 WIB

Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi

Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:43 WIB

Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik

Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:36 WIB

Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?

Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:24 WIB

Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo

Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:10 WIB

Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis

Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:04 WIB

Kisah Yunita Bangun Dear June Official, Dari Satu Penjahit Hingga Tembus Pasar Singapura

Kisah Yunita Bangun Dear June Official, Dari Satu Penjahit Hingga Tembus Pasar Singapura

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:00 WIB

×