Solidaritas Etnis Sangat Tinggi pada Pilgub DKI Putaran Pertama

Arsito Hidayatullah, Nikolaus Tolen

Jum'at, 17 Maret 2017 | 21:29 WIB
Solidaritas Etnis Sangat Tinggi pada Pilgub DKI Putaran Pertama
Warga memberikan hak suara dalam Pilkada DKI Jakarta di TPS 020 dan 021 di kolong jembatan kawasan Penjaringan, Jakarta, Rabu (15/2/2017). [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Pusat Data Bersatu (PDB) melakukan Desk Research terhadap kekhawatiran perilaku pemilih dalam Pilkada DKI Jakarta 2017 putaran pertama. Dari riset tersebut, ditemukan adanya indikasi kuat penggunaan solidaritas etnis yang dapat memecah persatuan bangsa. Padahal selama ini, khususnya Jakarta sebagai Ibu Kota Indonesia, dinilai sudah menampilkan hidup rukun dan berdampingan dengan tingkat heterogenitas penduduk yang tinggi.

"Setelah adanya putaran pertama Pilkada DKI, mulai terjadi pergeseran dari heterogenitas ke homogenitas," kata peneliti PDB, Agus Herta Soemarto, dalam Diskusi Evaluasi Pilkada DKI Putaran Pertama bertajuk "SARA, Isu atau Fakta" di Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta, Jumat (17/3/2017).

Dari hal tersebut, menurut Agus, terlihat pilihan sebagian masyarakat pada putaran pertama tidak didasarkan pada prestasi kerja masing-masing calon, melainkan kesamaan suku, agama, ras dan etnis tertentu.

Agus menjelaskan, hasil Pilkada DKI putaran pertama di beberapa wilayah berbasis kelompok tertentu sangat menunjukkan politik solidaritas etnis tersebut. Seperti Jakarta Utara dan Jakarta Barat, di mana hampir 100 persen pemilih di TPS yang pemilihnya berasal dari kelompok etnis dan agama tertentu, memiliki tingkat partisipasi yang hampir menyentuh ke pasangan nomor urut dua, Ahok-Djarot.

"Apabila memang berdasarkan kerja, maka sapu bersih suara seharusnya terjadi di wilayah lain," kata Agus.

Kemudian, lanjut dia, dalam penelitian ini setidaknya ada 505 TPS yang terindikasi kuat ada unsur solidaritas etnis dan agama dalam pertimbangan pilihannya.

"Sebagai contoh TPS 22 di Kelurahan Sunter Agung, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, (di mana) paslon satu tidak mendapat suara, paslon tiga hanya mendapat 4 suara, sedangkan paslon nomor urut dua mencapai 99,2 persen," kata Agus.

Agus juga menerangkan, dalam Pilkada putaran pertama, dikotomi pilihan suara berdasarkan faktor etnis dan agama banyak terjadi di kelompok minoritas. Sedangkan pada wilayah-wilayah yang basis massanya mayoritas Islam, menurutnya tidak terjadi homogenitas pilihan.

"Dalam mayoritas, pasangan nomor urut dua (Ahok-Djarot) mendapat suara terbanyak yang cukup besar. Hal ini menandakan bahwa pilihan kelompok mayoritas lebih rasional, yang didasarkan pada prestasi kerja masing-masing paslon," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tim Pemenangan Anies-Sandi Fokus Kampanye Via Sosmed

Tim Pemenangan Anies-Sandi Fokus Kampanye Via Sosmed

News | Jum'at, 17 Maret 2017 | 20:38 WIB

Terungkap, Kenapa Ahok Sekarang Kampanye "Diam-diam"

Terungkap, Kenapa Ahok Sekarang Kampanye "Diam-diam"

News | Jum'at, 17 Maret 2017 | 19:30 WIB

Sejarawan: Politik SARA di Pilkada DKI Terbesar Dalam Sejarah

Sejarawan: Politik SARA di Pilkada DKI Terbesar Dalam Sejarah

News | Jum'at, 17 Maret 2017 | 19:01 WIB

Pimpinan Partai Pendukung Ahok Kumpul di DPP Golkar

Pimpinan Partai Pendukung Ahok Kumpul di DPP Golkar

News | Jum'at, 17 Maret 2017 | 17:26 WIB

Terkini

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 00:09 WIB

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Bogor | Selasa, 22 September 2026 | 23:29 WIB

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:19 WIB

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:15 WIB

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:02 WIB

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 23:01 WIB

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:00 WIB

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 22:45 WIB

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 22:40 WIB

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

Video | Selasa, 22 September 2026 | 22:10 WIB

×