Chairil Anwar, Sang Bohemian yang Diusul Jadi Pahlawan Nasional

Reza Gunadha

Jum'at, 14 April 2017 | 13:27 WIB
Chairil Anwar, Sang Bohemian yang Diusul Jadi Pahlawan Nasional
Grafiti Chairil Anwar. [Net]

Apresiasi terhadap sosok Chairil Anwar sudah lama diberikan kalangan seniman dan budayawan Minangkabau.

Bahkan empat tahun lalu, Rumah Budaya Fadli Zon yang berlokasi di Nagari Aia Angek, Kota Padang Panjang atau tepatnya di ruas jalan raya Padangpanjang-Bukittinggi di KM6, telah pula meresmikan meresmikan patung sastrawan itu.

Peresmian patung Chairil Anwar dalam memperingati 91 tahun penyair terkemuka Indonesia tersebut. Patung diresmikan langsung oleh putri mendiang, Evawani Alissa Chairil Anwar.

Patung tersebut berbahan perunggu karya Bambang Win, dan merupakan salah satu bentuk apresiasi Rumah Budaya Fadli Zon terhadap Chairil Anwar yang sudah berjasa dalam dunia kesusastraan Indonesia.

"Saya berterima kasih atas penghargaan yang diberikan kepada orang tua saya dari Rumah Budaya Fadli Zon," ucap Evawani Alissa Chairil Anwar saat itu.

Banyaknya tokoh dan seniman serta budayawan yang terlibat dalam kegiatan ini,  juga menjadi bukti bahwa Chairil Anwar sangat dicintai sampai saat ini seperti Taufiq Ismail, Iman Sholeh, Joserizal Manua, Upita Agustin, Iyut Fitra, dan Fadli Zon.

Para tokoh seniman itu membacakan berbagai puisi karya Chairil Anwar setelah acara peresmian dan konser mini "Shalawat" dari Maestro Biola Indonesia, Idris Sardi, yang kini menjadi almarhum.

Direktur Rumah Budaya Fadli Zon saat itu, Elvia Desita menyebutkan, Rumah Budaya tersebut diresmikan pada tanggal 4 Juni 2011 dan keberadaan bangunannya mengandung nilai sejarah serta menarik banyak perhatian berbagai kalangan dan menambah koleksi bangunan bersejarah di Minangkabau.

"Di Rumah Budaya Fadli Zon terdapat setidaknya lebih dari 100 keris Minangkabau yang dikumpulkan dari berbagai daerah di Sumatera Barat selama bertahun-tahun. Koleksi keris ini juga diresmikan keberadaannya di Rumah Budaya pada Minggu, 21 Mei 2011," ujarnya.

baca juga

Si Binatang Jalang

Sosok Chairil Anwar Situs Wikipedia mencatat bahwa Chairil Anwar adalah seniman Indonesia yang lahir di Medan, Sumatera Utara, pada 26 Juli 1922 dan wafat di Jakarta, 28 April 1949 pada umur 26 tahun.

Ia dijuluki sebagai "Si Binatang Jalang" dikutip dari hasil karyanya yang berjudul Aku.

Ia diperkirakan telah menulis 96 karya, termasuk 70 puisi. Bersama Asrul Sani dan Rivai Apin, ia dinobatkan oleh H.B. Jassin sebagai pelopor Angkatan '45 sekaligus puisi modern Indonesia.

Chairil lahir dan dibesarkan di Medan, sebelum pindah ke Batavia (sekarang Jakarta) dengan ibunya pada tahun 1940, di mana ia mulai menggeluti dunia sastra.

Setelah mempublikasikan puisi pertamanya pada tahun 1942, Chairil terus menulis. Puisinya menyangkut berbagai tema, mulai dari pemberontakan, kematian, individualisme, dan eksistensialisme, hingga tak jarang multi-interpretasi.

Chairil Anwar merupakan anak satu-satunya dari pasangan Toeloes dan Saleha, keduanya berasal dari kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat.

Jabatan terakhir ayahnya adalah sebagai Bupati Inderagiri, Riau. Ia masih punya pertalian keluarga dengan Soetan Sjahrir, Perdana Menteri pertama Indonesia.

Sebagai anak tunggal, orang tuanya selalu memanjakannya, namun, Chairil cenderung bersikap keras kepala dan tidak ingin kehilangan apa pun, sedikit cerminan dari kepribadian orang tuanya.

Chairil Anwar mulai mengenyam pendidikan di Hollandsch-Inlandsche School (HIS), sekolah dasar untuk orang-orang pribumi pada masa penjajahan Belanda.

Ia kemudian meneruskan pendidikannya di Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO). Saat usianya mencapai 18 tahun, ia tidak lagi bersekolah dan telah bertekad menjadi seorang seniman.

Dalam usia 19 tahun (setelah perceraian orang tuanya), Chairil bersama ibunya pindah ke Batavia (sekarang Jakarta), di mana ia berkenalan dengan dunia sastra Indonesia.

Meskipun tidak dapat menyelesaikan sekolahnya, ia dapat menguasai berbagai bahasa asing seperti Inggris, Belanda, dan Jerman.

Ia juga mengisi jam-jamnya dengan membaca karya-karya pengarang internasional ternama, seperti Rainer Maria Rilke, W.H. Auden, Archibald MacLeish, Hendrik Marsman, J. Slaurhoff, dan Edgar du Perron.

Penulis-penulis tersebut sangat memengaruhi tulisannya dan secara tidak langsung terhadap tatanan kesusasteraan Indonesia.

Nama Chairil mulai terkenal dalam dunia sastra setelah pemuatan puisinya yang berjudul Nisan pada tahun 1942. Saat itu ia baru berusia 20 tahun.

Hampir semua puisi-puisi yang ia tulis merujuk pada kematian, namun saat pertama kali mengirimkan puisi-puisinya di majalah Pandji Pustaka untuk dimuat, banyak yang ditolak karena dianggap terlalu individualistis dan tidak sesuai dengan semangat Kawasan Kemakmuran Bersama Asia Timur Raya.

Ketika menjadi penyiar radio Jepang di Jakarta, Chairil jatuh cinta pada Sri Ayati tetapi hingga akhir hayatnya Chairil tidak memiliki keberanian untuk mengungkapkannya.

Puisi-puisinya beredar di atas kertas murah selama masa pendudukan Jepang di Indonesia dan tidak diterbitkan hingga tahun 1945.

Kemudian ia memutuskan untuk menikah dengan Hapsah Wiraredja pada 6 Agustus 1946. Mereka dikaruniai seorang putri bernama Evawani Alissa, namun ia bercerai pada akhir tahun 1948.

Chairil meninggal dalam usia muda di Rumah Sakit CBZ (sekarang Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo), Jakarta pada tanggal 28 April 1949. Penyebab kematiannya tidak diketahui pasti, menurut dugaan lebih karena penyakit TBC.

Ia dimakamkan sehari kemudian di Taman Pemakaman Umum Karet Bivak, Jakarta.

Makamnya banyak diziarahi pengagumnya dari masa ke masa. Hari meninggalnya juga selalu diperingati sebagai Hari Chairil Anwar.

Terpancang harapan besar agar pemerintah mengabulkan usulan menjadikan penyair Chairil Anwar dianugerahi gelar pahlawan nasional sesuai karya-karya besar bidang sastra yang telah turut mewarnai perjuangan Indonesia dalam menghadapi penjajah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jenazah Pejuang Kemerdekaan AJ Patty Dipindah ke Ambon

Jenazah Pejuang Kemerdekaan AJ Patty Dipindah ke Ambon

News | Rabu, 22 Maret 2017 | 12:49 WIB

Mensos Semangati Warga Korban Banjir Limapuluhkota

Mensos Semangati Warga Korban Banjir Limapuluhkota

News | Jum'at, 10 Maret 2017 | 08:11 WIB

Kementerian PUPR Distribusi Air Bersih di Lokasi Banjir Sumbar

Kementerian PUPR Distribusi Air Bersih di Lokasi Banjir Sumbar

Bisnis | Kamis, 09 Maret 2017 | 12:53 WIB

Sempat Terputus, Jalan Sumatera Barat  Riau Sudah Pulih Kembali

Sempat Terputus, Jalan Sumatera Barat Riau Sudah Pulih Kembali

Bisnis | Selasa, 07 Maret 2017 | 11:14 WIB

Muslim Kasim, Mantan Wagub Sumbar Meninggal Dunia

Muslim Kasim, Mantan Wagub Sumbar Meninggal Dunia

News | Minggu, 12 Februari 2017 | 05:39 WIB

SEML Bangun Pembangkit Panas Bumi di Sumatera Barat

SEML Bangun Pembangkit Panas Bumi di Sumatera Barat

Bisnis | Selasa, 31 Januari 2017 | 14:53 WIB

Ratusan PNS di Sumatera Barat Terlambat Terima Gaji

Ratusan PNS di Sumatera Barat Terlambat Terima Gaji

News | Kamis, 12 Januari 2017 | 06:57 WIB

Ancaman Terorisme dan Radikalisme Mulai Masuk Sumatera Barat

Ancaman Terorisme dan Radikalisme Mulai Masuk Sumatera Barat

News | Jum'at, 30 Desember 2016 | 21:15 WIB

Jenazah Tan Malaka Akan Dipindahkan, Pemkab Kediri Keberatan

Jenazah Tan Malaka Akan Dipindahkan, Pemkab Kediri Keberatan

News | Kamis, 22 Desember 2016 | 04:18 WIB

Menhan dan Mensos Hadiri Napak Tilas KH As'ad Syamsul Arifin

Menhan dan Mensos Hadiri Napak Tilas KH As'ad Syamsul Arifin

News | Sabtu, 12 November 2016 | 08:04 WIB

Terkini

Kenapa Perut Bunyi Padahal Tidak Lapar? Ini 6 Alasannya Secara Medis

Kenapa Perut Bunyi Padahal Tidak Lapar? Ini 6 Alasannya Secara Medis

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 07:20 WIB

Badland Hunters: Ketika Dunia Hancur, Apa yang Membuat Kita Tetap Bertahan?

Badland Hunters: Ketika Dunia Hancur, Apa yang Membuat Kita Tetap Bertahan?

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 07:10 WIB

Daftar Shio yang Ditakdirkan Kaya Raya dan Sukses di Usia Tua

Daftar Shio yang Ditakdirkan Kaya Raya dan Sukses di Usia Tua

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 06:50 WIB

Di Balik Kekecewaan 5 cm, Saat Nostalgia Terbentur Realitas Prekuel

Di Balik Kekecewaan 5 cm, Saat Nostalgia Terbentur Realitas Prekuel

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 06:45 WIB

Pasar Saham AS Rontok! Wall Street Berdarah Akibat Rekor Terburuk Sejak 2007

Pasar Saham AS Rontok! Wall Street Berdarah Akibat Rekor Terburuk Sejak 2007

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 06:04 WIB

Jelajah IDW 2026 Sambil Bikin Konten, Pengunjung Berpeluang Bawa Pulang Hadiah

Jelajah IDW 2026 Sambil Bikin Konten, Pengunjung Berpeluang Bawa Pulang Hadiah

Jakarta | Rabu, 23 September 2026 | 23:52 WIB

Tak Berhenti di Pelatihan, Dosen IKADO Dampingi Warga Simo Gunung Kembangkan Bisnis Digital

Tak Berhenti di Pelatihan, Dosen IKADO Dampingi Warga Simo Gunung Kembangkan Bisnis Digital

Jatim | Rabu, 23 September 2026 | 23:46 WIB

Harris Arthur Hedar Lantik 120 Pengurus Peradi Profesional di Sultra, Titip Pesan Ini

Harris Arthur Hedar Lantik 120 Pengurus Peradi Profesional di Sultra, Titip Pesan Ini

Sulsel | Rabu, 23 September 2026 | 23:41 WIB

Revisi UU Keuangan Negara Momentum Memecah Ambiguitas Pengertian Kerugian Negara

Revisi UU Keuangan Negara Momentum Memecah Ambiguitas Pengertian Kerugian Negara

Jabar | Rabu, 23 September 2026 | 23:35 WIB

Ombudsman Temukan Miras di 'Kamar Khusus' Lapas Cibinong, Diduga Dihuni Narapidana Kelas Kakap

Ombudsman Temukan Miras di 'Kamar Khusus' Lapas Cibinong, Diduga Dihuni Narapidana Kelas Kakap

Jabar | Rabu, 23 September 2026 | 23:21 WIB

×