Golkar Ingin Presidential Threshold Harus Ditradisikan

Yazir Farouk, Welly Hidayat

Sabtu, 06 Mei 2017 | 21:53 WIB
Golkar Ingin Presidential Threshold Harus Ditradisikan
Diskusi ‘Membatasi Ambang Presidensial’ di Gado-Gado Boplo, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (6/5/2017). [Suara.com/Welly Hidayat]

Suara.com - Wasekjen Partai Golkar Ace Hasan Syadzily mengatakan ambang batas mengusung calon presiden dan wakil presiden atau presidential threshold sangat penting untuk memperkuat pemerintahan. Jika tidak, tiap kebijakan dari pemerintah akan selalu ditentang oleh parlemen.

"Intinya presidential treshold 20 persen suara itu, untuk mendorong partai politik untuk melakukan koalisi sejak awal. Menunjukkan dukungan ke presiden. Presiden harus didukung partai yang sudah teruji di pemilu sebelumnya. Menurut saya, harus ditradisikan, karena membangun koalisi atas kesamaan ideologi sangat sulit," kata Ace dalam diskusi "Membatasi Ambang Presidensial" di gado - gado Boplo, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (6/5/2017).

Lebih lanjut kata anggota Komisi II DPR RI ini bila ambang batas pencalonan presiden tak diberlakukan, kemungkinan partai juga akan mengajukan calon presiden masing-masing.

"Sekarang partai politik di parlemen ada 10. Kalau misal nanti katakan 15 parpol bisa calonkan presiden, kita tidak bisa jamin mereka sudah menyatakan menjadi calon presiden (masing - masing partai)," ujar Ace.

"Bahkan sekarang partai baru saja ketua umumnya sudah kemana-mana dan sudah dinyatakan sebagai calon presiden, semua medianya dipakai untuk pencalonan presiden. Memang itu sah -sah saja, tetapi terujinya dalam politik itu menjadi bagian penting," katanya menambahkan.

Ace menyebut dari 10 fraksi partai di DPR saat ini, hanya ada empat fraksi yang mendukung Pemilu 2019 berlangsung tanpa adanya ambang batas mengusung calon presiden, yakni Partai Amanat Nasional, Partai Hanura, Partai Demokrat dan Partai Gerindra. Sisanya tetap menghendaki ada ambang batas untuk mengusung calon presiden.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Oprah Winfrey Pertimbangkan Jadi Kandidat Presiden AS

Oprah Winfrey Pertimbangkan Jadi Kandidat Presiden AS

News | Jum'at, 03 Maret 2017 | 04:00 WIB

40.000 Warga Prancis Minta Obama Jadi Presiden

40.000 Warga Prancis Minta Obama Jadi Presiden

News | Selasa, 28 Februari 2017 | 21:08 WIB

Empat Partai Baru Tolak Presidential Threshold, Ini Alasannya

Empat Partai Baru Tolak Presidential Threshold, Ini Alasannya

News | Rabu, 08 Februari 2017 | 22:03 WIB

Pansus Pemilu Pantau Isu yang Muncul Dari Pembahasan RUU Pemilu

Pansus Pemilu Pantau Isu yang Muncul Dari Pembahasan RUU Pemilu

News | Senin, 16 Januari 2017 | 20:30 WIB

PDI Perjuangan Usulkan 20-25 Persen untuk Presidential Threshold

PDI Perjuangan Usulkan 20-25 Persen untuk Presidential Threshold

News | Senin, 16 Januari 2017 | 19:50 WIB

Gerindra Setuju Presidential Threshold Nol Persen

Gerindra Setuju Presidential Threshold Nol Persen

News | Senin, 16 Januari 2017 | 18:13 WIB

Terkini

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

News | Rabu, 30 September 2026 | 23:12 WIB

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 22:41 WIB

Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat

Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat

Sumsel | Rabu, 30 September 2026 | 22:34 WIB

Peringatan G30S di Medan, Masyarakat Sipil Soroti Pelanggaran HAM-MBG

Peringatan G30S di Medan, Masyarakat Sipil Soroti Pelanggaran HAM-MBG

Sumut | Rabu, 30 September 2026 | 22:20 WIB

JALA PRT Soroti Pengajuan JR UU PPRT, Minta Pemohon Pahami Proses Pembentukan UU

JALA PRT Soroti Pengajuan JR UU PPRT, Minta Pemohon Pahami Proses Pembentukan UU

News | Rabu, 30 September 2026 | 22:15 WIB

Gus Kikin Umumkan Susunan Pengurus PBNU: Gus Ipul Waketum, Gudfan Arif Jadi Sekjen

Gus Kikin Umumkan Susunan Pengurus PBNU: Gus Ipul Waketum, Gudfan Arif Jadi Sekjen

News | Rabu, 30 September 2026 | 21:50 WIB

Sidang Ijazah Gibran di MK, Mantan Komisioner KPU: Verifikasi Dokumen Itu Harus Datang Langsung!

Sidang Ijazah Gibran di MK, Mantan Komisioner KPU: Verifikasi Dokumen Itu Harus Datang Langsung!

News | Rabu, 30 September 2026 | 21:28 WIB

Kasus KM Virgo Transport 8, Pemilik Kapal Bisa Terjerat Pidana

Kasus KM Virgo Transport 8, Pemilik Kapal Bisa Terjerat Pidana

Video | Rabu, 30 September 2026 | 21:20 WIB

×