Array

Pilpres 2019 Masih Pertarungan Klasik, Siapa Cawapresnya?

Siswanto Suara.Com
Selasa, 16 Mei 2017 | 12:32 WIB
Pilpres 2019 Masih Pertarungan Klasik, Siapa Cawapresnya?
Presiden Joko Widodo, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi memberikan keterangan pers terkait kuota haji di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (11/1). [Antara]

Suara.com - Bursa pemilihan presiden periode 2019-2024 diprediksi masih akan menjadi pertarungan klasik atau wajah lama, Joko Widodo melawan Prabowo Subianto.

Menurut survei yang dilakukan lembaga Populi Center, elektabilitas kedua tokoh paling tinggi dibandingkan tokoh-tokoh lain yang masuk radar.

Jokowi sudah mendapatkan dukungan resmi dari Partai Golkar dan Partai Nasional Demokrat, termasuk PDI Perjuangan meskipun belum secara resmi menyatakannya. Tapi kalau melihat belum ada tokoh internal PDI Perjuangan yang kuat, kemungkinan partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri kembali mengusung Jokowi. Prabowo pun sudah disiapkan Gerindra untuk kembali maju.

Yang menjadi pertanyaan, siapa tokoh yang akan menjadi calon wakil presiden?

"Menurut saya ini menarik kalau dilihat dari terobosan,  siapa calon wakil presidennya," kata Direktur Populi Center Usep S. Ahyar kepada Suara.com, Selasa (16/5/2017).

"Saya kok agak melihat bukan JK (Jusuf Kalla) lagi. Dari sisi usia, misalnya. Juga dari sisi elektabilitas," Usep menambahkan.

Usep kemudian menyebut sederet nama tokoh yang patut diperhitungkan. Di antaranya, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Anies Baswedan, dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

"Mereka jadi wakil masih punya peluang. Tokoh-tokoh muda," kata Usep.

Namun, Usep belum berbicara lebih spesifik soal siapa dipasangkan dengan siapa. Pasalnya, untuk sekarang situasi politik masih berlangsung sangat dinamis. Bahkan, sikap partai-partai politik pun masih cair.

Lebih jauh, Usep mengatakan siapapun yang menjadi wakil presiden periode 2019-2024 nanti, dia akan menjadi tokoh yang paling diperhitungkan di pemilu 2024.

"2019 itu kesempatan bagus buat naikkan elektabilitas dan popularitas, ini kesempatan luar biasa. Itu target 2024," kata Usep.

Jokowi sudah pasti tidak bisa maju lagi jika dia sudah menjabat dua periode. Sementara Prabowo, kata Usep, besar kemungkinan tidak akan maju lagi karena sudah masuk generasi tua.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI