Array

Sumbang Medali untuk Indonesia di ISG, Eko Yuli Cs Diguyur Bonus

Rizki Nurmansyah Suara.Com
Jum'at, 26 Mei 2017 | 15:15 WIB
Sumbang Medali untuk Indonesia di ISG, Eko Yuli Cs Diguyur Bonus
Sri Wahyuni Agustiani dan Eko Yuli Irawan jadi penyumbang medali perak bagi Indonesia di cabang angkat besi Olimpiade 2016 Rio de Janeiro [AFP/Goh Chai Hin]

Suara.com - Eko Yuli Irawan dan kawan-kawan diguyur bonus oleh Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi Berat Seluruh Indonesia (PB PABBSI) setelah mempersembahkan medali pada kejuaraan Islamic Solidarity Games (ISG) 2017 di Baku, Azerbaijan.

Bonus tersebut diberikan langsung oleh Ketua Umum PB PABBSI Rosan P Roeslani di Grand Kemang Hotel, Jakarta, Jumat (26/5/2017). Hadir dalam pemberian bonus tersebut jajaran atlet, pelatih, hingga tim manager.

"Apa yang diraih oleh atlet di ISG bukan hal yang instan, namun sudah terprogram. Kunci dari prestasi ini adalah disiplin. Yang jelas kami tidak pernah memberikan janji bonus di awal. Kami tidak ingin bonus menjadi pendorong. Setelah ada prestasi baru ada bonus," kata Rosan P Roeslani disela pemberian bonus.

Menurut dia, bonus tidak hanya diberikan kepada atlet, namun juga kepada pelatih maupun tim manajer.

Ia menegaskan raihan medali ini merupakan buah kerja keras dan sinergi antara ketiga pihak yang selama ini berjalan dengan baik.

Pada ISG 2017 kontingen angkat besi Indonesia mampu meraih tiga medali emas lewat Eko Yuli Irawan, Surahmat, dan Sri Wahyuni Agustiani.

Selain itu, tim angkat besi Merah Putih juga menyumbang empat medali perak yaitu melalui Muhammad Purkon, Acchedya Jagaddhita, Nurul Akmal, dan Dewi.

Besar bonus yang diguyurkan PB PABBSI kepada atlet peraih medali, tim pelatih dan tim manager ini sebesar Rp500 juta.

Peraih medali emas mendapatkan jatah bonus yang paling tinggi dan masing-masing mendapatkan Rp50 juta. Sedangkan perak mendapatkan Rp30 juta.

Baca Juga: Balik ke Milan, Gattuso Gantikan Montella?

Jumlah bonus memang tidak sebesar saat tampil di Olimpiade Brasil, namun semua penerima bonus sangat mengapresiasi apa yang diberikan PB PABBSI.

Apalagi selama persiapan untuk ISG dihadapkan ketidakpastian soal dana dari pemerintah.

"Bonus akan saya tabung saja. Untuk persiapan masa depan. Karena saya tidak akan selamanya menjadi atlet angkat besi. Saya harus menggunakan bonus sebaik-baiknya," kata peraih emas ISG, Sri Wahyuni usai menerima bonus.

Sementara itu pelatih angkat besi Supeni mengatakan apa yang diraih pada ISG Azerbaijan dijadikan momentum kebangkitan. Meski sektor putri tidak dipertandingkan pada SEA Games 2017 Malaysia, namun latihan dan persiapan harus terus dilakukan karena banyak kejuaraan internasional yang akan dihadapi.

"Memang benar apa yang dikatakan Pak Rosan. Bonus jangan dijadikan motivasi. Jika prestasi didapat maka bonus akan mengikuti. Kami berharap prestasi atlet semakin meningkat," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI