Array

Bonus Olimpiade dan Paralimpiade Belum Cair, Ini Kata Kemenpora

Rizki Nurmansyah Suara.Com
Selasa, 11 Oktober 2016 | 17:05 WIB
Bonus Olimpiade dan Paralimpiade Belum Cair, Ini Kata Kemenpora
Para penyumbang medali Indonesia di Olimpiade 2016, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (kiri-emas), Sri Wahyuni Agustiani (kanan atas-perak), dan Eko Yuli Irawan (kanan bawah-perak) [AFP/Badminton Photo/Yves Lacroix]

Suara.com - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) memastikan dana bonus yang akan diberikan kepada atlet dan pelatih peraih medali baik di Olimpiade maupun Paralimpiade 2016 Rio de Janeiro, Brasil, siap dibagikan dan tinggal menunggu waktu yang tepat.

"Dana semuanya telah tersedia. Tinggal dibagikan. Saat ini kami tinggal menunggu waktu yang tepat untuk membagikannya. Bonus yang diterima atlet dan pelatih semuanya seperti janji yang diberikan pemerintah," kata Deputi Peningkatan Prestasi Kemenpora, Gatot S. Dewa Broto di Jakarta, Selasa (11/10/2016).

Gatot melanjutkan, ada dua opsi waktu pemberian bonus yang saat ini tengah dikaji. Hal tersebut dilakukan agar semua atlet maupun pelatih yang sukses mempersembahkan medali pada kejuaraan multi event paling bergengsi di dunia bisa berkumpul dalam waktu bersamaan.

"Kalau tidak pekan ini ya tiga pekan kedepan. Itu opsinya. Kenapa begitu, karena harus menyesuaikan jadwal Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir. Mereka akan bertanding di Denmark," jelasnya.

Meski belum ada kepastian waktu pembagian, pihak Kemenpora menegaskan jika bonus yang saat ini sudah siap dicairkan maksimal harus sudah diterima peraih medali olimpiade maupun paralimpiade pada 30 Oktober atau paling lambat 2 November.

Pria yang juga juru bicara Kemenpora itu menjelaskan, para peraih bonus baik atlet maupun pelatih dipastikan tidak akan dibebani dengan pajak. Pemerintah akan menanggung secara penuh pajak sesuai dengan aturan yang berlaku.

Berdasarkan data dari Kemenpora, peraih emas olimpiade, yakni Tontowi/Liliyana akan mendapatkan bonus masing-masing Rp5 miliar. Sedangkan sang pelatih, Richard Mainaky, mendapat bonus Rp2 miliar.

"Riilnya bonus sebelum dipotong pajak lebih dari Rp7 miliar. Itu karena ada pemotongan pajak. Untuk peraih perak (Olimpiade), yaitu Eko Yuli Irawan dan Sri Wahyuni Agustiani, akan mendapatkan bonus Rp2 miliar. Riilnya atau sebelum pemotongan pajak sebesar Rp2,75 miliar," ujar Gatot.

Khusus untuk pelatih angkat besi ada dua orang yang berhak mendapatkan bonus, yakni Dirja Wiharja dan Supeni, yang masing-masing mendapatkan bonus Rp800 juta.

Sementara, untuk peraih perunggu dalam hal ini atlet paralimpiade, Ni Nengah Widiasih, mendapatkan bonus Rp1 miliar.

"Kami tidak membedakan antara atlet olimpiade maupun paralimpiade. Semuanya berhak mendapatkan bonus sesuai dengan janji pemerintah. Semuanya tinggal tunggu realisasinya," kata mantan Deputi Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora itu. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI