Ditelantarkan, Warga Kangean-Sapeken Marah di Kantor Sahbandar

Siswanto, Dian Rosmala

Jum'at, 23 Juni 2017 | 13:25 WIB
Ditelantarkan, Warga Kangean-Sapeken Marah di Kantor Sahbandar
Kapal Dharma Bahari Sumekar yang membawa warga Kangean - Sapeken [suara.com/Dian Rosmala]

Suara.com - Ratusan warga Kepulauan Kangean dan Sapeken mengamuk di kantor Sahbandar Kalianget, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Jumat (23/6/2017). Emosi mereka memuncak lantaran kapal Dharma Bahari Sumekar yang hendak mereka tumpangi ke pulau tidak diizinkan berangkat.

Menurut pantauan Suara.com, pada pukul 06.45 WIB, kapal sudah dilepas dari pelabuhan. Tetapi, setelah sedikit menjauh dari pelabuhan, kapal tiba-tiba berhenti di tengah selama kurang lebih tiga jam tanpa ada pemberitahuan dari pihak kapal.

Pada pukul 10.15 WIB, kapal kembali bersandar ke pelabuhan. Sementara ratusan penumpang belum dapat keterangan apapun dari pihak kapal.

Massa yang tersulut emosi langsung turun ke pelabuhan dan mendatangi kantor sahbandar. Tanpa basi-basi, beberapa perwakilan dari mereka langsung mencecar sahbandar.

"Maksudnya apa ini? Kenapa belum diberangkatkan juga? Kenapa kapal kembali lagi ke pelabuhan dan kami tidak diberitahu penyebabnya apa," kata warga Sapeken, Abdurrahim, dengan nada tinggi.

Belum sempat menjawab, petugas terus menerus dikejar pertanyaan dari penumpang kapal yang marah.

"Kami sudah tiga hari tiga malam di pelabuhan ini. Apa begini pelayanan Pemda Sumenep untuk masyarakat di Kepulauan? Ingat, hal seperti ini setiap tahun terjadi. Dan tidak ada evaluasi dari pemda," kata warga bernama Syarif menimpali.

Setelah mendapatkan kesempatan untuk menjawab pertanyaan, petugas mengatakan kapal tidak diizinkan berangkat lantaran kepala sahbandar tidak ada di tempat.

"Saya inikan cuma bawahan. Kepala ini lagi dalam perjalanan ke sini dari Surabaya. Dia sudah masuk Madura. Sebentar lagi sampai. Kita tunggu saja," kata petugas.

Mendengar jawaban petugas, massa makin emosi. Mereka tidak menerima alasan petugas itu.

"Jadi kami ini ditelantarkan lantaran kepala kalian tidak ada di tempat? Kalau kepala kalian tidak datang ke sini hingga satu bulan, kami juga tidak akan berangkat hingga satu bulan?" kata Abdurrahim lagi.

"Selama ini Pemda Sumenep tidak memperhatikan masyarakat pulau Kangean dan Sapeken. Setiap tahun kami mengalami masalah seperti ini. Ditelantarkan di pelabuhan hingga berhari-hari," Abdurrahim menambahkan.

Sementara itu, pihak kapal tidak berani mengambil tindakan sendiri karena Surat Izin Berangkat tidak dikeluarkan oleh sahbandar.

"SIB tidak dikeluarkan Sahbandar. Kami tidak berani berangkatkan kapal. Karena SIB itu beraksi yang harus kami bawa setiap berlayar," kata Kepala Kamar Mesin KM. Dharma Bahari Sumekar, Yasman, kepada Suara.com.

Setelah didesak massa, petugas kemudian memberikan SIB Kapal dan massa dipersilahkan naik lagi ke kapal.

"Oke, kita berangkatkan sekarang. Silakan semuanya naik lagi. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini," kata petugas.

Kengean dan Sapeken merupakan kepulauan terluar Pulau Madura yang secara administratif masuk ke Kabupaten Sumenep. Untuk ke Pulau Kangean, dibutuhkan waktu hingga delapan Jam perjalanan lewat laut. Sementara ke Pulau Sapeken dibutuhkan waktu hingga 13 jam perjalanan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso

Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 17:35 WIB

PBB: Hampir 1.000 Warga Palestina Dibunuh Israel Sejak Oktober 2025

PBB: Hampir 1.000 Warga Palestina Dibunuh Israel Sejak Oktober 2025

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 17:33 WIB

Heboh Mobil Terpasang Alat Pelacak, Eks Ketua BEM UGM Tiyo Dituding Terlibat Aktor Politik Praktis

Heboh Mobil Terpasang Alat Pelacak, Eks Ketua BEM UGM Tiyo Dituding Terlibat Aktor Politik Praktis

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 17:28 WIB

Al-Qaqa Ibn Antar, Spiderman Yaman Tewas Mengenaskan di Kawah Hardah

Al-Qaqa Ibn Antar, Spiderman Yaman Tewas Mengenaskan di Kawah Hardah

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 17:01 WIB

Menlu Abbas Araghchi: Kesepakatan Damai AS - Iran Satu Paket dengan Israel - Lebanon

Menlu Abbas Araghchi: Kesepakatan Damai AS - Iran Satu Paket dengan Israel - Lebanon

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 16:22 WIB

KPK Temukan Sederet Proyek Strategis Jakarta Tak Optimal, Ini Daftarnya

KPK Temukan Sederet Proyek Strategis Jakarta Tak Optimal, Ini Daftarnya

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 16:19 WIB

Iran Tegaskan Israel Terikat Kesepakatan Damai dengan AS, Soroti Penarikan Pasukan dari Lebanon

Iran Tegaskan Israel Terikat Kesepakatan Damai dengan AS, Soroti Penarikan Pasukan dari Lebanon

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 16:13 WIB

KPK Pelototi Proyek Strategis DKI Jakarta Senilai Rp 4,25 Triliun

KPK Pelototi Proyek Strategis DKI Jakarta Senilai Rp 4,25 Triliun

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 16:13 WIB

Sasar Pekerja Billboard, Tukang Cat Duko di Salemba Diciduk usai Aksi Pemerasannya Viral

Sasar Pekerja Billboard, Tukang Cat Duko di Salemba Diciduk usai Aksi Pemerasannya Viral

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 15:36 WIB

WNA Ribut dan Diseret di Terminal 3 Soetta! Polisi Sampai Panggil Penerjemah Mandarin untuk Mediasi

WNA Ribut dan Diseret di Terminal 3 Soetta! Polisi Sampai Panggil Penerjemah Mandarin untuk Mediasi

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 15:18 WIB