Cerita Orang Gila Tetap Bisa Sembuh dan Bekerja Normal

Siswanto | Suara.com

Jum'at, 21 Juli 2017 | 11:04 WIB
Cerita Orang Gila Tetap Bisa Sembuh dan Bekerja Normal
Ilustrasi gangguang kejiwaan. (Shutterstocks)

Suara.com - Bagi orang awam mungkin berpikiran bahwa orang dengan gangguan jiwa  hampir dipastikan sudah berakhir hidupnya dan tinggal menyisakan ketidakwarasan selama sisa masa hidupnya.

Pandangan orang awam menilai bahwa orang dengan masalah kejiwaan, atau pandangan sangat awamnya disebut dengan "orang gila", tidak bisa disembuhkan dan akan terus seperti itu.

Tapi faktanyaODGJ bisa dipulihkan dan bahkan hidup produktif dengan bekerja seperti orang normal pada umumnya.

Kebanyakan orang memang hanya melihat bagaimana ODGJ berhalusinasi, bertingkah sangat aneh, bahkan membahayakan dirinya sendiri dan orang lain.

Bagaimana tidak berpikiran seperti itu jika dihadapkan pada pemandangan seperti di lorong Rumah Sakit Jiwa (RSJDr Soeharto Heerdjan Jakarta misalnya.

Seorang ibu lanjut usia dengan wajah yang lusuh, rambut abu-abu dimakan usia dan nyaris berantakan, duduk di kursi roda yang didorong oleh seorang perawat laki-laki. Di kiri kanan perawat itu terdapat juga tiga orang laki-laki berseragam hitam yang mendampingi.

"Pokoknya gua kagak rela Anton, sampai kapan pun gua kagak rela. Pokoknya gua kagak rela Anton, sampai mati gua kagak rela," kata wanita tua di kursi roda sambil menunjuk-nunjuk tangan kanannya ke atas, di sepanjang lorong itu.

Lain hal lagi jika melihat sejumlah pasien ODGJ yang duduk berjajar dengan di hadapannya terdapat sepiring sajian makan siang. Beberapa orang itu hanya terbengong dengan tatapannya yang kosong dan sangat jauh tanpa memedulikan makanannya, sementara beberapa perawat dengan amat sabar berbicara sangat teratur meminta ODGJ untuk memakan santapan makan siang tersebut.

Namun pemandangan berbeda jika masuk lebih dalam ke rumah sakit jiwa tersebut, dimana ada gedung rehabilitasi yang menyediakan pelatihan berbagai keterampilan.

Ada ruang salon dengan berbagai perlengkapannya untuk praktik memotong, mencuci, dan perawatan rambut. Ada pula ruang tata boga yang memberikan pelatihan memasak atau membuat roti kepada orang dengan gangguan jiwa.

Di dalam gedung rehabilitasi yang dijadikan sebagai kantor administrasi pun terpampang lukisan-lukisan warna-warni yang hampir menutupi seluruh dinding.

Lukisan itu diwarnai dengan cat air, krayon, atau pensil warna dengan gambar yang bisa dibilang mirip dengan gambar anak-anak TK dan SD. Tapi apa yang digambarkan mengimajinasikan hal-hal yang tidak biasa.

Pada salah satu lukisan menggambarkan seorang laki-laki yang menunggang kuda bersayap atau pegasus dengan latar belakang sebuah kastil. Lainnya lagi menggambarkan burung cendrawasih dengan rumah adat papua yang dihiasi bunga-bunga.

Ada pula yang melukis sebatang pohon mati yang ditebang setengah, di tengah tanah kering retak-retak, ada telaga kecil di sampingnya, gunung di kejauhan, dan di langit muncul sepasang mata yang melihat dan memancarkan sinar.

Jika beralih ke halaman kompleks gedung RSJ Soeharto Heerdjan yang tengah merayakan hari ulang tahun ke 150 pada Rabu (19/7/2017), dipamerkan berbagai penganan ringan seperti kue kering dan roti yang merupakan hasil karya pasien ODGJ.

Direktur Utama RSJ Soeharto Heerdjan Aris Tambing mengatakan rumah sakit tersebut tengah berupaya mengubah stigma masyarakat yang memandang negatif rumah sakit jiwa dan ODGJ.

Aris menjelaskan upaya tersebut dengan menunjukkan bahwa pasien ODGJ masih bisa produktif dengan berbagai keterampilannya. Satu hal mengenai mantan pasien ODGJ yang sudah bisa bekerja secara profesional sebagaimana orang normal ialah petugas kebersihan.

Dia meminta kepada perusahaan jasa petugas kebersihan yang bermitra dengan RSJ Soeharto Heerdjan untuk mengangkat 20 persen karyawan dari total keseluruhan karyawan yang bekerja di RSJ tersebut berasal dari mantan pasien ODGJ.

Hingga saat ini, kata Aris, RSJ Soeharto Heerdjan telah mempekerjakan mantan pasiennya sebagai petugas kebersihan. 

"Awalnya perusahaan ragu, tapi saya katakan saya yang bertanggungjawab," kata dia, dikutip dari Antara.

Dari yang semula meragukan, perusahaan jasa tersebut malah meminta lebih banyak lagi karyawan yang berasal dari mantan pasien ODGJ
 
"Karena mereka lebih rajin, Jam 06.00 sudah datang. Pulangnya harusnya jam 16.00, tapi mereka ngga pulang, pulangnya Maghrib," kisah Aris.

Sebelum benar-benar bisa bekerja di dunia nyata secara profesional, RSJ Soeharto Heerdjan membuatkan simulasi pekerjaan terlebih dulu bagi pasien ODGJ. Pengelola RSJ membuatkan mini kafetaria dengan mempekerjakan pasien ODGJ sebagai juru masak, kasir, dan pelayan.

Memulihkan ODGJ

Kepala Instalasi Rehabilitasi RJS Soeharto Heerdjan Safitri Wulandari menjelaskan bahwa ODGJ bisa pulih dengan memperhatikan beberapa aspek.

Aspek rehabilitasi tersebut antara lain manajemen obat di mana pasien harus disiplin meminum obat. Tenaga medis akan memberikan pengetahuan mengenai efek samping obat dan tata cara penggunannya.

Selain itu juga dilakukan manajemen gejala yang timbul. Biasanya halusinasi pasien ODGJ bisa timbul secara tiba-tiba dan perawat bisa menghardik halusinasi tersebut dan mengedukasinya kepada keluarga.

Setelah mengalami aspek perawatan selanjutnya pasien ODGJ dilatih untuk berkomunikasi dengan baik seperti bertegur sapa, berkomunikasi dalam kelompok dan model-model tertentu. Terakhir, baru pasien dipersiapkan untuk kembali ke masyarakat dengan diberikan pelatihan berbagai keterampilan yang bersifat produktif.

Safitri menunjukkan dari hasil penelitian tentang penyakit gangguan jiwa berat atau psikotik bahwa 30 persen orang bisa kembali pulih, 30 persen lainnya bisa hidup normal bersama keluarga meski tidak sepenuhnya pulih, dan sisanya sulit disembuhkan.

Gangguan jiwa disebabkan dari berbagai faktor risiko mulai dari genetik, pola asuh yang salah, tekanan sosial, dan pengaruh narkotika. Kendati demikian, tekanan sosial atau tingkat stres yang tinggi paling mempengaruhi.

Menteri Kesehatan Nila Moeloek dalam acara peringatan HUT ke-150 RSJ Soeharto Heerdjan mengingatkan bahwa tekanan sosial atau tingkat stress yang tinggi, bisa menyebabkan gangguan kesehatan jiwa.

Nila menekankan bahwa kesehatan kejiwaan di dalam keluarga, merupakan satu hal penting yang harus dipenuhi. Menjalin komunikasi yang baik, bersifat terbuka antar anggota keluarga merupakan salah satu upaya untuk membangun keluarga yang sehat jiwa.

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah mengampanyekan kegiatan "YukCurhat" untuk mengantisipasi timbulnya gejala-gejala gangguan kesehatan jiwa seperti stres dan depresi.

Berbicara dan bercerita, adalah salah satu hal paling mudah dan murah untuk menurunkan tingkat stres, mencegah depresi, dan tetap menjaga kesehatan jiwa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau

15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau

Lifestyle | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:08 WIB

Sambel Belut Gelut, Hidangan Langka yang Jadi Ide Kuliner dan Berbuka Puasa

Sambel Belut Gelut, Hidangan Langka yang Jadi Ide Kuliner dan Berbuka Puasa

Video | Senin, 16 Maret 2026 | 16:04 WIB

5 Ide Hampers Lebaran Unik 2026 yang Bikin Penerima Langsung Melongo

5 Ide Hampers Lebaran Unik 2026 yang Bikin Penerima Langsung Melongo

Lifestyle | Kamis, 12 Maret 2026 | 12:36 WIB

20 Link Beli Amplop Lebaran Unik di Shopee: Harga Murah, Isi Banyak

20 Link Beli Amplop Lebaran Unik di Shopee: Harga Murah, Isi Banyak

Lifestyle | Jum'at, 27 Februari 2026 | 13:35 WIB

Tradisi Unik Imlek yang Cuma Ada di Indonesia!

Tradisi Unik Imlek yang Cuma Ada di Indonesia!

Video | Selasa, 17 Februari 2026 | 11:00 WIB

7 Fakta Unik MotoGP 2026, Tahun Terakhir Gunakan Mesin 1000cc

7 Fakta Unik MotoGP 2026, Tahun Terakhir Gunakan Mesin 1000cc

Your Say | Selasa, 17 Februari 2026 | 12:15 WIB

Rekap Tes MotoGP Sepang 2026: Honda Bangkit, Aprilia Tanpa Jorge Martin

Rekap Tes MotoGP Sepang 2026: Honda Bangkit, Aprilia Tanpa Jorge Martin

Your Say | Jum'at, 06 Februari 2026 | 13:04 WIB

Banyak Drama! 7 Fakta Unik di MotoGP Tes Sepang 2026

Banyak Drama! 7 Fakta Unik di MotoGP Tes Sepang 2026

Your Say | Jum'at, 06 Februari 2026 | 14:15 WIB

Stop Kasih Cokelat! Ini 10 Ide Hadiah Valentine Unik Dijamin Anti-Mainstream

Stop Kasih Cokelat! Ini 10 Ide Hadiah Valentine Unik Dijamin Anti-Mainstream

Lifestyle | Selasa, 03 Februari 2026 | 15:33 WIB

Inspirasi Kado Nikah 2026: Rekomendasi Hadiah Unik yang Berkesan

Inspirasi Kado Nikah 2026: Rekomendasi Hadiah Unik yang Berkesan

Lifestyle | Selasa, 06 Januari 2026 | 18:16 WIB

Terkini

Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban

Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 11:08 WIB

Berbagi Berkah Ramadan, Driver ShopeeFood Kompak Masak untuk Anak-Anak Panti Asuhan

Berbagi Berkah Ramadan, Driver ShopeeFood Kompak Masak untuk Anak-Anak Panti Asuhan

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 10:06 WIB

Jangkauan Rudal Iran Kejutkan Dunia, Kota di Israel Luluh Lantak

Jangkauan Rudal Iran Kejutkan Dunia, Kota di Israel Luluh Lantak

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 08:00 WIB

Fasilitas Natanz Diserang Israel dan AS, Iran Waspada Bencana Nuklir

Fasilitas Natanz Diserang Israel dan AS, Iran Waspada Bencana Nuklir

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 06:59 WIB

Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah

Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:25 WIB

Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis

Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:21 WIB

Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan

Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:15 WIB

4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!

4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:08 WIB

Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran

Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:02 WIB

Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris

Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:00 WIB