- SIG hidupkan lagi Semen Kujang untuk perkuat pasar Jawa Barat.
- Semen Kujang hadir dengan teknologi baru untuk bangunan lebih kuat.
- Gandeng PERSIB, SIG incar kedekatan lebih besar dengan warga Jabar.
Suara.com - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) menghidupkan kembali merek legendaris Semen Kujang sebagai strategi memperkuat pangsa pasar di Jawa Barat. Tak sekadar membangkitkan merek yang pernah berjaya, emiten bersandi SMGR ini membekali Semen Kujang dengan teknologi terbaru sekaligus menggandeng PERSIB Bandung untuk memperkuat kedekatan dengan masyarakat.
Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, mengatakan peluncuran kembali Semen Kujang merupakan bagian dari transformasi perusahaan dalam menghadirkan produk bahan bangunan yang inovatif, berkualitas, dan berkelanjutan. Menurutnya, Semen Kujang bukan hanya sebuah produk, tetapi juga bagian dari sejarah pembangunan Jawa Barat.
"Semen Kujang merupakan local heritage yang telah menjadi bagian dari sejarah pembangunan Jawa Barat. Peluncuran kembali Semen Kujang juga sejalan dengan strategi transformasi SIG untuk terus menghadirkan solusi bahan bangunan yang inovatif, berkualitas, dan berkelanjutan, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Jawa Barat serta memperkuat daya saing industri bahan bangunan nasional," ujar Indrieffouny dalam konferensi pers di Bandung, Rabu (5/8/2026).
Semen Kujang pertama kali diperkenalkan pada 1975 setelah pabrik PT Semen Cibinong di Narogong, Jawa Barat, diresmikan Presiden Soeharto dengan kapasitas produksi awal 600.000 ton per tahun. Merek tersebut kemudian menjadi salah satu ikon industri semen di Jawa Barat sebelum akhirnya kembali dihadirkan SIG dengan identitas baru.
Kini Semen Kujang diproduksi oleh PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, anak usaha SIG, di Pabrik Narogong. Produk berjenis Portland Composite Cement (PCC) sesuai SNI 7064:2022 itu dibekali teknologi Active Micro Particle yang diklaim mampu menghasilkan struktur bangunan lebih padat, kuat, dan tahan lama melalui optimalisasi pengisian rongga material.
Direktur Sales dan Marketing SIG, Dicky Saelan, menjelaskan teknologi tersebut memberikan tiga keunggulan utama, yakni daya rekat yang lebih kuat, hasil finishing yang lebih halus, serta kualitas pengecoran yang lebih padat.
"Kami ingin menghadirkan produk yang tidak hanya memiliki kualitas premium, tetapi juga membawa kembali kebanggaan masyarakat Jawa Barat terhadap merek yang telah menjadi bagian dari sejarah pembangunan daerah ini," kata Dicky.
Untuk mempercepat penetrasi pasar, SIG juga mengumumkan kemitraan strategis dengan PERSIB Bandung. Dalam kerja sama tersebut, logo Semen Kujang akan terpampang pada jersey resmi PERSIB selama tiga musim sebagai simbol kolaborasi dua ikon yang sama-sama memiliki sejarah panjang di Jawa Barat.
SIG menilai kerja sama tersebut tidak hanya menjadi sarana promosi merek, tetapi juga akan diwujudkan melalui berbagai program aktivasi, kegiatan komunitas, hingga inisiatif kolaboratif yang menyasar masyarakat di berbagai wilayah Jawa Barat.
"PERSIB telah menjadi simbol kebanggaan masyarakat Jawa Barat melalui berbagai prestasi yang menginspirasi. Karena itu, kami merasa bangga dapat menjalin kemitraan strategis bersama PERSIB. Kami berharap Semen Kujang dapat kembali menjadi bagian dari setiap proses pembangunan masyarakat sekaligus menghadirkan nilai tambah melalui kolaborasi ini," ujar Dicky.
Deputy CEO PT PERSIB Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, menyatakan kolaborasi tersebut dibangun atas kesamaan nilai kedua institusi yang sama-sama tumbuh bersama masyarakat Jawa Barat.
Menurutnya, kemitraan selama tiga musim ke depan diharapkan tidak hanya memperkuat kedua merek, tetapi juga mendorong masyarakat semakin bangga terhadap produk dalam negeri sekaligus berkontribusi pada pembangunan dan kemajuan Jawa Barat.