Donald Trump: Korea Utara Akan Dihadapi dengan Kekuatan "Dahsyat"

Chaerunnisa

Rabu, 09 Agustus 2017 | 05:14 WIB
Donald Trump: Korea Utara Akan Dihadapi dengan Kekuatan "Dahsyat"
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (AFP)

Suara.com - Tampaknya kesabaran Presiden Donald Trump terhadap Korea Utara telah habis. Dia pun memberi ultimatum, Amerika Serikat siap berperang menghancurkan Korea Utara daripada membiarkan negara itu mengembangkan rudal nuklir jarak jauh.

Presiden ke-45 Amerika itu mengatakan, Kim Jong-un akan disambut dengan "kekuatan dahsyat yang belum pernah dilihat sebelumnya" jika terus mengancam Amerika dengan serangan rudal nuklir.

"Korea Utara jangan lagi melakukan ancaman lain terhadap Amerika Serikat. Mereka 'akan disambut kekuatan dahsyat yang belum pernah dilihat sebelumnya oleh dunia'," kata dia dalam sebuah konferensi.

Pernyataan itu tercetus setelah berita yang menyebutkan, Korea Utara telah berhasil menghasilkan sebuah hulu ledak nuklir miniatur yang bisa memuat rudal. Jika benar, itu berarti Korea Utara telah melewati ambang batas penting uji coba rudal balistiknya.

The Washington Post melaporkan, analisis rahasia tersebut diselesaikan bulan lalu oleh Badan Intelijen Pertahanan AS. Namun, pejabat di agensi belum memberikan komentarnya.

Secara terpisah, kementerian pertahanan Jepang menilai dalam sebuah laporan pada hari Selasa bahwa ada kemungkinan Korea Utara telah mencapai miniaturisasi senjata nuklir dan telah mengembangkan hulu ledak nuklir.

Trump dan Korea Utara telah beberapa kali melakukan serangan verbal selama beberapa minggu terakhir. Namun, ini tampaknya menjadi titik didih Trump.

"Setelah bertahun-tahun gagal, negara-negara berkumpul untuk akhirnya mengatasi bahaya yang diajukan oleh Korea Utara. Kita harus tangguh & menentukan!" kicau Trump.

Sejak awal 2017, Korut terus menjadi sorotan karena rentetan uji coba rudal balistiknya.

Pekan lalu, Pyongyang melakukan uji coba rudal antarbenua (ICBM) terbarunya, yang diklaim pemimpin mereka, Kim Jong-un, berkapasitas nuklir dan mampu menjangkau daratan AS seperti Alaska, Los Angeles, Denver, dan bahkan Chicago.

Dua pejabat intelijen AS bahkan mengakui rudal ICBM Korut dapat menjangkau sebagian besar wilayah negaranya.

Melihat ancaman Korut yang kian nyata, AS beserta negara besar lainnya terus memutar otak mencari cara menghentikan ambisi nuklir negara paling terisolasi itu, salah satunya mendorong Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar menerapkan sanksi baru yang lebih berat lagi pada Pyongyang.

Trump dan utusan utamanya ke PBB mengatakan, bahwa sanksi terakhir terhadap Korea Utara diperlukan untuk mencegah program nuklir negara tersebut.

Duta Besar PBB Nikki Haley mengatakan kepada NBC Today, dia tidak yakin apakah sanksi tersebut akan berhasil. Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, telah menyatakan tidak tertarik untuk mengakhiri program rudal nuklir dan balistiknya, dan negara tersebut telah bertahan. Namun, Haley mengatakan, bahwa sanksi tersebut memaksa Kim untuk memikirkan kembali "endgame"-nya.

"Dia harus memutuskan. Jika dia menyerang Amerika Serikat, apakah dia bisa menang?" ujarnya. (Metro)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Korut Disanksi, Media Tiongkok: Wujud Kesombongan Amerika Serikat

Korut Disanksi, Media Tiongkok: Wujud Kesombongan Amerika Serikat

News | Senin, 07 Agustus 2017 | 11:39 WIB

Perdamaian Dunia Terancam, ASEAN Desak Korut Patuhi DK PBB

Perdamaian Dunia Terancam, ASEAN Desak Korut Patuhi DK PBB

News | Minggu, 06 Agustus 2017 | 03:28 WIB

Trump Berniat Pangkas Jumlah Imigran Legal di AS

Trump Berniat Pangkas Jumlah Imigran Legal di AS

News | Kamis, 03 Agustus 2017 | 05:26 WIB

Trump Terpaksa Tandatangani UU Sanksi Terhadap Rusia

Trump Terpaksa Tandatangani UU Sanksi Terhadap Rusia

News | Kamis, 03 Agustus 2017 | 03:05 WIB

AS Akhirnya Akui Rudal Korut Bisa Jangkau Los Angeles

AS Akhirnya Akui Rudal Korut Bisa Jangkau Los Angeles

News | Selasa, 01 Agustus 2017 | 13:49 WIB

Putin Perintahkan 755 Diplomat AS Hengkang dari Rusia

Putin Perintahkan 755 Diplomat AS Hengkang dari Rusia

News | Senin, 31 Juli 2017 | 09:44 WIB

Donald Trump Amuk Cina di Twitter, Gertak Sambal?

Donald Trump Amuk Cina di Twitter, Gertak Sambal?

News | Minggu, 30 Juli 2017 | 13:45 WIB

Korut: Solusi Krisis adalah AS Berlutut Minta Maaf ke Rakyat Kami

Korut: Solusi Krisis adalah AS Berlutut Minta Maaf ke Rakyat Kami

News | Jum'at, 28 Juli 2017 | 13:49 WIB

Terkini

Imigrasi Bakal Perluas Autogate hingga Perbatasan RI

Imigrasi Bakal Perluas Autogate hingga Perbatasan RI

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:34 WIB

Posisi Fleksibel PDIP Bikin Parpol Koalisi Pemerintah Gelisah

Posisi Fleksibel PDIP Bikin Parpol Koalisi Pemerintah Gelisah

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:02 WIB

AMMSI Dukung BGN Sesuaian Operasional SPPG: Tak Ada Ruang Bagi Dapur Bermasalah

AMMSI Dukung BGN Sesuaian Operasional SPPG: Tak Ada Ruang Bagi Dapur Bermasalah

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 14:26 WIB

Konvoi Berubah Maut, Tiga Remaja Diciduk dalam Kasus Pengeroyokan di Depan Terminal Grogol

Konvoi Berubah Maut, Tiga Remaja Diciduk dalam Kasus Pengeroyokan di Depan Terminal Grogol

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 14:20 WIB

KPK Dalami Asal-Usul Aset Silmy Karim yang Disita dalam Kasus Izin Tinggal WNA

KPK Dalami Asal-Usul Aset Silmy Karim yang Disita dalam Kasus Izin Tinggal WNA

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:44 WIB

GKR Hemas Ajak Generasi Muda Bangun Kepemimpinan Berbasis Nilai Budaya

GKR Hemas Ajak Generasi Muda Bangun Kepemimpinan Berbasis Nilai Budaya

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:22 WIB

GERD Kambuh, Dokter Tifa Pakai Kursi Roda usai Pemeriksaan di RS Polri

GERD Kambuh, Dokter Tifa Pakai Kursi Roda usai Pemeriksaan di RS Polri

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:41 WIB

Maraton Geledah Tiga Lokasi di Bali, KPK Amankan Barang Bukti Kasus Pemerasan WNA

Maraton Geledah Tiga Lokasi di Bali, KPK Amankan Barang Bukti Kasus Pemerasan WNA

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:28 WIB

Penyakit Bawaan Ditemukan Saat Pemeriksaan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat di RS Polri

Penyakit Bawaan Ditemukan Saat Pemeriksaan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat di RS Polri

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:24 WIB

KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang Hasil Pemerasan WNA dalam Kasus Silmy Karim

KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang Hasil Pemerasan WNA dalam Kasus Silmy Karim

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 11:55 WIB