Kontras: Penyiksaan Sipil yang Dilakukan Polisi Terus Meningkat

Pebriansyah Ariefana, Dian Rosmala

Rabu, 09 Agustus 2017 | 14:06 WIB
Kontras: Penyiksaan Sipil yang Dilakukan Polisi Terus Meningkat
Keterangan pers terkait hilangnya dokumen Tim Pencari Fakta (TPF) kasus terbunuhnya Munir, di Jakarta, Rabu, (19/10).

Suara.com - LSM hak asasi manusia Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) mencatat dari tahun 2016 hingga Agustus 2017 terjadi 790 peristiwa kekerasan. Sebagian peristiwa tersebut diduga dilakukan oleh pihak kepolisian.

Staf penelitian dan advokasi Kontras Ananto Setiawan mengatakan dari 790 peristiwa kekerasan 1096 orang mengalami luka-luka, 268 orang meninggal, 2255 ditahan secara sewenang-wenang, dan 95 lain mengalami kekerasan.

"Angka ini terus meningkat setiap tahunya. Kultur kekerasan yang ada di polisi semenjak dipisahkan polisi dan TNI ternyata tidak menurun sampai hari ini," ujar Ananto saat menggelar konferensi pers bertajuk 'Membaca Kembali Arah Reformasi Polri' di kantor KontraS, Jalan Kramat II, Kwitang, Jakarta Pusat, Rabu (9/8/2017).

Ananto menyinggung salah satu kasus penembakan yang dilakukan anggota Brimob ke tujuh warga Papua (satu orang tewas) di Kabupaten Deiyai pada awal Agustus 2017.

"Kemudian terdapat setidaknya 115 tindak perlakuan penyiksaan dan tindakan keji lainnya yang dilakukan oleh kepolisian di luar dari angka total 163 peristiwa kasus penyiksaan selama satu tahuj belakang," kata Ananto.

Selain itu, dia juga menyinggung pascaterjadinya penyiksaan yang dilakukam oleh oknum polisi menempuh jalur damai dengan cara memberikan suap pada korban atau keluarganya.

"Oknum aparat kepolisian menempuh jalur damai, menyuap dan memberikan sejumlah pengganti insiden kepada keluarga korban," kata dia.

Lebih jauh, Kontras mencatat kasus kekerasan yang dilakukan oleh oknum kepolisian kebanyakan terjadi di tingkat Polres.

"Dari 115 ini hampir separuh terjadi di polres dengan dalil penyiksaan itu untuk menggali informasi meminta keterangan hingga memaksa korban untuk mengakui tindakan kejahatan," kata Ananto.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mengapa di Papua Sering Terjadi Kerusuhan Berujung Kematian?

Mengapa di Papua Sering Terjadi Kerusuhan Berujung Kematian?

News | Selasa, 08 Agustus 2017 | 19:10 WIB

LSM HAM Desak Pemerintah Investigasi Penembakan di Deiyai

LSM HAM Desak Pemerintah Investigasi Penembakan di Deiyai

News | Selasa, 08 Agustus 2017 | 15:17 WIB

Polisi Pembunuh Perempuan di Papua Resmi Jadi Tersangka

Polisi Pembunuh Perempuan di Papua Resmi Jadi Tersangka

News | Selasa, 20 Juni 2017 | 06:43 WIB

Polsek di Papua Diserang Puluhan Orang, 2 Senjata Hilang

Polsek di Papua Diserang Puluhan Orang, 2 Senjata Hilang

News | Sabtu, 09 Mei 2015 | 10:14 WIB

Jurnalis Prancis yang Ditangkap Polisi Papua Punya Dua Paspor

Jurnalis Prancis yang Ditangkap Polisi Papua Punya Dua Paspor

News | Sabtu, 09 Agustus 2014 | 16:42 WIB

Terkini

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:26 WIB

×