LSM HAM Desak Pemerintah Investigasi Penembakan di Deiyai

Pebriansyah Ariefana, Dian Rosmala

Selasa, 08 Agustus 2017 | 15:17 WIB
LSM HAM Desak Pemerintah Investigasi Penembakan di Deiyai
Jumpa pers Amnesty International, Imparsial, Kontras dan LBH Jakarta. (suara.com/Dian Rosmala)

Suara.com - Amnesty International, Imparsial, Kontras dan LBH Jakarta mendesak pihak berwenang untuk melakukan suatu invetigasi dengan segera, independen dan imparsial atas tewasnya seorang pemuda Papua, Yulianus Pigai pada peristiwa kerusuhan massa di Oneibo, Deiyai, Papua.

Kematian Yulianus serta terlukanya sekitar sepuluh orang warga sipil dalam peristiwa tersebut, diduga karena penggunaan kekuatan yang mematikan dan semena-mena oleh aparat kepolisian setempat.

"Temuan investigasi itu harus dipublikasikan dan mereka yang diduga bertanggung jawab atas pelanggaran pidana termasuk mereka yang memiliki tanggung jawab komando harus dibawa ke muka hukum dan para korban diberikan reparasi yang memadai," kata Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid di kantornya, Gedung HDI Hive, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (8/8/2017).

Selain itu, sejumlah lembaga non pemerintah atau NGO ini juga meminta pemerintah Indonesia perlu mengakhiri kebiasaan pembiaran atas impunitas para pelaku dari kasus semacam ini.

Usman menjelaskan, peristiwa itu berawal pada 1 Agustus 2017 sekitar pukul 13.30 WIT, di mana kerusuhan pecah di sebuah kompleks perusahaan di kampung Oneibo, Kabupaten Deiyai, Provinsi Papua yang dipicu oleh kematian seorang pemuda Papua dalam perjalanan ke rumah sakit akibat tenggelam di sungai.

Untuk menyelematkan nyawa pemuda tersebut, sejumlah temannya meminta karyawan perusahaan agar meminjamkan mobil mereka dipakai membawa korban tersebut ke rumah sakit. Namun permintaan itu ditolak para karyawan.

"Keluarga korban dan teman-temannya menilai bahwa pemuda tersebut dapat diselamatkan jika para karyawan setuju meminjamkan mobilnya," ujar Usman.

Hal ini yang mengakibatkan puluhan warga Papua meradang dan menuju komplek perusahaan. Massa yang marah menghancurkan beberapa properti perusahaan.

Saat kerusuhan itu berlangsung, sejumlah personel kepolisian datang termasuk pasukan Brigade Mobil (Brimob) ke lokasi kerusuhan tersebut. Bukannya berhenti, masaa malah aparat dengan batu.

baca juga

"Sebagai respon, personil kepolisian secara semena-mena melepaskan tembakan ke arah kerumunan massa. Mengenai Yulianus Pigai di paha dan perutnya, serta paling sedikit 10 lainnya mengalami luka-luka karena tembakan," tutur Usman.

Korban kemudian segera dibawa ke rumah sakit Waghete. Tapi, Yulianus meninggal dalam perjalanan.

Kata Usmana, juru bicara Kepolisian Daerah (Polda) Papua mengeluarkan pernyataan bahwa penggunaan kekuatan telah sesuai prosedur dalam merespon kerusuhan massal.

"Menurut dia, senjata polisi hanya menggunakan peluru karet. Namun hingga saat ini belum ada upaya otopsi untuk menentukan secara jelas penyebab kematian," kata Usman.

"Amnesty International Indonesia, Imparsial, Kontras dan LBH Jakarta mengakui kondisi yang berbahaya dan kompleks yang dihadapi oleh aparat kepolisian dan penegak hukum lainnya ketika menjalankan tugas mereka untuk melindungi keamanan," Usman menembahkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gagal Jadi Anggota Komnas HAM, Zainal Petir dari FPI: Tidak Fair

Gagal Jadi Anggota Komnas HAM, Zainal Petir dari FPI: Tidak Fair

News | Kamis, 03 Agustus 2017 | 16:12 WIB

14 Nama Calon Komisioner Komnas HAM yang akan Diuji DPR

14 Nama Calon Komisioner Komnas HAM yang akan Diuji DPR

News | Rabu, 02 Agustus 2017 | 19:41 WIB

Pansel Umumkan 14 Nama Calon Anggota Komnas HAM

Pansel Umumkan 14 Nama Calon Anggota Komnas HAM

Foto | Rabu, 02 Agustus 2017 | 19:08 WIB

Alumni 212 Pelajari Rekomendasi dari Komnas HAM

Alumni 212 Pelajari Rekomendasi dari Komnas HAM

News | Rabu, 02 Agustus 2017 | 16:34 WIB

Warga Papua Tewas Ditembak Brimob, Polisi Klaim Itu Peluru Karet

Warga Papua Tewas Ditembak Brimob, Polisi Klaim Itu Peluru Karet

News | Rabu, 02 Agustus 2017 | 14:13 WIB

Korban Tewas Penembakan Brimob Papua Bernama Yulius Pigai

Korban Tewas Penembakan Brimob Papua Bernama Yulius Pigai

News | Rabu, 02 Agustus 2017 | 10:54 WIB

Sipil Ditembak Polisi, Dewan Adat Papua: Tarik Brimob dari Deiyai

Sipil Ditembak Polisi, Dewan Adat Papua: Tarik Brimob dari Deiyai

News | Rabu, 02 Agustus 2017 | 10:38 WIB

Polda Papua Selidiki Penembakan Brimob ke Warga Sipil di Tigi

Polda Papua Selidiki Penembakan Brimob ke Warga Sipil di Tigi

News | Rabu, 02 Agustus 2017 | 10:24 WIB

Perang Antar Pendukung Cabub, Kegiatan Sekolah di Mulia Lumpuh

Perang Antar Pendukung Cabub, Kegiatan Sekolah di Mulia Lumpuh

News | Senin, 31 Juli 2017 | 11:28 WIB

Terkini

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Jabar | Rabu, 04 November 2026 | 22:37 WIB

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 22:16 WIB

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:15 WIB

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Health | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:32 WIB

Awas! Harga Bitcoin di Ambang Jurang, Ini Level Kritis yang Wajib Dipantau

Awas! Harga Bitcoin di Ambang Jurang, Ini Level Kritis yang Wajib Dipantau

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 21:25 WIB

Ponpes HQ Sukoharjo Digeledah Polisi, Menag Tegaskan Hukum Berbicara

Ponpes HQ Sukoharjo Digeledah Polisi, Menag Tegaskan Hukum Berbicara

Jogja | Rabu, 04 November 2026 | 21:18 WIB

×