Penyidikan Setnov Minta Ditunda, Intervensi DPR Terhadap KPK

Ririn Indriani, Nikolaus Tolen

Jum'at, 15 September 2017 | 08:36 WIB
Penyidikan Setnov Minta Ditunda, Intervensi DPR Terhadap KPK
Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi melakukan aksi di depan Gedung KPK, Jakarta, Kamis (14/9).

Suara.com - Surat permintaan penundaan proses penyidikan sementara yang dibuat oleh Setya Novanto dan diteken oleh Fadli Zon sebagai Wakil Ketua DPR kepada KPK disebut sangat membahayakan posisi KPK. Tidak hanya itu, surat tersebut juga dinilai membahayakan proses sidang praperadilan dan profesi advokat, karena sebagai bentuk intervensi DPR terhadap proses hukum.

"Sangat membahayakan posisi KPK, Prapradilan dan Profesi Advokat, karena surat demikian menunjukan bahwa DPR RI secara terbuka mengintervensi jalannya praperadilan dengan target politk untuk menghentikan penyidikan KPK terhadap Setya Novanto," kata koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia Petrus Selestinus, Jumat (15/9/2017).

Ia mengatakan penghentian atau penundaan sebuah penyidikan perkara korupsi yang sedang ditangani oleh KPK bukan domain pimpinan DPR, tetapi domain praperadilan. Apalagi kata Petrus surat yang diteken Fadli Zon itu bukan untuk menunda pemeriksaan tetapi untuk menunda proses penyidikan KPK terhadap Tersangka Setya Novanto.

"Ini sungguh-sungguh Fadli Zon mempertaruhkan DPR, pasang badan dan menyalahgunakan lembaga DPR RI dan menempatkan kepentingan Setya Novanto di atas kepentingan umum atau kepentingan rakyat, sehingga segala cara dilakukan oleh Fadli Zon," tegas Petrus.

Ia mencurigai langkah tersebut dilakukan Fadli Zon, karena baik Novanto maupun Fadli sudah tidak yakin lagi dengan upaya praperadilan untuk bebas dari status tersangka yang telah disandangnya. Sebab, kata Petrus, ketika seorang tersangka telah menunjuk kuasa hukum untuk menempuh segala upaya hukum yang tersedia, dan atas nama seorang tersangka, maka seketika itu juga segala upaya terkait dengan proses hukum, hanya boleh dilakukan oleh kuasa hukum yang adalah para advokat profesional yang sudah ditunjuk.

"Karena itu yang dipertanyakan sekarang, mengapa persoalan seorang Setya Novanto dalam proses praperadilan, telah menyeret keterlibatan institusi negara tidak saja DPR RI tetapi juga Kejaksaan Agung atau Jaksa Agung harus ikut-ikutan berada dalam barisan untuk menghambat KPK ketika KPK sedang beradapan dengan Setya Novanto?," kata Petrus.

Karena itulah, Advokat Peradi itu menganggap langkah Fadli Zon jelas bertujuan menghentikan sementara seluruh proses penuntutan terhadap Novanto. Ini berarti juga, kata Petrus, menghentikan sementara proses hukum terhadap sebagian orang yang berada di belakang dan terindikasi terlibat bersama Novanto dalam kasus korupsi E-KTP, tanpa batas waktu di luar proses hukum.

"Ini bukanlah sebuah persoalan kecil atau sederhana, tetapi sudah merupakan permainan besar dan  menjadi bola liar yang tidak jelas arahnya mau kemana yang penting bebaskan Setya Novanto dengan cara hentikan seluruh proses hukum di KPK," tegasnya.

Mengapa? Karena pada tahap ini, menurut Petrus, alat bukti sudah terpenuhi di tangan KPK dan tersangkanya pun sudah ditemukan. Tinggal menunggu proses penuntutan ke Pengadilan. "Pertanyaanya, sekarang lebih mahal siapa, mempertahankan Setya Novanto atau menyelamatkan kepentingan rakyat yang dia wakili dan yang diemban oleh DPR RI?," tutup Petrus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Desak KPK Tahan Setya Novanto

Desak KPK Tahan Setya Novanto

Foto | Kamis, 14 September 2017 | 17:19 WIB

Delapan Alasan Novanto Harus Ditahan Versi Koalisi Antikorupsi

Delapan Alasan Novanto Harus Ditahan Versi Koalisi Antikorupsi

News | Kamis, 14 September 2017 | 17:14 WIB

Parodi Papa Novanto Cepet Sembuh Agar Bisa Ditahan KPK

Parodi Papa Novanto Cepet Sembuh Agar Bisa Ditahan KPK

News | Kamis, 14 September 2017 | 16:34 WIB

Teken Surat Tunda Periksa Setnov, Fadli Dinilai Salahi Wewenang

Teken Surat Tunda Periksa Setnov, Fadli Dinilai Salahi Wewenang

News | Kamis, 14 September 2017 | 08:47 WIB

Peneliti LIPI: DPR Jangan Hambat Proses Hukum Novanto

Peneliti LIPI: DPR Jangan Hambat Proses Hukum Novanto

News | Rabu, 13 September 2017 | 20:10 WIB

MA: Kami Tak Bakal Intervensi Praperadilan Setya Novanto

MA: Kami Tak Bakal Intervensi Praperadilan Setya Novanto

News | Rabu, 13 September 2017 | 20:05 WIB

Terkini

Siap Jadi Ketum FKPPI, Titiek Soeharto: Putra-Putri Purnawirawan Harus Dukung Program Prabowo

Siap Jadi Ketum FKPPI, Titiek Soeharto: Putra-Putri Purnawirawan Harus Dukung Program Prabowo

News | Rabu, 04 November 2026 | 23:56 WIB

Menang AMI Awards 2026, Hindia Angkat 3 Jari: Kami Dedikasikan untuk Teman-teman yang Sulit Bernapas

Menang AMI Awards 2026, Hindia Angkat 3 Jari: Kami Dedikasikan untuk Teman-teman yang Sulit Bernapas

Entertainment | Rabu, 04 November 2026 | 23:23 WIB

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Jabar | Rabu, 04 November 2026 | 22:37 WIB

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 22:16 WIB

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:15 WIB

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Health | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:32 WIB

×