Aksi Jalan Kaki Buruh Surabaya-Jakarta Sering Dihentikan Polisi

Tomi Tresnady

Jum'at, 29 September 2017 | 08:38 WIB
Aksi Jalan Kaki Buruh Surabaya-Jakarta Sering Dihentikan Polisi
Puluhan buruh anggota Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) demonstrasi di depan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jalan Rasuna Said, Jakarta [suara.com/Nikolaus Tolen]

Suara.com - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menegaskan sasaran perjuangan perbaikan Jaminan Kesehatan Nasional yang dilakukan organisasi itu melalui aksi jalan kaki juga untuk kepentingan polisi dan keluarganya.

"Kegiatan 'longmarch' itu untuk mengingatkan pemerintah bahwa sehat adalah hak rakyat, dan tidak mengganggu masyarakat umum. Bahkan masyarakat menyambut antusias, karena aspirasi mereka terkait masih buruknya pelayanan jaminan kesehatan merasa terwakili," katanya dalam pernyataan di Jakarta, Jumat (29/9/2017).

"Jamkeswatch" dibentuk oleh KSPI dan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia(FSPMI) sebagai fungsi kontrol pelaksanaan JKN dan BPJS Kesehatan.

Ia menyampaikan protes keras atas tindakan pihak kepolisian yang menghentikan jalan kaki Surabaya - Jakarta yang dilakukan lembaga sosial KSPI "Jamkeswatch" bersama relawannya, yang dipimpin langsung Direktur Advokasi & Koordinator Relawan Nasional "Jamkeswatch" KSPI, M. Ade Lukman Hakim Khumaeny.

Dalam perjalanannya, Ade Kenzo --sebutan akrab M. Ade Lukman Hakim Khumaeny-- dan tim relawan sempat dihentikan pihak kepolisian pada Selasa (26/9) di Polres Tuban.

Relawan "Jamkeswatch" yang mengawal jalan kaki Surabaya-Jakarta, Arif, menyampaikan kronologis dihentikannya aksi itu.

Ia menjelaskan pada Selasa (26/9) sekitar jam 08.00 WIB, perjalanan dimulai dari Pantai Sowan menuju Rembang, Jateng. Akan tetapi, di dekat Polsek Bancar, rombongan jalan kaki diberhentikan oleh kepolisian. Alasannya adalah untuk koordinasi.

Pimpinan organisasi FSPMI dan KSPI yang kebetulan ikut dalam aksi itu melakukan melakukan koordinasi, sedangkan Ade Kenzo dan tim kesehatan yang membawa ambulans melanjutkan perjalanan.

Di tengah perjalanan, sekitar jam 11.30 WIB, Ade Kenzo dan tim kesehatan memutuskan untuk istirahat di masjid.

baca juga

Usai shalat zuhur, Ade Kenzo kembali didatangi pihak kepolisian dari Polsek Bancar. Ketika itu kembali terjadi perundingan yang menghasilkan kesepakatan, Ade Kenzo dan tim ambulans melanjutkan perjalanan, sedangkan tim pengawal pulang ke daerah masing-masing.

Ketika Ade Kenzo dan tim ambulans kembali melanjutkan perjalanan, memasuki wilayah Jateng, perjalanan diberhentikan lagi oleh pihak kepolisian dan dibawa ke Polres Tuban.

Di Polres Tuban, Ade Kenzo didampingi puluhan buruh yang datang dari berbagai daerah, seperti Gresik, Surabaya, dan Semarang.

Kondisi sama, kembali dialami Ade KenZo saat memasuki kawasan Pati, Jateng.

Said Iqbal mempertanyakan apa alasan pihak kepolisian menghentikan jalan kaki itu.

"Padahal apa yang disampaikan adalah untuk jaminan kesehatan yang lebih baik untuk seluruh rakyat, termasuk untuk kepentingan dari bapak-bapak dari kepolisian," katanya.

Oleh karena itu, pihaknya meminta agar kepolisian memperbolehkan aksi jalan kaki itu melanjutkan perjalanan hingga Jakarta.

Deputi Presiden FSPMI Obon Tabroni mengatakan bahwa sikap kepolisian yang menghentikan aksi jalan kaki itu mengada-ada.

Menurut dia, Ade Kenzo hanya menunaikan nazarnya untuk jalan kaki Surabaya-Jakarta terkait dengan jaminan kesehatan.

"Masa jalan kaki karena menjalankan nazar harus ada izin," kata Obon.

Ade Kenzo mengatakan rute jalan kaki Surabaya-Jakarta yang dimulai Selasa (19/7) itu, dimulai dari Kota Surabaya, Jawa Timur, menuju Gresik-Lamongan, dan Babat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ledakan Pakuwon City Surabaya Merusak 42 Bangunan dan 8 Kendaraan

Ledakan Pakuwon City Surabaya Merusak 42 Bangunan dan 8 Kendaraan

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 14:22 WIB

2 Orang Tewas Terjebak dalam Kebakaran di Matraman Jakarta Timur

2 Orang Tewas Terjebak dalam Kebakaran di Matraman Jakarta Timur

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 13:50 WIB

Pramono: DPRD DKI Bukan Minta Tambah Kursi, Tapi Kembalikan Seperti Pemilu 2024

Pramono: DPRD DKI Bukan Minta Tambah Kursi, Tapi Kembalikan Seperti Pemilu 2024

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 13:34 WIB

Penjinak Bom Dikerahkan Pasca Ledakan Pakuwon City Surabaya

Penjinak Bom Dikerahkan Pasca Ledakan Pakuwon City Surabaya

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 11:41 WIB

Update Ledakan Pakuwon City Surabaya, Puluhan Bangunan Rusak

Update Ledakan Pakuwon City Surabaya, Puluhan Bangunan Rusak

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 11:30 WIB

Di Balik Status Kota Global, Pramono Anung Wanti-Wanti Ancaman Bencana Tersembunyi di Jakarta

Di Balik Status Kota Global, Pramono Anung Wanti-Wanti Ancaman Bencana Tersembunyi di Jakarta

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 11:26 WIB

RSUD Soetomo Surabaya Tampung Korban Rujukan Ledakan Pakuwon City

RSUD Soetomo Surabaya Tampung Korban Rujukan Ledakan Pakuwon City

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 11:19 WIB

Detik-detik Ledakan Pakuwon City Surabaya, 5 Orang Jadi Korban, ada yang Luka Bakar

Detik-detik Ledakan Pakuwon City Surabaya, 5 Orang Jadi Korban, ada yang Luka Bakar

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 11:01 WIB

Pintu dan Pagar Terkunci, 2 Pemuda Tewas Terjebak Kebakaran di Matraman

Pintu dan Pagar Terkunci, 2 Pemuda Tewas Terjebak Kebakaran di Matraman

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 09:42 WIB

Sampah Organik Menggunung di Jakarta Jadi Sarang Tikus dan Sebar Penyakit!

Sampah Organik Menggunung di Jakarta Jadi Sarang Tikus dan Sebar Penyakit!

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 09:24 WIB

Terkini

Pengusaha Minta Buruh Kerja 45 Jam, Airlangga: Ikut Regulasi Saja

Pengusaha Minta Buruh Kerja 45 Jam, Airlangga: Ikut Regulasi Saja

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:06 WIB

Gugatan Ijazah Gibran di MK, Sebenarnya Soal Apa?

Gugatan Ijazah Gibran di MK, Sebenarnya Soal Apa?

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:05 WIB

Baju Hitam Melambangkan Apa? Ini 5 Maknanya dalam Fesyen dan Kehidupan

Baju Hitam Melambangkan Apa? Ini 5 Maknanya dalam Fesyen dan Kehidupan

Lifestyle | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:05 WIB

5 Rekomendasi Toner Eksfoliasi Glycolic Acid yang Aman untuk Cerahkan Kulit Kombinasi

5 Rekomendasi Toner Eksfoliasi Glycolic Acid yang Aman untuk Cerahkan Kulit Kombinasi

Lifestyle | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:05 WIB

Baleg DPR dan Pemerintah Mulai Bahas RUU Hak Cipta

Baleg DPR dan Pemerintah Mulai Bahas RUU Hak Cipta

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:02 WIB

Lewat BRILink Agen, BRI Dorong Inklusi Keuangan Warga Pelangiran di Wilayah Perairan Provinsi Riau

Lewat BRILink Agen, BRI Dorong Inklusi Keuangan Warga Pelangiran di Wilayah Perairan Provinsi Riau

Malang | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:02 WIB

Amankan Tiket Aksi Spektakuler Tolito Aguirre Lewat BRImo Sekarang Juga!

Amankan Tiket Aksi Spektakuler Tolito Aguirre Lewat BRImo Sekarang Juga!

Bri | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:01 WIB

Berkaca Kasus Keracunan, Jogja Uji MBG Prasmanan dan Tak Lagi Pakai Ompreng

Berkaca Kasus Keracunan, Jogja Uji MBG Prasmanan dan Tak Lagi Pakai Ompreng

Jogja | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:01 WIB

Saat Minta Maaf Diremehkan: Bahaya Emotional Invalidation dalam Pertemanan

Saat Minta Maaf Diremehkan: Bahaya Emotional Invalidation dalam Pertemanan

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:00 WIB

Pakai Bedak Waterproof Sah atau Tidak untuk Salat? Ini Hukumnya dalam Islam

Pakai Bedak Waterproof Sah atau Tidak untuk Salat? Ini Hukumnya dalam Islam

Lifestyle | Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:59 WIB

×