Survei SMRC: Masyarakat Indonesia Tak Setuju PKI Bangkit

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 29 September 2017 | 12:43 WIB
Survei SMRC: Masyarakat Indonesia Tak Setuju PKI Bangkit

Suara.com - Lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menyatakan masyarakat Indonesia tak setuju Partai Komunis Indonesia (PKI) kembali berdiri. Itu berdasarkan survei mereka.

Sebenyak 86,8 persen warga Indonesia tidak setuju anggapan bahwa PKI sekarang bangkit. Hanya sekitar 12,6 persen warga yang setuju. Dari 12,6 persen warga yang setuju bahwa sekarang sedang terjadi kebangkitan PKI, sekitar 39,9 persen (atau sekitar 5 persen dari seluruh warga) yang merasa kebangkitan itu sudah menjadi ancaman terhadap negara ini.

Direktur Program SMRC Sirojudin Abbas menjelaskan secara politik, isu kebangkitan PKI tidak penting karena tak dirasakan adanya oleh hampir semua warga.

"Isu kebangkitan PKI yang ditujukan untuk memperlemah dukungan rakyat pada Jokowi nampaknya bukan pilihan isu stategis yang berpengaruh," jelas Abbas dalam siaran persnya, Jumat (29/9/2017).

Survei itu dilakukan pada 3-10 September 2017 dengan melibatkan 1220 responden yang dipilih dengan menggunakan metode multistage random sampling. Publik yang disurvei berumur 17 tahun atau sudah menikah. Tingkat response rate 87 persen, survei ini memiliki margin of error ± 3,1 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Dalam survei itu juga dipaparkan pendapat yang menyatakan bahwa keadilan sosial akan dengan sendirinya menghilangkan ancaman PKI juga cenderung tidak disetujui umumnya masyarakat Indonesia. Hanya 25 persen yang menyatakan bahwa kebangkitan PKI tidak akan mengancam bila keadilan sosial semakin baik. Sebaliknya, 36,6 persen justru tidak menyetujui perdapat tersebut. Masih ada 37,9 persen yang belum menentukan jawaban.

Bagaimana dengan isu mengenai Jokowi Widodo sebagai anggota atau setidaknya terkait dengan PKI?

Hanya sekitar 5,1 persen publik Indonesia yang percaya dengan isu tersebut. Mayoritas publik (75,1 persen) tidak percaya Jokowi merupakan bagian atau terkait dengan partai yang dilarang sejak tahun 1966 tersebut.

"Ketidaksetujuan pada isu kebangkitan PKI terlihat baik pada pendukung Prabowo-Hatta maupun pendukung Jokowi-JK. Namun begitu, irisan pendukung Prabowo dengan yang setuju isu kebangkitan PKI lebih besar dibanding dengan opini pendukung Jokowi. Ada 19 persen pendukung Prabowo yang setuju isu tersebut, sementara dari pendukung Jokowi hanya 10 persen," kata dia.

baca juga

Hal ini konsisten dengan kecenderungan opini publik berdasarkan dukungan partai. Partai-partai yang memiliki kedekatan dengan Prabowo seperti PKS dan Gerindra memiliki kecenderungan setuju pada isu kebangkitan PKI dibanding dengan partai-partai pendukung pemerintah. Di samping itu, opini tentang kebangkitan PKI cenderung lebih banyak di kalangan muda, perkotaan, terpelajar, dan sejumlah daerah tertentu, terutama Banten, Sumatera, dan Jawa Barat. Semua demografi ini beririsan dengan pendukung Prabowo.

"Harusnya yang lebih tahu bahwa sekarang sedang terjadi kebangkitan PKI lebih banyak di kalangan warga yang lebih senior sebab mereka lebih dekat masanya dengan masa PKI hadir di pentas politik nasional (1945-1966) dibanding warga yang lebih junior (produk masa reformasi)," paparnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

SMRC: Masyarakat Tolak Isu PKI Bangkit, Kenapa Opini Ini Muncul?

SMRC: Masyarakat Tolak Isu PKI Bangkit, Kenapa Opini Ini Muncul?

News | Jum'at, 29 September 2017 | 11:48 WIB

Demonstran 299 Minta Jokowi Pertemukan dengan Orang Kiri

Demonstran 299 Minta Jokowi Pertemukan dengan Orang Kiri

News | Jum'at, 29 September 2017 | 11:33 WIB

Aksi 299, Polisi Kerahkan 20 Ribu Personel Jaga DPR

Aksi 299, Polisi Kerahkan 20 Ribu Personel Jaga DPR

News | Jum'at, 29 September 2017 | 10:47 WIB

Aksi 299 Digelar, Ini Pinta Djarot pada Peserta Aksi

Aksi 299 Digelar, Ini Pinta Djarot pada Peserta Aksi

News | Jum'at, 29 September 2017 | 10:31 WIB

Jelang Aksi 299, Polisi Siapkan Rekayasa Lalin di Sekitar DPR

Jelang Aksi 299, Polisi Siapkan Rekayasa Lalin di Sekitar DPR

News | Jum'at, 29 September 2017 | 08:51 WIB

Zulkifli Hasan: Masa Kita Bertengkar Gara-gara Nobar G30S PKI

Zulkifli Hasan: Masa Kita Bertengkar Gara-gara Nobar G30S PKI

News | Jum'at, 29 September 2017 | 07:14 WIB

Warga Bogor Geger, Selebaran Berlogo 'Palu Arit' Bertebaran

Warga Bogor Geger, Selebaran Berlogo 'Palu Arit' Bertebaran

News | Jum'at, 29 September 2017 | 05:30 WIB

Pesan Fadli Zon kepada Massa yang Demo di DPR Besok

Pesan Fadli Zon kepada Massa yang Demo di DPR Besok

News | Kamis, 28 September 2017 | 17:05 WIB

Surat Pemberitahuan Aksi 299 Dibuat eks Pendemo AntiAhok

Surat Pemberitahuan Aksi 299 Dibuat eks Pendemo AntiAhok

News | Kamis, 28 September 2017 | 15:53 WIB

Terkini

Viral CCTV Ibu Kandung Aniaya Anak 4 Tahun di Kalbar, Pelaku Diduga Kabur ke Jakarta

Viral CCTV Ibu Kandung Aniaya Anak 4 Tahun di Kalbar, Pelaku Diduga Kabur ke Jakarta

News | Jum'at, 06 November 2026 | 18:40 WIB

Uang Rp2 Miliar Disita KPK, Dirut KAI Bobby Rasyidin: Saya Sangat Sedih

Uang Rp2 Miliar Disita KPK, Dirut KAI Bobby Rasyidin: Saya Sangat Sedih

News | Jum'at, 06 November 2026 | 18:39 WIB

Periksa Dua Pejabat ATR/BPN, KPK Cecar Soal Aliran Dana dari PT Summarecon

Periksa Dua Pejabat ATR/BPN, KPK Cecar Soal Aliran Dana dari PT Summarecon

News | Jum'at, 06 November 2026 | 18:35 WIB

Bongkar Dosa Bos Nikel Arif Kurniawan: Kuasai 6 Tambang di Sultra hingga Diduga Suap Pejabat

Bongkar Dosa Bos Nikel Arif Kurniawan: Kuasai 6 Tambang di Sultra hingga Diduga Suap Pejabat

News | Jum'at, 06 November 2026 | 18:33 WIB

Kans Eks Ketum PSSI-nya Jepang Gantikan Gianni  Infantino sebagai Presiden FIFA

Kans Eks Ketum PSSI-nya Jepang Gantikan Gianni Infantino sebagai Presiden FIFA

Bola | Jum'at, 06 November 2026 | 18:25 WIB

4 Smart TV 4K 50 Inci dengan Visual Super Jernih dan Termurah untuk Ruang Keluarga

4 Smart TV 4K 50 Inci dengan Visual Super Jernih dan Termurah untuk Ruang Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 18:23 WIB

The Enchanted Garden 2: Petualangan Seru Menyelamatkan Kebun Ajaib!

The Enchanted Garden 2: Petualangan Seru Menyelamatkan Kebun Ajaib!

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 18:15 WIB

KAI Tertibkan 47.537 Meter Persegi Aset di Kawasan Rawan Kampung Bahari

KAI Tertibkan 47.537 Meter Persegi Aset di Kawasan Rawan Kampung Bahari

News | Jum'at, 06 November 2026 | 18:13 WIB

Soal Isu Ketum Partai Terlibat Sadap Presiden, Golkar Kaitkan Kasus Lama: Ujungnya Hoaks!

Soal Isu Ketum Partai Terlibat Sadap Presiden, Golkar Kaitkan Kasus Lama: Ujungnya Hoaks!

News | Jum'at, 06 November 2026 | 18:13 WIB

Belajar dari Ubud, I Made Gunarta Dorong Ekosistem Wellness di JCWF 2026

Belajar dari Ubud, I Made Gunarta Dorong Ekosistem Wellness di JCWF 2026

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 18:12 WIB

×