Array

Kalau Malam, Ada Sewa Bilik Murah Buat "Gituan" di Bongkaran

Senin, 13 November 2017 | 14:14 WIB
Kalau Malam, Ada Sewa Bilik Murah Buat "Gituan" di Bongkaran
Penertiban gubuk liar di Kanal Banjir Barat [suara.com/Erick Tanjung]

Suara.com - Yang menetap Bongkaran, rata-rata pemulung, pengamen, pekerja seks komersial, bahkan pencopet.

Hal itu diungkapkan oleh pemulung bernama Ncas. Wanita berusia 60 tahun mengatakan kalau malam hari, Bongkaran sudah seperti dunia lain.

Suara musik dangdut disetel kencang-kencang. Ada penjual minuman keras. Ada perempuan penghibur. Beberapa gubuk menyewakan bilik untuk berbuat "gituan."

"Di sini memang banyak jablay kalau malam, tapi di sebelah sana (menunjuk ke arah bawah jembatan). Sewa biliknya Rp20 ribu, ‎kalau jablay-nya ada yang Rp50, Rp100, sampai Rp200 ribu," kata Ncas kepada Suara.com.

Bongkaran merupakan sebutan untuk kawasan gubuk-gubuk liar yang berdiri di sepanjang jalan inspeksi Kanal Banjir Barat, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Hari ini, kawasan tersebut ditertibkan ‎Pemerintah Provinsi Jakarta.

Di sana ada 130 gubuk liar ‎yang rata-rata pakai pondasi kayu dan atap terpal plastik.

‎Yatno (43) juga berkata hal yang sama. Malam tiba, Bongkaran penuh PSK.

"‎Di sini ramainya malam, banyak cewek jablay. Kalau malam di gubuk bising suara musik, di sana orang minum-minum (miras)," kata dia.

Yatno mengatakan kawasan ini sudah sering ditertibkan. Tapi, sepeninggal aparat, warga kembali membangun gubuk-gubuk. Zaman Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dulu, misalnya.

"Sejak saya kecil kawasan Bongkaran ini sudah ada. Di sini sejak dulu memang tempat prostitusi kelas bawah," ujar dia.

Tak melawan

Tak ada perlawanan dari warga ketika aparat menertibkan gubuk-gubuk liar di sepanjang Kanal Banjir Barat.

Kawasan ini langsung menjadi perhatian Anies Baswedan dan Sandiaga Uno setelah mereka mendapatkan laporan mengenai adanya kegiatan prostitusi di sana.

‎Kegiatan esek-esek di daerah tersebut berlangsung pada malam hari.

Beberapa waktu yang lalu, sedikitnya ada empat alat berat menggaruk gubuk-gubuk itu. Puing-puing bangunan kemudian diangkut sekitar 20 truk.

Aparat pemerintah Jakarta Pusat sudah menginformasikan rencana penertiban sejak sepekan yang lalu.

Wali Kota Jakarta Pusat Mangara Pardede tidak ingin daerah itu berlama-lama jadi tempat prostitusi dan mabuk-mabukan.

‎"Sebelum matahari terbenam harus bersih. Nanti akan kami pasang lampu jalan di sepanjang jalan ini," kata Mangara kepada Suara.com di lokasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI