Kerjakan Cepat Bendungan Lolak, Menteri PUPR Minta "Safety First"

Fabiola Febrinastri

Kamis, 16 November 2017 | 09:13 WIB
Kerjakan Cepat Bendungan Lolak, Menteri PUPR Minta "Safety First"
Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono mengadakan kunjungan ke Bendungan Lolak di Desa Pindol, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara. (Sumber: Kementerian PUPR)

Suara.com - Bendungan Lolak di Desa Pindol, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, merupakan salah satu bendungan baru yang pembangunannya dimulai pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, yakni pada 2015.

"Progress-nya sudah mencapai 46 persen. Mudah-mudahan bisa kita percepat penyelesaiannya dari rencana 2020 menjadi 2019. Saya lihat kondisinya kondusif, semoga kerjanya bisa lebih baik dan lebih cepat," kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, usai meninjau langsung lokasi pembangunan Bendungan Lolak, Sulawesi Utara, Selasa (14/11/2017).

Peninjauan ke Bendungan Lolak yang berjarak sekitar 210 km dari Kota Manado ini menjadi salah satu agenda kunjungan kerja Basuki ke Provinsi Sulawesi Utara, disamping meninjau progress tol Manado-Bitung dan Bendungan Kuwil Kawangkoan.

Meski pengerjaannya dipercepat, namun mutu pekerjaan, kesehatan dan keselamatan kerja (K3), diminta tetap dipatuhi.

"Saya minta, safety first dan zero accident. Pengawasan atau supervisi proyek harus teliti dan saya tidak mentoleransi kesalahan," ujar Basuki.

Ia juga menjelaskan, peringatan tersebut bukan bermaksud untuk meragukan kemampuan kontraktor dan konsultannya.



Kontrak pembangunan Bendungan Lolak dibagi menjadi dua, yakni proyek senilai Rp 830  miliar secara tahun jamak tahun 2015-2019, dengan kontraktor PT. Pembangunan Perumahan (Persero). Perubahan desain konstruksi bendungan dilakukan kontrak Proyek Bendungan Lolak Paket II senilai Rp821 miliar, dengan kontraktor PT. Pembangunan Perumahan (Persero)-PT. Asfhri Putralora (kerja sama Operasi/KSO), dengan kontrak tahun jamak 2017-2021.

"Desainnya semula menggunakan peta gempa tahun 2004, yang kemudian diperbarui menggunakan peta gempa tahun 2010,” kata Menteri Basuki.  

Perubahan mempengaruhi lereng sebagai timbunan, dengan kemiringan lereng hulu 1:2,5 ditambah berm pada elevasi 110, dan kemiringan lereng hilir 1:2.25, ada penambahan berm pada elevasi 95.

Rekomendasi Komisi Keamanan Bendungan tentang Sertifikasi Bendungan Lolak telah diterbitkan pada 25 Januari 2016, yang kemudian dilanjutkan dengan dikeluarkannya Sertifikat Persetujuan Desain Bendungan Lolak dan Sertifikat Pelaksanaan Konstruksi oleh Menteri PUPR, pada 28 Januari 2016
Adapun perusahaan konsultan supervisi adalah PT Indra Karya (Persero)-PT Mettana Engineering Consulta-PT Barunadri Engineering Consultant (KSO).

Bendungan ini memiliki luas area genangan 97,46 hektar, dengan kapasitas tampung mencapai 16,1 juta meter kubik. Saat beroperasi akan memasok air irigasi seluas 2.214 ha, mendukung penyediaan air baku 500 liter/detik, pariwisata, konservasi air, dan memiliki potensi tenaga listrik 2,43 megawatt. Bendungan Lolak diharapkan dapat memenuhi kontinuitas suplai air  irigasi,  terutama  pada  musim  kemarau  yang  selalu  kekeringan dan  penyediaan  kebutuhan  air  bersih  bagi  masyarakat.

Bendungan ini merupakan salah satu dari 13 bendungan baru yang kontrak pembangunannya ditandatangani pada 2015. Dalam kurun waktu lima tahun (2015-2019), Kementerian PUPR akan membangun 64 bendungan baru, yang terdiri dari 49 bendungan baru dan 16 bendungan lanjutan (on going) untuk mendukung Nawa Cita, mewujudkan kedaulatan pangan dan ketahanan air.  

Hadir dalam kunjungan tersebut, anggota Komisi V DPR RI, Nusyirwan Soejono, Bupati Bolmong, Yasti Soepredjo Mokoagow, Wakil Bupati, Yanny Ronny Tuuk, dan Direktur Utama PT Jasa Marga, Desi Arryani. Turut mendampingi Menteri Basuki, Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga, Arie Seriadi Moerwanto, Dirjen Sumber Daya, Air Imam Santoso, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol, Herry TZ, Kepala BWS Sulawesi I, Djidon R Watania, dan Kepala Biro Komunikasi Publik, Endra S. Atmawidjaja.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menteri PUPR Instruksikan Pembangunan Tol Manado-Bitung Dikebut

Menteri PUPR Instruksikan Pembangunan Tol Manado-Bitung Dikebut

News | Rabu, 15 November 2017 | 13:07 WIB

Menteri PUPR: Kembangkan Prestasi Dayung dan "Gateball"

Menteri PUPR: Kembangkan Prestasi Dayung dan "Gateball"

News | Rabu, 15 November 2017 | 09:07 WIB

Menteri PUPR Hadiri "Soft Launching" Stadion Renang GBK

Menteri PUPR Hadiri "Soft Launching" Stadion Renang GBK

News | Senin, 13 November 2017 | 10:50 WIB

Pembangunan Infrastruktur Jadi Kunci Indonesia Menuju Negara Maju

Pembangunan Infrastruktur Jadi Kunci Indonesia Menuju Negara Maju

News | Kamis, 09 November 2017 | 10:00 WIB

Terkini

4 Shio Paling Beruntung pada 14 Agustus 2026, Akhirnya Gak Kesepian Lagi

4 Shio Paling Beruntung pada 14 Agustus 2026, Akhirnya Gak Kesepian Lagi

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 06:25 WIB

Paradoks AI, Ciptakan Pengangguran Massal Hingga Krisis Air di India

Paradoks AI, Ciptakan Pengangguran Massal Hingga Krisis Air di India

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 06:17 WIB

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

×