Dilecehkan di Kereta, Imam di Inggris Tulis Surat Maaf Inspiratif

Reza Gunadha | Suara.com

Jum'at, 23 Februari 2018 | 13:51 WIB
Dilecehkan di Kereta, Imam di Inggris Tulis Surat Maaf Inspiratif
Hafidh Muhammad Ehsan Ullah (berdiri memakai baju putih). [Metro.co.uk]

Suara.com - Seorang ulama di Inggris, menjadi korban pelecehan rasialis di kereta listrik. Namun, bukannya marah dan menuntut secara hukum, ia justru membuat surat pernyataan maaf yang inspiratif.

Selain sebagai ulama, Hafidh Muhammad Ehsan Ullah juga dikenal luas di Inggris sebagai ilmuwan yang mendirikan sekaligus menjadi Kepala Sekolah Etika Islam dan Reformasi Moral.

Ia banyak menggelar kuliah mengenai kekejaman gerombolan teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), untuk para pemuda lintas agama di Pusat Kajian Al Hira, Luton.

Namun, Sabtu (17/2) malam pekan lalu, saat ia menaiki kereta listrik sepulang memberi kuliah di Farringdon ke Luton, Hafidh justru mendapat pelecehan.

Peristiwa itu, seperti dilansir Metro.co.uk, Kamis (22/2/2018), bermula saat ia menyerahkan kursinya di kereta kepada dua perempuan yang tak mendapat tempat duduk.

Setelahnya, Ehsan berjalan ke gerbong lain yang masih memunyai tempat duduk kosong.

Ia kemudian duduk dan kembali baca buku yang dibawa. Saat itulah ia mendapat tatapan dari orang asing

"Dia memelototiku dengan penuh amarah di seluruh wajahmya. Kupikir dia pasti mengalami hari yang buruk di kantor atau berdebat dengan istrinya. Ya, kita semua pernah merasakannya," tutur Ehsan.

Karenanya, Ehsan memutuskan tak meladeni orang tersebut dan terus khusyuk membaca buku.

Namun, Ehsan kaget karena sekelompok orang itu mendadak berdiri dan mengerubunginya sembari berteriak-teriak mencaci maki.

"Dia mengomel dan mengoceh bahwa seseorang yang terlihat sepertiku—dengan jenggot dan kepala yang tertutup kopiah—seharusnya tidak diizinkan duduk di kereta sementara tentara Inggris diserang di Irak dan Afghanistan," tuturnya.

Imam Ehsan tetap tenang dan mencoba baik-baik membicarakan tuduhan sekelompok orang tersebut. Namun, mereka tetap berteriak mencaci.

Ketika itu, klaim Ehsan, tak ada penumpang lain yang melakukan pembelaan. Semua tetap diam, karena takut menjadi sasaran amarah sekelompok rasialis tersebut.

Setelah peristiwa itu, ia menulis surat terbuka yang menjadi viral dan dipuji banyak warga Inggris.

Berikut suratnya tersebut:

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Studi: Moyang Orang Inggris Berkulit Hitam, Berambut Keriting

Studi: Moyang Orang Inggris Berkulit Hitam, Berambut Keriting

Tekno | Kamis, 08 Februari 2018 | 18:46 WIB

Orang Inggris Pertama Berkulit Gelap?

Orang Inggris Pertama Berkulit Gelap?

Tekno | Kamis, 08 Februari 2018 | 09:09 WIB

Perempuan Ini Melawan Pelecehan Seksual dengan Cara Tak Biasa

Perempuan Ini Melawan Pelecehan Seksual dengan Cara Tak Biasa

Lifestyle | Jum'at, 02 Februari 2018 | 07:00 WIB

Keji, Pengasuh Pukuli Nenek Pikun Tanpa Ampun

Keji, Pengasuh Pukuli Nenek Pikun Tanpa Ampun

News | Jum'at, 26 Januari 2018 | 22:04 WIB

Pasien Diraba-raba Perawat, RS National Hospital Minta Maaf

Pasien Diraba-raba Perawat, RS National Hospital Minta Maaf

News | Jum'at, 26 Januari 2018 | 07:59 WIB

Terkini

Adik Kandung Presiden Irlandia Ikut Ditangkap Tentara Israel di Global Sumud Flotilla

Adik Kandung Presiden Irlandia Ikut Ditangkap Tentara Israel di Global Sumud Flotilla

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 11:39 WIB

Dari Tong Sampah ke Turbin Listrik, Jakarta Harus Belajar Kelola Limbah dari Kopenhagen

Dari Tong Sampah ke Turbin Listrik, Jakarta Harus Belajar Kelola Limbah dari Kopenhagen

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 11:37 WIB

Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda Bakal Ramaikan Kota Bandung

Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda Bakal Ramaikan Kota Bandung

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 11:35 WIB

Aturan Baru Selat Hormuz, Iran Siap Tarik Biaya Layanan Kapal

Aturan Baru Selat Hormuz, Iran Siap Tarik Biaya Layanan Kapal

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 11:16 WIB

WNI Disandera di Mediterania, PB SEMMI Desak Presiden Prabowo Hubungi Langsung Netanyahu

WNI Disandera di Mediterania, PB SEMMI Desak Presiden Prabowo Hubungi Langsung Netanyahu

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 11:13 WIB

Kebon Pala Kembali Terendam Banjir 1,4 Meter, Warga Pilih Bertahan di Lantai Dua

Kebon Pala Kembali Terendam Banjir 1,4 Meter, Warga Pilih Bertahan di Lantai Dua

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 11:00 WIB

10 Menteri Luar Negeri Dunia Kecam Serangan Israel Flotilla Gaza: Pelanggaran Hukum Internasional

10 Menteri Luar Negeri Dunia Kecam Serangan Israel Flotilla Gaza: Pelanggaran Hukum Internasional

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 10:58 WIB

Dorrr! Penembakan Terjadi di Islamic Center San Diego Amerika, Ada Korban WNI?

Dorrr! Penembakan Terjadi di Islamic Center San Diego Amerika, Ada Korban WNI?

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 10:39 WIB

WNI Ditangkap Tentara Israel di Mediterania, KSP Dudung Minta Kemlu Tempuh Jalur Diplomasi

WNI Ditangkap Tentara Israel di Mediterania, KSP Dudung Minta Kemlu Tempuh Jalur Diplomasi

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 10:25 WIB

RI Gunakan Saluran Komunikasi, Desak Israel Bebaskan 2 Jurnalis dan 9 Aktivis Indonesia

RI Gunakan Saluran Komunikasi, Desak Israel Bebaskan 2 Jurnalis dan 9 Aktivis Indonesia

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 10:19 WIB