Polisi Telisik Kaitan Pembakaran Pos PP dengan Pengeroyokan TNI

Reza Gunadha | Agung Sandy Lesmana | Suara.com

Senin, 02 April 2018 | 15:38 WIB
Polisi Telisik Kaitan Pembakaran Pos PP dengan Pengeroyokan TNI
Ilustrasi penganiayaan, penyerangan, pemukulan, pengeroyokan. (Shutterstock)

Suara.com - Penyidik Polres Bekasi Kota masih menelusuri keterkaitan antara kasus pembakaran pos organisasi Pemuda Pancasila dengan aksi pengeroyokan terhadap personel TNI AU Praka Ade Septiyanto.

Praka Ade dipalak dan dikeroyok sejumlah anggota PP saat sedang berjualan buah durian di Jalan Jati Kramat, Jati Asih, Bekasi, Jawa Barat.

Kapolres Bekasi Kota Kombes Indarto mengatakan, polisi juga sudah bekerja sama dengan Polisi Militer (POM) AU untuk menyelidikan dua kasus tersebut.

"Kami koordinasi dengan (TNI AU) Halim dan mereka akan mendukung. Pom AU berjanji, kalau ada informasi, akan disinkronisasi,” kata Indarto di Polda Metro Jaya, Senin (2/4/2018).

Berdasadrkan hasil penyelidikan sementara, polisi belum menemukan indikasi aksi pembakaran pos ormas PP itu sebagai ajang balas dendam dari rekan-rekan Prada Ade.

Sebab, lanjut Indarto, belasan orang yang bersepeda motor itu tak menggunakan atribut kemiliteran saat membakar pos PP yang terletak di Jalan Gamprit RT10, RW 14, Jatiwaringin, Pondok Gede, Bekasi pada Rabu (28/3/2018) dini hari.

"Belum ke sana (balas dendam). Yang jelas ada 15 motor masing-masing di tempati 2 orang, jadi 30 orang berpakaian preman, nah itu fakta. Kalau ada hubungan, semua kemungkinan kami jejaki termasuk orang lain yang mengadu domba,” jelasnya.

Perihal pembakaran pos PP dan pengeroyokan Prada Eka, polisi telah mempertemukan perwakilan ormas PP dan TNI AU.

Berdasarkan hasil pertemuan itu, kedua pihak sepakat agar kasus-kasus tersebut tetap ditangani sesuai hukum dan aturan yang berlaku.

"Mereka sepakat lakukan perbuatan berdasarkan hukum dan kami sepakat kalau ada apa-apa, tegakkan hukum. Kami tak pandang bulu dari ormas mana, kalau salah, kami tindak," tegasnya.

Dalam kasus pengeroyokan Eka, polisi telah menetapkan satu anggota ormas PP. Sedangkan kasus pembakaran pos PP, polisi belum menemukan bukti yang mengarah kepada tersangka.

"Tersangka kasus pembakaran (pos PP) belum ada tersangkanya," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Lempar Prajurit TNI Pakai Durian, Anggota PP Jadi Tersangka

Lempar Prajurit TNI Pakai Durian, Anggota PP Jadi Tersangka

News | Senin, 02 April 2018 | 14:32 WIB

Pembakar Mobil dan Pos Pemuda Pancasila di Bekasi Masih Misterius

Pembakar Mobil dan Pos Pemuda Pancasila di Bekasi Masih Misterius

News | Rabu, 28 Maret 2018 | 19:08 WIB

Satu Mobil dan Pos Pemuda Pancasila di Bekasi Dibakar Massa

Satu Mobil dan Pos Pemuda Pancasila di Bekasi Dibakar Massa

News | Rabu, 28 Maret 2018 | 11:30 WIB

Kolonel Hanafie Tewas dalam Kecelakaan Terbang, TNI AU Berduka

Kolonel Hanafie Tewas dalam Kecelakaan Terbang, TNI AU Berduka

News | Rabu, 21 Maret 2018 | 05:15 WIB

Mencurigakan! Bayinya Tewas Tapi Orangtua Minta Warga Tutup Mulut

Mencurigakan! Bayinya Tewas Tapi Orangtua Minta Warga Tutup Mulut

News | Minggu, 04 Februari 2018 | 20:51 WIB

Terkini

Fantastis! Korupsi Chromebook Rugikan Negara Rp5,2 T, Jauh Melampaui Dakwaan Jaksa

Fantastis! Korupsi Chromebook Rugikan Negara Rp5,2 T, Jauh Melampaui Dakwaan Jaksa

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:19 WIB

Prabowo Minta UMKM Diprioritaskan, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun

Prabowo Minta UMKM Diprioritaskan, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:54 WIB

Polisi Buka Peluang Tambah Tersangka Kasus Daycare Little Aresha

Polisi Buka Peluang Tambah Tersangka Kasus Daycare Little Aresha

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:47 WIB

Nyawa Dijaga Malah Diajak Berantem: Curhat Eks Penjaga Rel Liar Hadapi Pemotor 'Batu' di Jalur Tikus

Nyawa Dijaga Malah Diajak Berantem: Curhat Eks Penjaga Rel Liar Hadapi Pemotor 'Batu' di Jalur Tikus

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:37 WIB

Wamen PANRB Tinjau MPP Kota Kupang untuk Perkuat Pelayanan Publik Terintegrasi

Wamen PANRB Tinjau MPP Kota Kupang untuk Perkuat Pelayanan Publik Terintegrasi

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:15 WIB

Tim Advokasi Bongkar Sisi Gelap Tragedi PRT Benhil: Penyekapan, Gaji Ditahan, hingga Manipulasi Usia

Tim Advokasi Bongkar Sisi Gelap Tragedi PRT Benhil: Penyekapan, Gaji Ditahan, hingga Manipulasi Usia

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:41 WIB

Dua Hakim Dissenting Opinion: Ibam Seharusnya Dibebaskan di Kasus Chromebook

Dua Hakim Dissenting Opinion: Ibam Seharusnya Dibebaskan di Kasus Chromebook

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:39 WIB

MBG di Kalbar Serap 22 Ribu Tenaga Kerja, BGN: Ekonomi Masyarakat Bawah Bergerak Kencang

MBG di Kalbar Serap 22 Ribu Tenaga Kerja, BGN: Ekonomi Masyarakat Bawah Bergerak Kencang

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:35 WIB

Tebus Kekecewaan Insiden LCC MPR, Josepha Siswi SMAN 1 Pontianak Dapat Beasiswa Kuliah ke China

Tebus Kekecewaan Insiden LCC MPR, Josepha Siswi SMAN 1 Pontianak Dapat Beasiswa Kuliah ke China

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:33 WIB

Wamen PANRB Dorong Kolaborasi Lintas Instansi Perkuat Program Sekolah Rakyat

Wamen PANRB Dorong Kolaborasi Lintas Instansi Perkuat Program Sekolah Rakyat

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:30 WIB