Jalur Maut Evakuasi 12 Bocah Thailand yang Terjebak Dalam Gua

Bangun Santoso

Senin, 09 Juli 2018 | 11:51 WIB
Jalur Maut Evakuasi 12 Bocah Thailand yang Terjebak Dalam Gua
Anak-anak tim sepakbola terjebak di gua Thailand (abcnews)

Suara.com - Insiden terjebaknya 12 bocah bersama seorang guru di sebuah gua di Thailand menggegerkan dunia. 13 korban itu diketahui hilang dan terjebak di sebuah gua di Thailand sejak 23 Juni 2018 lalu. Mereka terjebak di lubang gua sedalam empat kilometer.

Sejumlah tim penyelamat luar negeri hingga Angkatan Laut Thailand (Thai Navy Seal) diterjunkan dalam operasi penyelamatan sejak dua pekan terakhir. Tugas berbahaya penuh rintangan menjadi tantangan dalam penyelamatan tersebut.

Dikutip dari laman Reuters, satu orang petugas penyelamat dilaporkan meninggal dunia karena kehabisan oksigen saat menyelam. Terkini, empat korban dilaporkan sudah berhasil dievakuasi oleh petugas.

Sebanyak 13 penyelam asing dan lima anggota pasukan khusus Thailand berupaya membawa anak-anak itu --yang beberapa di antaranya masih berusia 11 tahun dan tidak bisa berenang-- melalui jalur sempit tergenang air, yang menewaskan satu anggota pasukan khusus setempat.

"Hari ini adalah hari penentuan," kata Narongsak Osottanakorn, kepala unit penyelamatan kepada wartawan.

Dia mengatakan bahwa satu di antara anak-anak itu, yang telah menghabiskan 15 hari di dalam gua yang terendam oleh air hujan sedalam empat kilometer dari mulut gua, bisa diselamatkan pada pukul 09.00 waktu setempat (sama dengan waktu Indonsia Barat).

Hujan deras telah membanjiri Gua Tham Luang di wilayah utara Provinsi Chiang Rai pada Minggu dan badai diperkirakan akan terus berdatangan pada beberapa pekan ke depan, sehingga resiko yang dihadapi anak-anak semakin besar.

Bocah berusia 11-16 tahun itu hilang bersama pelatih sepakbola mereka setelah latihan rutin pada 23 Juni. Mereka berencana berpetualang menjelajah gua yang berbatasan dengan Myanmar dan merayakan ulang tahun salah satu anggota tim.

Upaya penyelamatan ini bisa memakan waktu tiga sampai empat hari bergantung pada cuaca, kata seorang komandan angkatan bersenjata dalam misi.

baca juga

Tim penyelamat telah mensimulasi rencana mereka selama beberapa hari terakhir dan berhasil mengurangi ketinggian air secara signifikan, kata Narongsak.

"Jika kami terus menunggu dan hujan datang dalam waktu beberapa hari, maka kami akan kembali harus memompa air dan kesiapan kami turun," kata dia.

Dokter asal Australia, yang juga tergabung dalam penyelamatan itu, memeriksa kesehatan anak-anak tersebut pada Sabtu malam.

Pejabat mengatakan bahwa butuh waktu 11 jam pulang pergi dari mulut gua ke tempat para korban ditemukan oleh penyelam asal Inggris, Richard Stanton dan John Volanthen pada Senin lalu.

Dari 13 penyelam, tiga di antara mereka akan mengantar anak-anak, sementara sisanya bersiap di sepanjang jalur berbahaya di kilometer pertama. DI jalur itu mereka harus melewati jalanan sempit yang lebarnya tidak lebih dari setengah meter.

Sejak pukul 14.00 waktu setempat, 13 penyelam telah berada dalam posisi untuk membawa anak-anak, meski belum jelas kapan operasi akan dimulai.

"Mengingat rumitnya jaringan gua dan sulitnya operasi ini, kami tidak bisa memastikan berapa banyak anak yang akan keluar dalam misi pertama," kata tim penyelamat dalam pernyataan tertulis.

Sebanyak 13 petugas kesehatan bersiaga di luar gua --masing-masing dengan helikopter dan ambulans-- untuk 12 anak dan satu pelatih sepakbola mereka. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Evakuasi 12 Bocah Terjebak di Gua, Seorang Penyelamat Tewas

Evakuasi 12 Bocah Terjebak di Gua, Seorang Penyelamat Tewas

News | Senin, 09 Juli 2018 | 09:34 WIB

Empat Bocah Lelaki Berhasil Selamat dari Gua Thailand

Empat Bocah Lelaki Berhasil Selamat dari Gua Thailand

News | Minggu, 08 Juli 2018 | 21:57 WIB

Presiden FIFA Undang 12 Bocah Thailand yang Terjebak di Goa

Presiden FIFA Undang 12 Bocah Thailand yang Terjebak di Goa

Bola | Minggu, 08 Juli 2018 | 20:30 WIB

Pesan Mengharukan 12 Bocah Thailand yang Terjebak Dalam Gua

Pesan Mengharukan 12 Bocah Thailand yang Terjebak Dalam Gua

News | Sabtu, 07 Juli 2018 | 20:05 WIB

Go-Jek Luncurkan Go-Viet di Vietnam dan GET di Thailand

Go-Jek Luncurkan Go-Viet di Vietnam dan GET di Thailand

Tekno | Senin, 25 Juni 2018 | 19:45 WIB

Terkini

Rano Karno Terharu Lihat Warga Jakarta Makin Tertib, Protes Soal CFD Dianggap Wajar

Rano Karno Terharu Lihat Warga Jakarta Makin Tertib, Protes Soal CFD Dianggap Wajar

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 14:56 WIB

Blusukan Terakhir di Lampung, Jokowi Sempatkan Jajan Es Kopi dan Rujak Buah

Blusukan Terakhir di Lampung, Jokowi Sempatkan Jajan Es Kopi dan Rujak Buah

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 14:49 WIB

Sentil Gaji Direksi, Prabowo Setuju Laba BUMN Dialokasikan untuk Riset

Sentil Gaji Direksi, Prabowo Setuju Laba BUMN Dialokasikan untuk Riset

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 14:42 WIB

Mulai Agustus 2026, Jakarta Berhenti Kirim Sampah Mentah ke Bantar Gebang

Mulai Agustus 2026, Jakarta Berhenti Kirim Sampah Mentah ke Bantar Gebang

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 14:30 WIB

Prabowo: Kampus Itu Arena Adu Gagasan, Bukan Tempat Pertentangan

Prabowo: Kampus Itu Arena Adu Gagasan, Bukan Tempat Pertentangan

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 13:45 WIB

Daftar 5 Calon Manajer Kopdes Meninggal Dunia Saat Latsarmil: Gejala, Penyebab dan Kronologi

Daftar 5 Calon Manajer Kopdes Meninggal Dunia Saat Latsarmil: Gejala, Penyebab dan Kronologi

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 12:45 WIB

Diduga Intimidasi Dokter hingga Meninggal, Legislator PKB Terancam Sanksi Berat

Diduga Intimidasi Dokter hingga Meninggal, Legislator PKB Terancam Sanksi Berat

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 11:31 WIB

Fakta-fakta Kematian 5 SPPI Calon Manajer Koperasi saat Jalani Latihan Militer

Fakta-fakta Kematian 5 SPPI Calon Manajer Koperasi saat Jalani Latihan Militer

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 11:14 WIB

Awas Kena Derek! Dishub DKI Mulai Rutin Razia Parkir Liar di Senopati dan Gunawarman Tiap Weekend

Awas Kena Derek! Dishub DKI Mulai Rutin Razia Parkir Liar di Senopati dan Gunawarman Tiap Weekend

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 11:06 WIB

Aktivasi di CFD FX Sudirman, Mozy Ajak Masyarakat Kenali Layanan Perjalanan Digital

Aktivasi di CFD FX Sudirman, Mozy Ajak Masyarakat Kenali Layanan Perjalanan Digital

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 10:57 WIB

×