Dipicu Poster Lawas Inneke, Fahri Beberkan Dosa - dosa Jokowi

Pebriansyah Ariefana

Senin, 23 Juli 2018 | 10:21 WIB
Dipicu Poster Lawas Inneke, Fahri Beberkan Dosa - dosa Jokowi
Fahri Hamzah. (Suara.com/Agung Shandy Lesmana)

Suara.com - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah membeberkan dosa - dosa Jokowi (Joko Widodo) selama hampir 5 tahun menjadi presiden. Fahri menyinggung ada orang-orang di sekitar Jokowi yang anti Islam dan Islamophobia.

Kicauan Fahri soal #Dosa2Jokowi ada di Twitternya, @FahriHamzah yang dia tulis 10 jam lalu. Kicauan itu bermula ketika salah satu nettizen pemilik akin Twitter @ulinyusron memposting sebuah poster film lawas yang dimainkan Inneke Koesherawati yang berjudul 'Ranjang Ternoda'. @ulinyusron pun dalam kicauannya, 21 Juli lalu mempelesetkan menjadi 'Penjara Ternoda'.

"KPK bikin judul film ini jadi berkisah 'Penjara Ternoda'," kicau @ulinyusron.

Twitter.

Kicauan @ulinyusron itu mengacu pada kasus operasi tangkap tangan suami Inneke, Fahmi Darmawansyah. Fahmi menjadi tersangka penyuapan karena kepegok menyuap Kalapas Sukamiskin Wahid Husein untuk mendapatkan fasilitas mewah di penjara. Fahmi saat ini masih berstatus sebagai terpidana korupsi atau koruptor kasus penyuapan proyek Bakamla.

Balik ke poster 'Ranjang Ternosa', postingan @ulinyusron pun dikomentari nettizen lain pemilik akin Twitter @RajaPurwa. Dia tidak senang dengan aksi @ulinyusron yang memajang poster film lawas Inneke yang tampil setengah telanjang di poster itu. Sementara saat ini Inneke sudah mengenakan jilbab

"Pak @jokowi, saya mengajukan protes keras bukan sebagai oposisi Anda atas postingan pendukung anda saudara @ulinyusron dengan memposting seorang muslimah yang sudah menyatakan dirinya berhijrah, terlepas dirinya sekarang berbuat salah atau tidak. Demi Allah saya kutuk orang ini! Setuju RT and Like!" kicau @RajaPurwa.

Twitter.

Postingan @RajaPurwa pun dikomentari Fahri lewat Twitternya. Fahri menyinggung soal orang-orang di belakang Jokowi yang dinilai menyebarkan kebencian.

baca juga

"Percaya saya. Bahwa penguasa sekarang memiliki lingkaran anti Islam dan #Islamophobia di sekitarnya. Dari mulut mereka keluar kebencian, tapi dalam hati mereka kebencian itu lebih dalam. Waktu akan menceritakan," kata Fahri.

Twitter.

Lalu Fahri mengeluarkan Tweet berseri dengan hastag tetap #Dosa2Jokowi. Berikut kicauan Fahri:

Di antara #Dosa2Jokowi yang besar adalah karena membiarkan berkembangbiaknya elemen #AntiIslam dan #Islamophobia melalui medium konflik ideologi. 10 tahun presiden @SBYudhoyono tidak pernah kita terseret dalam narasi seperti ini. Radikalisasi ini berbahaya bagi NKRI.

Silahkan bantah, tapi jika ada 7 juta orang datang dari seluruh wilayah Republik, melakukan protes atas ketidakadilan yang dirasakan oleh Ummat Islam akibat nuansa #AntiIslam dan #Islamophobia dalam kebijakan negara, maka itu bukan isapan jempol. Itu fakta. #Dosa2Jokowi

Pilkada kemarin membuktikan bahwa akibat #AntiIslam dan #Islamophobia, masih nampak nuansa ideologis. Tapi, ada upaya membuatnya landai atau dilupakan. Menjelang #Pemilu2019 ada manuver #ProIslam dari rezim ini tetapi akan gagal. Kosmetika luntur oleh #Dosa2Jokowi

Meski banyak tokoh Islam yang berubah pikiran tentang presiden @jokowi tetapi jika lingkar dalamnya terlalu militan dengan nuansa #AntiIslam dan #Islamophobia maka semua upaya ini akan sia2. Saya memakai terminologi #TaubatNasuha. #Dosa2Jokowi

Belum nampak #TaubatNasuha dari pemerintahan ini atas konflik ideologi yang mereka buat di awal kekuasaan mereka. Pencitraan dengan merekrut tokoh Islam dan ulama tidak mengobati luka yang sudah terlalu dalam. HRS masih di luar, ulama masih tersangka, dll. #Dosa2Jokowi

Adilkah kita kalau menuduh pemerintah berkuasa sebagai pemicu konflik ideologi dan tumbuhnya paham #AntiIslam dan #Islamophobia ? Tentu adil karena tugas keluasan adalah bertanggungjawab atas perkembangan masyarakat. 10 tahun masa SBY tidak pernah begini. #Dosa2Jokowi

Saya menulis kecemasan ini agar kita antisipatif terhadap kemungkinan meruncingnya lapangan menjelang #Pemilu2019 . Apalagi pemerintah ini telah mendorong capres semakin sedikit. Jika calonnya hanya 2 dapat dibayangkan runcingnya perbedaan.

Mari kita waspada dengan upaya pemecahbelahan bangsa. Mari lawan semangat #AntiIslam dan #Islamophobia yang pernah tumbuh dan belum sirna. Semoga bangsa kita bersatu melawan upaya pecah belah. Wallahualam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Cak Imin: PKB Sudah Buktikan Bekerja untuk Jokowi

Cak Imin: PKB Sudah Buktikan Bekerja untuk Jokowi

News | Senin, 23 Juli 2018 | 08:54 WIB

Jokowi Sindir Politisi yang Suka Saling Cemooh, Memaki, Mencela

Jokowi Sindir Politisi yang Suka Saling Cemooh, Memaki, Mencela

News | Senin, 23 Juli 2018 | 01:01 WIB

Kode Keras Jokowi ke Cak Imin: Silahkan Bersaing 1 - 2 Minggu Ini

Kode Keras Jokowi ke Cak Imin: Silahkan Bersaing 1 - 2 Minggu Ini

News | Senin, 23 Juli 2018 | 00:52 WIB

Jokowi Disoraki Join oleh Pendukung Cak Imin di Harlah PKB

Jokowi Disoraki Join oleh Pendukung Cak Imin di Harlah PKB

News | Minggu, 22 Juli 2018 | 20:20 WIB

500 TKI Hong Kong Deklarasi Jokowi - Cak Imin Maju Pilpres 2019

500 TKI Hong Kong Deklarasi Jokowi - Cak Imin Maju Pilpres 2019

News | Minggu, 22 Juli 2018 | 16:08 WIB

Terkini

Profil Dadang Hartanto, Eks Kapolda Maluku dan Profesor Administrasi yang Kini Pimpin Polda Metro

Profil Dadang Hartanto, Eks Kapolda Maluku dan Profesor Administrasi yang Kini Pimpin Polda Metro

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:03 WIB

AC LG Kini Bisa Atur Suhu Sendiri, AI Bantu Hemat Listrik dan Jaga Kenyamanan

AC LG Kini Bisa Atur Suhu Sendiri, AI Bantu Hemat Listrik dan Jaga Kenyamanan

Tekno | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 13:58 WIB

Tembus Pasar Paman Sam: Motor Buatan Jakarta Ini Siap Diekspor ke Amerika Serikat

Tembus Pasar Paman Sam: Motor Buatan Jakarta Ini Siap Diekspor ke Amerika Serikat

Otomotif | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 13:52 WIB

Kerja Outdoor? 5 Face Wash Pria Bikin Muka Bersih dan Segar Seharian!

Kerja Outdoor? 5 Face Wash Pria Bikin Muka Bersih dan Segar Seharian!

Your Say | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 13:50 WIB

Petaka Aksi Standing Motor di Pringsewu: Honda Supra Hantam Pajero, 2 Pemuda Tewas Terpental

Petaka Aksi Standing Motor di Pringsewu: Honda Supra Hantam Pajero, 2 Pemuda Tewas Terpental

Lampung | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 13:49 WIB

Pria Ditemukan Tewas di Sungai Cipelang, Dokter Forensik Temukan Sejumlah Luka

Pria Ditemukan Tewas di Sungai Cipelang, Dokter Forensik Temukan Sejumlah Luka

Jabar | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 13:49 WIB

4 Rekomendasi Bedak Two Way Cake Terbaik untuk Kulit Berminyak Sesuai Review

4 Rekomendasi Bedak Two Way Cake Terbaik untuk Kulit Berminyak Sesuai Review

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 13:40 WIB

Urutan Zodiak dari yang Paling Royal dan Suka Berbagi sampai yang Paling Irit

Urutan Zodiak dari yang Paling Royal dan Suka Berbagi sampai yang Paling Irit

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 13:35 WIB

Chanyeol EXO Ungkap Kerinduan Mendalam di Lagu Jepang Terbaru, Song For You

Chanyeol EXO Ungkap Kerinduan Mendalam di Lagu Jepang Terbaru, Song For You

Your Say | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 13:20 WIB

Kuota Hangus Belum Tuntas, Komdigi Soroti Paket Telkomsel, Indosat, dan XL

Kuota Hangus Belum Tuntas, Komdigi Soroti Paket Telkomsel, Indosat, dan XL

Tekno | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 13:15 WIB

×